KNOWLEDGE: AUDI ELECTRIC POWER COMPRESSOR

Untuk membantu suplai udara dingin ke ruang bakar, Audi membuat kompresor bertenaga elektrik 48 volt yang mampu berputar hingga 70.000 putaran setiap menitnya

Auto Bild Indonesia - - Content -

Atasi turbo lag

Penulis: Aries Aditya Putra

Sejalan dengan perkembangan teknologi, mesin-mesin yang dihadirkan masa kini semakin kecil kapasitasnya. Tapi tenaganya tetap besar berkat bantuan induksi turbocharger. Banyak pabrikan mobil kini memanfaatkan teknologi tersebut.

Namun, penggunaan turbo bukan tanpa masalah. Adanya gejala

lag atau jeda akibat kurangnya pasokan angin di putaran rendah membuat rasa berkendara jadi kurang menyenangkan. Mesin seperti tertahan sebelum akhirnya turbo efektif memampatkan udara ke ruang silinder.

Beberapa pabrikan sebenarnya banyak yang memanfaatkan beragam teknologi. Misalnya BMW dengan TwinPower Turbo atau Variable Geometry Turbo (VGT) yang digunakan pada Mitsubishi Pajero Sport dan juga Chevrolet Trailblazer.

Audi mengatasi turbo lag tersebut dengan teknologi Electric-Powered Compressor (EPC) yang sudah disematkan pada Audi SQ7. Mobil ini memanfaatkan mesin diesel konfigurasi V8 yang mampu menghasilkan tenaga 435 dk serta torsi 900 Nm. Ini menjadi mobil pertama di dunia yang me- manfaatkan kompresor elektris untuk digunakan pada mobil produksi massal.

Mesin ini sebenarnya sudah memanfaatkan dua buah rumah keong yang bekerja sesuai kebutuhan untuk menyuplai tenaga. Pada putaran rendah dan menengah hanya satu turbin yang berputar untuk menghasilkan udara

instan. Sedangkan ketika beban penuh atau saat akselerasi, baru turbin kedua berputar yang diatur berdasarkan saluran gas buang dan dikendalikan melalui ECU.

Lalu kapan EPC bekerja? Kompresor yang berputar secara elektris ini bekerja ketika mesin berputar rendah dan membutuhkan tenaga instan di putaran bawah. Karena EPC tidak memanfaatkan tenaga dari sisa gas buang, jadi bisa dimanfaatkan kapan saja. Sehingga bisa menjadi solusi kelemahan klasik dari teknologi turbo yang sudah ada.

EPC mampu menyediakan energi dalam hal ini udara dalam waktu kurang dari 250 milidetik! Diputar melalui motor listrik berukuran kompak, poros kompresor bahkan bisa berputar 70.000 rpm. Sehingga ketika Anda menekan pedal gas secara instan, tenaga langsung tersedia dan terasa seketika.

Daya yang bisa dihasilkan dari EPC setara dengan 7 kiloWatt yang disuplai dari daya 48 volt. Lalu apakah Audi SQ7 ini menggunakan daya listrik 48 volt sebagai sumber kelistrikan utama? Tidak lagi seperti mobil biasa yang masih menggunakan daya 12 volt?

Tentu tidak, untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik yang besar, Audi memanfaatkan baterai lithium-ion yang terpasang di bawah kompartemen bagasi. Baterai ini memiliki kadar energi 470 watt/jam, dan sanggup menghasilkan tenaga puncaknya hingga 13 kW.

Di mobil ini terdapat konverter DC/DC yang letaknya juga ada di bawah kompartemen bagasi. Konverter ini bertugas menggabungkan sistem listrik 48 volt dan 12 volt yang menjadi kelistrikan utama di mobil. Untuk menghasilkan energi yang akan memasok baterai dan juga sistem kelistrikan mobil, terdapat generator yang lebih kuat dan juga efisien hingga 80 persen.

Generator ini disebut juga MOSFET (Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor) yang mampu mengurangi kerugian akibat lis- trik yang hilang dan meningkatkan efisiensi dalam hal produksi listrik.

Selain itu, unit penyimpanan atau baterai lithium-ion 48 volt juga mendukung sistem listrik 12 volt bila diperlukan. Hal ini tentu bisa mengurangi beban kerja dari baterai 12 volt ( accu) yang menjadi sumber listrik utama di mobil.

Dalam waktu 2,5 detik mobil yang menggunakan EPC melaju lebih jauh 2,5 meter

Mesin 4.000 cc V8 TDi dengan teknologi EPC

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.