ROAD SAFETY: HADAPI PENGEMUDI RAGU-RAGU DI JALAN TOL

Tak sedikit pengemudi yang tampak ragu dalam mengambil keputusan. Merespons dengan tepat dan cepat membuat Anda terhindar dari celaka akibat kelalaian orang lain

Auto Bild Indonesia - - Content - 4Penulis: Aries Aditya Putra

Cara deteksi dan antisipasi

Ragu-ragu dalam kamus bahasa Indonesia merupakan suatu tindakan kurang percaya diri atau bisa disebut juga bimbang. Ketika hal ini terjadi pada seseorang terutama saat mengemudi di jalan raya tentu akan menyulitkan atau bisa merugikan orang lain. Bahkan terkadang dapat menimbulkan kecelakaan.

Contohnya ketika ada pengemudi mobil yang ragu-ragu ketika akan berbelok di persimpangan, maka kendaraan yang ada di belakangnya jadi tidak bisa menentukan arah yang benar.

Apalagi ketika ada pengemudi ragu-ragu di jalan bebas hambatan. Berpotensi besar akan membahayakan pengendara lain yang ada di belakangnya. Bisa dibayangkan, ketika mobil sedang melaju dalam kecepatan 80 km/jam dan ia melaju di antara dua lajur dalam waktu yang lama. Artinya lengah sedetik saja, mobil sudah melaju tanpa kendali sejauh 222 meter.

Sebenarnya ada beberapa hal yang membuat orang ragu-ragu ketika berada di jalan tol. Pertama, orang yang tidak tahu jalan. Cirinya, mobil biasanya sedang melaju konstan di lajur paling kanan, tiba-tiba langsung berpindah lajur ke paling kiri bahkan bisa sampai keluar tol.

Ada juga pengemudi yang salah membaca peta digital. Sehingga seharusnya keluar tol tapi justru ia sedang asyik di jalur tengah dan ingin segera berpindah lajur.

Distraksi dari penumpang juga bisa membuat pengemudi menjadi ragu-ragu. Biasanya terjadi ketika dekat dengan rest area. Saat mobil lagi melaju konstan, tiba-tiba ada penumpang yang ingin buang air kecil. Namun, baru memberitahu ke pengemudi ketika sudah dekat

rest area. Sehingga membuat pengemudi tidak yakin bisa atau tidak keluar ke rest area.

Ada juga karakter pengemudi dengan skill pas-pasan. Biasanya dapat ditemui pada mobil-mobil jenis city car atau LCGC. Pengemudi ini berkendara di tol tapi dengan lajur yang tidak jelas (mengemudi di tengah marka).

Terakhir yang kerap dijumpai adalah orang yang ragu-ragu ketika memilih pintu tol pembayaran. Baik transaksi tunai ataupun non tunai.

Lantas bagaimana cara menghadapi pengemudi dengan perilaku-perilaku di atas? Menurut Bintarto Agung, Chief Instructor Indonesia Difensive Driving Center, cara paling mudah untuk menghadapi pengemudi yang kerap ragu-ragu di jalan tol sebisa mungkin untuk menghindar.

“Pengemudi yang ragu-ragu biasanya kurang konsentrasi,” ujarnya. Bahkan seketika pengemudi tersebut bisa mengambil tindakan yang mengejutkan, entah langsung pindah lajur atau justru me- ngerem mendadak. Jadi sebaiknya dihindari,” paparnya lagi.

Anda bisa juga memberi peringatan kepada pengemudi raguragu tersebut dengan menyalakan klakson atau lampu jauh saat malam hari. Tapi sebisa mungkin tidak klakson dengan nada panjang yang justru menimbulkan pengemudi yang ragu-ragu tersebut malah terkejut yang pada akhirnya bisa menimbulkan kecelakaan.

Bila sudah diberi peringatan tidak diindahkan juga, sebaiknya segera Anda menghindar agar terhindar dari kecelakaan yang diakibatkan kelalaian orang lain.

Jadi pada intinya, Anda harus merespons secepat mungkin dan usahakan untuk tetap menghindar. Karena di jalan bebas hambatan, dengan rata-rata kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi, waktu sepersekian detik bisa menjadi sangat berharga bagi keselamatan Anda.

Mobil yang tiba-tiba pindah lajur tanpa ada penyebab pasti bisa membahayakan pengemudi lain

Memotong lajur pengendara lain secara tiba-tiba salah satu ciri pengemudi yang ragu ketika

berkendara

Jangan klakson dengan nada panjang yang justru mengagetkan pengemudi ragu-ragu tersebut

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.