TOP STORY: LAMBORGHINI AVENTADOR S

Lamborghini secara singkat menegaskan, Aventador S adalah the icon reborn. Mobil ini dibuat sebagai penerus model ikonik seperti Miura S, Islero S, Countach S dan Urraco S

Auto Bild Indonesia - - Content - 4Penulis: Anton Hari Wirawan

Bangkitnya sang ikon

Menurut Lamborghini, Miura S, Islero S, Countach S dan Urraco S adalah model paling ikonik dari deretan supercar lansiran mereka. Apalagi mereka menyandang tipe S, sebagai model spesial dari versi standarnya. Kini, Lamborghini coba membawa kembali unsur magis tipe S dengan meluncurkan Aventador S.

Soal desain eksterior, hal yang paling terlihat perbedaannya ada di fascia. Area ujung bumper depan, menggunakan desain baru ala sirip hiu yang terlihat sangat dinamis. Tak hanya mendongkrak estetika, desain bumper barunya ini diklaim mampu meningkatkan downforce depan hingga 130%.

Jika diperhatikan, side air vents Aventador S juga sudah didesain ulang untuk meminimalisasi turbulensi, meningkatkan pendinginan dan efisiensi. Sementara di bagian belakang, trio knalpot berdesain hexagonal- nya terlihat sangat agresif.

Huruf S adalah penanda tipe spesial. Tak heran jika mesin V12 Lamborghini Aventador S ini ditingkatkan lagi performanya. Kini mesin berkapasitas 6.498 cc mampu mengeluarkan tenaga 740 dk dan torsi 690 Nm. Lebih tinggi 40 dk dari Aventador reguler.

Di interior, Aventador S punya ubahan paling terlihat dari instrument cluster TFT LCD yang punya tampilan baru. Fitur opsional panel karbon pun tersedia. Yang menarik, Aventador S punya pilihan mode berkendara baru, selain Strada, Sport, dan Corsa. Ya, mode berkendara keempat di Aventador S bernama Ego. Di mode Ego, Anda bisa mengatur secara individual berbagai parameter seperti respons pedal gas, setir dan peredaman suspensi.

Untuk meningkatkan handling, Aventador S dilengkapi fitur inovatif Lamborghini Dinamica Veicolo At- tiva (LDVA). Fitur ini mengontrol berbagai parameter seperti Lamborghini Dynamic Steering (LDS) dan fitur baru Lamborghini Rear-wheel Steering (LRS). Tak ketinggalan, fitur baru suspensi aktif Lamborghini Magneto-rheological Suspension (LMS) dan active rear aerodynamics diikutsertakan, sebagai instrumen peningkat performa pengendalian mobil ini.

Bagaimana soal performanya? Untuk akselerasi 0-100 km/jam, diklaim mampu dituntaskan Aventador S hanya dalam 2,9 detik. Akselerasi 0-200 km/jam hanya butuh 8,8 detik. Sementara kecepatan puncak diklaim tembus 350 km/jam. Terlihat menyeramkan memang. Tapi tenang saja, Aventador S juga masih menggunakan penggerak all wheel serta dibalut ban performa kebanggaan Italia, Pirelli P Zero. Radius putarnya juga diklaim lebih sempit, sehingga memudahkan saat berjibaku di kepadatan lalu lintas.

Trio knalpot hexagonalnya

terlihat sangat agresif

Layout dasbor mirip Aventador, kini tersedia mode berkendara Ego

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.