ROAD SAFETY: PASANG TOWING

Mobil mendadak mogok bisa terjadi dimana dan kapan saja. Jika itu terjadi, tentu pengguna mobil perlu mengetahui cara tepat memasang towing strap agar aman saat mobil ditarik

Auto Bild Indonesia - - Content - 4Penulis: Akbar Keimas

Perhatikan beberapa hal penting ini

Mobil dengan usia muda bukan jaminan tak bisa terserang mogok mendadak ketika berkendara di jalan. Beberapa hal bisa menjadi pemicu terjadinya mogok mendadak itu. Semisal, meski mesin tetap dapat hidup dengan normal tapi pelat kopling selip, putus v-belt, gangguan pada perangkat pengereman dan lainnya. Oleh karena itu, mobil pun perlu ditarik atau diderek.

Kalau kita memegang nomor telepon mobil derek yang siaga 24 jam tentu tidak masalah. Tapi jika tidak siap dengan itu, ban- yak pengguna mobil cenderung meminta bantuan mobil lain untuk menarik. Nah, agar tak berujung muncul masalah baru saat mobil diderek, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum mobil Anda ditarik atau menarik mobil lain.

TALI PENARIK

Yang wajib diperhatikan ialah keberadaan tali penarik ( towing strap) yang kuat. Gunakan towing strap yang terbuat dari jalinan benang nylon. Ada baiknya Anda selalu menyimpan tali penarik di bagasi mobil untuk kejadian tidak terduga yang mendadak diperlukan.

Perhatikan juga panjang tali. “Dibutuhkan tali sepanjang 4 meter atau sepanjang mobil yang akan ditarik. Hal ini bertujuan agar mempermudah ketika hendak belok serta melakukan pengereman,” ujar Hendrawan suryo, Kepala Penyedia Jasa Layanan Derek 24 jam Agung Jaya yang berada di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Untuk kondisi mobil Anda yang ditarik, buka penutup pengait ( hook) di bodi mobil. Kaitkan strap pada hook tersebut. Disarankan untuk tidak men- gaitkan secara langsung cincin pengait strap pada hook di mobil. Karena tidak diketahui seberapa kuat cincin untuk menarik dan menahan beban dalam durasi yang lama. Bila tetap dipaksakan, pengait strap itu bisa rusak dan tidak ada pengait lagi yang

bisa diandalkan.

“Cara terbaik mengaitkan strap adalah dengan memanfaatkan cincin pengait sebagai pengunci. Pertama masukkan tali strap tadi ke dalam hook towing di mobil. Kemudian kunci menggunakan pengait strap dengan bagian tali di area sebelum masuk hook towing. Usahakan bagian jahitan cincin pengait menumpu pada hook towing karena bagian tersebut merupakan bagian terkuat. Dengan demikian beban akan tertumpu bukan pada cincin pengait tadi,” tambah Hendra.

Perhatikan bobot mobil penarik. Pastikan juga tenaga mesin dan bodinya lebih besar atau minimal sama dengan mobil yang akan ditarik. Ini untuk mempermudah proses menarik.

POSISI TALI PENARIK

Mobil-mobil modern tentu menyediakan tempat untuk mengikat towing strap. Setidaknya para perancang mobil sudah melakukan perhitungan tentang posisi hook itu. Umumnya towing hook terletak di area bumper depan atau belakang. Bila bingung, bisa dilihat melalui buku manual mobil Anda.

Hindari mengikat tali penarik di suspensi atau bodi bumper. Kedua area tersebut tidak kuat menahan bobot kendaraan dan tali penarik Anda berpotensi putus serta membahayakan keselamatan.

ATUR JARAK ANTAR MOBIL

Menurut Hendra, mengatur jarak antara mobil penarik dan yang ditarik menjadi poin penting berikutnya. Aturlah panjang tali penarik tidak lebih dari 4-4,5 meter atau setidaknya sama panjang dengan bodi mobil yang ditarik.

Sehingga dapat memberi kesempatan mobil yang ditarik untuk bermanuver atau mengerem. Selain itu, untuk menjaga agar tidak ada kendaraan lain atau orang yang melintas di ruang di antara kedua mobil. Anda juga bisa memberikan tanda peringatan yang mudah dilihat pada tali. Misalnya, dengan mengikatkan pita atau selembar kain berwarna terang.

Dalam proses menarik, upayakan strap selalu dalam kondisi tegang. Sehingga tidak menimbulkan entakan ketika mulai bergerak dari posisi berhenti atau menambah kecepatan. Upayakan juga menginjak pedal gas dan melepas pedal kopling sehalus mungkin sehingga tidak ada entakan keras dan aturlah laju dengan konstan.

BUAT KESEPAKATAN

Kesepakatan antara pengemudi mobil penarik dan yang ditarik juga penting. Seperti sama-sama menentukan rute yang akan ditempuh. Seh- ingga tak ada yang kaget terhadap manuver yang tiba-tiba. Sebisa mungkin hindari rute dengan jalan rusak, banyak persimpangan, menanjak atau turunan.

Membuat kesepakatan tentang penggunaan lampu juga lebih baik. Semisal untuk kondisi pengereman. Pengemudi mobil penarik bisa memberi tanda dengan menyalakan lampu rem satu hingga dua kali sebelum benarbenar mengerem sebagai langkah preventif.

Kesepakatan juga dilakukan untuk menentukan berapa kecepatan yang ditempuh. Umumnya, sekitar 30 km/jam di jalan raya. Sementara mobil dengan transmisi otomatis bisa ditarik dengan tuas persneling pada posisi ‘N’, dan jarak tempuh tidak lebih dari 50 km.

PENGGUNAAN LAMPU

Pastikan semua lampu pada mobil penarik dan yang ditarik berfungsi. Sebaiknya tidak menyalakan lampu hazard selama berjalan.

Aktifkan lampu hazard ketika dalam kondisi mobil berhenti saja. Jika terus diaktifkan, pengguna jalan yang lain tidak akan tahu jika Anda ingin belok atau bermanuver. Gunakan lampu sein jauh sebelum mencapai mulut tikungan.

Sebagai penanda sedang menarik, mobil penarik bisa menyalakan lampu utama di siang hari. Sementara jika ada masalah, pengemudi mobil yang ditarik bisa memberi sinyal dengan lampu jauh atau klakson kepada pengemudi mobil penarik. Tak ketinggalan, sebelum memulai perjalanan pengemudi mobil penarik mengatur semua spion yang dapat melihat bodi mobil yang ditarik. Sehingga memudahkan pemantauan.

Hindari melakukan manuver mendadak

Jangan jadikan cicin pengait sebagai pusat beban, tapi sebagai pengunci

Jaga jarak mobil dengan penggunaan tali sepanjang 4 meter

Jaga kecepatan kendaraan maksimal 40 km/jam

Buka penutup hook dengan hati-hati dan jangan sampai hilang

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.