FIRST DRIVE: TOYOTA YARIS HEYKERS MT

Kehadiran Toyota Yaris Heykers memanaskan persaingan segmen Compact Hatchback. Tawarannya juga cukup menggiurkan. Apakah ia dapat mengangkat pamor Toyota Yaris generasi ke-2 yang sempat kurang diminati?

Auto Bild Indonesia - - Content - 4Penulis: Susanto Ari P

Tetap asyik walau turun 2 dk

Aplikasi kelir Super White 2 membuat tampilan luarnya tampak kontras dan menonjolkan panel-panel tambahan di sekujur bodi yang didominasi warna hitam. Bahkan, cluster lampu depan bening juga terlihat apik dan menonjol.

Toyota Yaris terbaru sempat dijuluki ‘Yaris Lele’ karena penggunaan panel lis gril yang menjulur ke bawah ala kumis ikan Lele. Nah, gaya tersebut dikaburkan pada Heykers dengan lekukan tambahan ke samping di bawah lampu depan dan bumper.

Spoiler depan yang tebal dijadikan alas lampu kecil LED. Namun, kami melihat desainnya seperti produk aftermarket yang ditempel.

Keberadaannya juga membuat spoiler jadi kelihatan kebesaran. Akan lebih memikat jika dibuat seirama desain spoiler.

Satu lagi yang menonjol di depan adalah keberadaan rumah foglamp dengan label TRD. Label TRD juga bisa Anda temukan di beberapa sudut panel tambahan lain sehingga memberi kesan eksklusif.

Berbeda dengan Yaris non-Heykers yang minimalis di samping, Heykers disematkan tambahan sidefender di sepatbor dan side panel di pintu.

Ini juga sebagai penanda perbedaan dengan versi biasa. Pemasangan kedua panel tersebut cukup rapi. Walau kami lebih suka jika pintu Heykers dibiarkan polos lantaran kesannya panel samping tersebut kurang menyatu.

Termasuk pula gap antara sepatbor dan roda yang lumayan jauh. Klaimnya, Heykers lebih tinggi 35 mm dari versi standar. Meski sudah pakai pelek 16 inci, ia terlihat agak cingkrang.

Sisa ruang antara pelek dan sepatbor bakal jadi santapan lezat bagi Anda penyuka modifikasi pelek.

Yang menarik, roda belakang Heykers sudah memakai rem cakram 14 inci. Selain membuat Anda lebih pede saat aksi pengereman, secara estetika ia juga tampak serasi dengan desain pelek futuristis dan menambah wibawanya.

Ke belakang, diffuser di bawah bumper sebagai penanda versi Heykers. Sayang desain spoiler atap terkesan biasa saja dan kurang berciri sporty.

Aksen TRD bisa pula Anda dapatkan di roof rail. Andai saja muffler tip sudah berlapis krom, gayanya akan terlihat lebih stylish.

Mari sekarang kita masuk ke dalam. Ternyata tidak ada perubahan be-

rarti. Paling hanya sematan lis krom di kisi AC dan corak sporty di bangku hitam.

Dasbor dengan bahan plastik keras masih digunakan. Sentuhan juga diberikan pada head unit dengan sistem infotainment yang sudah dilengkapi koneksi HDMI.

Mesin gres berkode 2NRFE menjadi andalan baru Yaris Heykers. Literatur menyebutkan bahwa tenaganya hanya 107 dk dan torsi 143 Nm. Heykers yang kami coba mengandalkan transmisi manual 5-speed, sama persis dengan versi lawas.

Kompensasi tenaga yang turun 2 dk didapatkan dari rasio gigi 1 sejumlah 3,545. Padanannya adalah rasio final gear setinggi 4,058. Tak heran bila lonjakan tenaga lumayan terasa saat start awal. Baru lebih smooth ketika pindah ke gigi 2 dengan rasio 1,904.

Saat dicoba ia juga terasa menyenangkan. Duduk di balik kemudi, penambahan tinggi Heykers tidak memberi pengaruh. Mengandalkan suspensi racikan TRD, bantingan Heykers punya tendensi lebih keras ketimbang model biasa. Meski begitu tidak lantas melelahkan dan masih dimaklumi.

Positifnya, handling cekatan mudah digapai. Manuver belok terasa menyenangkan. Badan sopir tidak banyak bergeser dari bangku. Dipadu perpindahan tuas transmisi yang pas, bermain dengan Heykers manual sungguh mengasyikkan. Tidak ada keraguan walau tubuhnya cukup tinggi.

Toyota Yaris Heykers manual dihargai Rp 265,5 juta. Lebih mahal Rp 7 juta dari versi TRD Sportivo M/T seharga Rp 258,5 juta.

Sebagai catatan, TRD Sportivo merupakan kasta tertinggi sebelum Heykers masuk lineup. Cukup menggiurkan selisih yang ditawarkan mengingat cukup banyak rombakan yang disematkan.

Terlihat garang berkat sentuhan pada spoiler dan beberapa aksen bersimbol TRD

Desain dasbor dengan material plastik keras butuh sentuhan revisi

Mesin baru namun transmisinya masih sebangun model lama

Jarak antara sepatbor dan ban cukup jauh dan di baliknya menyembul suspensi olahan TRD

Kabin belakang lega dan corak pada bangku memberi kesan fresh

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.