TEST DRIVE: MITSUBISHI MIRAGE EXCEED

Memakai mesin identik dengan versi terdahulu berarti Mirage harus punya magnet lain. Handling dan kelincahannya bisa dipertimbangkan

Auto Bild Indonesia - - Content - 4Penulis: Mada Prastya

Hasil tes lengkap tipe termahal

Pengalaman kami menguji Mirage facelift setidaknya membuahkan dua poin sebagai pertimbangan konsumen untuk memilihnya.

Pertama, Mirage begitu mudah dikendalikan. Ini menjadi modal kuat bagi sebuah small hatchback yang sudah sepatutnya dipakai meliuk-liuk di padatnya jalanan kota.

Kemudi Mirage sangat ringan. Meski masih jauh dari kepresisian terbaik. Putaran agak banyak untuk menikung tajam masih dibutuhkan pada model yang berganti wajah Juli 2016 silam ini.

Poin kedua, kemudahan pengendalian Mirage mendapat sokongan dari respons mesin yang tanggap. Maksudnya, tenaga yang keluar dari mesin 1.193 cc 3 silinder 78 dk milik Mirage cukup instan. Terutama di putaran bawah.

Tak perlu menginjak pedal gas dalam-dalam untuk membawa mobil mengisi celah kosong di antara kemacetan. Hal ini wajar karena di atas kertas Mirage punya sodoran torsi yang cukup mumpuni untuk mobil seberatnya (860 kg), yakni 100 Nm.

Sebagai bonus, performa transmisi otomatis CVT 6- speed milik Mirage sangat halus.

Kendati demikian, kami sempat mengerutkan dahi ketika berupaya membawa Mirage menembus 120 km/jam. Bertanya-tanya ke mana perginya respons mesin yang menyenangkan itu begitu masuk kecepatan sedang-tinggi.

Kencangnya deru mesin hanyalah menambah kesan Mirage seperti kepayahan menggapai kecepatan tinggi. Seiring kian datarnya tenaga yang muncul di putaran yang semakin tinggi.

Well, itu mengapa kami menilai kesenangan mobil ini terbatas pada jalanan kota.

Ada penurunan hasil tes sprint 0-100 km/jam. Mirage facelift mencatatkan waktu 13,4 detik. Generasi sebelumnya 12,9 detik. Ditengarai melarnya diameter roda menjadi 15 inci – sebelumnya 14 inci – adalah penyebab.

Meski begitu konsumsi bahan bakarnya membaik, terutama untuk rute tol.

Bagi Anda yang penasaran dengan bantingan suspensi Mirage facelift, satu kata yang dirasa bisa mewakilinya: keras.

Sensasi tersebut tak lepas dari sentuhan baru yang diberikan Mitsubishi pada Small Hatchbacknya ini. Sisi baiknya, mobil menjadi lebih stabil.

Semua pengalaman berkendara itu bisa Anda rasakan dari dalam kabinnya yang cukup sederhana, tapi praktis.

Kami menyukai kantung-kantung penyimpanan serba guna yang ada di sana. Seperti yang terdapat di balik setiap pintu, bawah setir, kursi penumpang depan, dan konsol tengah. Bentuknya besar begitu pun dengan wadah-wadah cangkir yang ada.

Duduk di atas kursi berbalut bahan fabric itu, Anda akan dihadapkan

dengan dasbor berdesain tak jauh beda dengan generasi lama.

Bagian tengah dasbor diisi perangkat hiburan yang desain keseluruhannya cukup lebar, padahal hanya dilengkapi layar segaris.

Untungnya, dengan begitu tombol-tombol menjadi jelas. Kemudahan pengoperasian juga ditunjang audio steering, seperti yang ada di varian Exceed ini.

Tidak ada masalah dengan posisi berkendaranya. Setirnya memang hanya bisa diatur tinggi-rendah ( tilt steering). Setidaknya ini bisa membantu Anda menemukan posisi duduk paling pas.

Oh ya, soal visibilitas Mirage punya catatan minus. Tepian berwarna hitam di kaca belakangnya menyempitkan pandangan.

Kemudian, tak banyak ruang yang bisa diharapkan di bangku baris kedua mobil dengan sumbu roda hanya sekitar 2,5 meter ini. Untungnya, bangku 60:40 tersebut bisa dilipat habis untuk dikonversi menjadi ruang bagasi ekstra.

Secara keseluruhan penampilan luar Mirage lebih atraktif dengan pemberian aksen-aksen krom di wajahnya. Plus, desain kap mesin yang lebih berotot karena banyak guratan. Bentuk lampu depan cenderung serupa.

Menariknya, kaki-kaki

lebih keren dengan pelek dwi warna. Tak lupa, adanya spoiler yang menjadi pembeda unit seharga Rp 196 juta ini dengan varian di bawahnya.

Wajah Mirage baru lebih menarik dengan diisi aksen krom dan

kap mesin berotot

Terdapat spoiler yang jadi pembeda varian Exceed

dengan GLS dan GLX

Desain interior tak jauh beda dengan generasi terdahulu

Kesan sporti muncul dari pelek lebih besar, 15 inci

Pilihan “B” untuk engine brake yang jadi ciri khas Mirage

Mesin Mirage cukup responsif di kecepatan rendah

Setir Mirage cukup ringan dan terdapat pengaturan tinggi-rendah

Bangku bisa dilipat habis untuk jadi bagasi

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.