INSURANCE & FINANCE: MOBIL YANG DITOLAK LEMBAGA PEMBIAYAAN

Karena perkembangan situasi di lapangan, saat ini beberapa lembaga pembiayaan memiliki aturan pembatas pembiayaan untuk mobil. Bagaimana aturan main yang diberlakukan?

Auto Bild Indonesia - - Content - Penulis : Resa Azhara

Apa saja merek dan tipe mobil yang ditolak?

Kini lembaga pembiayaan menjadi andalan konsumen dalam membeli mobil dengan cara mudah dan meringankan. Baik mobil baru maupun bekas, pembayaran dapat dipermudah dengan membeli secara kredit. Tak perlu menyediakan budget besar di awal untuk memiliki mobil baru.

Timbal balik keuntungan yang diberikan oleh konsumen (debitur) adalah bunga kredit yang dikenakan. Itulah salah satu aturan main pembelian secara kredit yang diberikan lembaga pembiayaan. Jadi kedua belah

pihak sama-sama memperoleh keuntungan.

Di lain sisi, ada aturan main lain yang ternyata bisa menjadi kendala bagi konsumen. Saat ini tidak semua mobil bisa dibiayai oleh lembaga pembiayaan. Ya, aturan main ini dibuat lembaga pembiayaan untuk menciptakan kredit kendaraan yang aman untuk mereka.

Lembaga pembiayaan tidak menginginkan adanya konsumen yang mengalami kredit macet, hingga mobil yang dibeli konsumen terpaksa disita.

Banyak sebab aturan main itu dibuat. Termasuk aturan yang menyesuaikan dengan kondisi di lapangan terkini. Salah satunya yang sedang marak diperbincangkan saat ini beredarnya informasi, bahwa beberapa lembaga pembiayaan menolak memberikan dana talangan untuk konsumen yang membeli mobil lansiran Ford. Apakah itu benar?

Wajar jika hal ini benar-benar terjadi, karena semenjak PT Ford Motor Indonesia hengkang dari Indonesia, konsumen dikhawatirkan dengan aftersales mobil Ford. Tentu saja lembaga pembiayaan juga khawatir konsumen- nya yang melakukan kredit mobil Ford akan terjadi kredit macet.

Jelas hal ini dapat merugikan lembaga pembiayaan karena memberikan dana talangan ke banyak nasabah. “Kami tidak pernah menolak nasabah yang ingin melakukan pembelian mobil Ford secara kredit. Hanya saja untuk pembelian mobil Ford, konsumen harus mengeluarkan DP lebih dari 30%,” kata Punto Nugroho, Deputy Director PT BCA Finance.

Melihat kondisi ini, berarti konsumen harus mengeluarkan uang muka lebih besar dibandingkan membeli mobil bermerek lainnya. Bukan berarti hal ini konsumen dirugikan dengan mengeluarkan DP yang lebih besar, pasalnya bunga yang disajikan tetap sama, yaitu tergantung tenor yang diinginkan konsumen.

“Justru dengan membayar DP yang lebih besar konsumen diuntungkan dengan angsuran per bulannya yang lebih ringan,” tambah Punto.

Ternyata aturan main itu juga dibuat untuk konsumen yang akan melakukan kredit mobil bermerek Mazda. “Untuk Mazda kami juga memberikan aturan DP lebih dari 30% hanya untuk beberapa jenis,” ujar Punto.

Kenali lebih dalam aturan main yang dibuat oleh finance yang akan Anda gunakan untuk memberikan dana talangan pembelian mobil. Dengan begitu Anda lebih cermat dalam melakukan pembelian mobil secara kredit.

Pembatasan kredit juga terjadi untuk beberapa produk Mazda

Situasi Ford saat ini memberi dampak penjualan produknya

Hanya beberapa produk Mazda yang mengharuskan konsumen memberi DP lebih dari 30%

Beberapa lembaga pembiayaan menerapkan aturan kredit khusus untuk mobil baru Ford

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.