TOP STORY: MERCEDESAMG GLC 63

Mercedes menyematkan label AMG pada varian SUV terbarunya. Bukan sekadar hiasan, ia punya performa layaknya sebuah sportscar

Auto Bild Indonesia - - Content - 4Penulis : Purwandana Budyandaka

Serigala berbulu domba

Perjalanan ini berawal di 1999, saat Mercedes-AMG memulai ceritanya dengan ML 55. Kombinasi mesin berperforma tinggi di balik kulit dari SUV membuka segmen pasar baru di dunia otomotif. Merek yang lekat dengan citra mobil sport dan mesin performa tinggi ini kembali menghadirkan spesies baru unik yang tampil perdana di ajang New York International Auto Show 2017 (NYIAS 2017) silam.

GLC 63 tampil bersahaja tanpa imbuhan aerodinamika yang berlebihan. Kini ia menggunakan gril bergaris vertikal yang disebut ‘Panamericana’ oleh Mercy. Gril ini pertama kali digunakan pada mobil sport termutakhirnya, AMG GT R. Melengkapi desainnya, bumper depan dengan kisi-kisi udara besar terinspirasi dari pesawat jet.

Tak hanya sedap dipandang, desain ini sekaligus mengekspos sistem pendinginan mesinnya. Selain sebagai atribut tipikal dari dunia balap, bumper baru ini sekaligus menjadi diferensiasi dari varian GLC lainnya.

Masih mengandalkan tata ruang yang sama, GLC 63 memiliki interior yang identik dengan AMG C 63. Perbedaan paling mencolok terlihat dari lingkar kemudi flat bottom lansiran AMG. Menggunakan bahan kombinasi suede dan kulit, membuatnya terlihat makin sporti berikut pahatan tegas untuk meletakkan ibu jari. Sebagai penanda lainnya, adalah emblem AMG yang tersemat di konsol tengah berbahan serat karbon.

Membuatnya istimewa adalah mesin dari AMG yang mengusung prinsip ‘ One Man One Engine’. Ia menggunakan mesin serupa AMG GT, perbedaan adalah dari sistem lubrikasi dry sump yang digunakan AMG GT tidak turut digunakan di GLC 63. Medium Luxury SUV performa tinggi ini menggunakan sistem wet sump.

Mesin yang dibuat di Affalterbach, Jer- man ini tersedia dalam dua pilihan. Keduanya menggunakan mesin V8 biturbo berkapasitas 3.982 cc sehingga perbedaan bukan dari jenis mesin, melainkan soal output tenaganya. Mercedes-AMG GLC 63 4MATIC+ dapat melontarkan hingga 476 dk dan 650 Nm, sedangkan GLC 63 S 4MATIC+ mencapai 510 dk serta torsi 700 Nm.

Dibekali dua mesin sekuat ini, keduanya diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 km/ jam dalam 3,8 dan 4,0 detik untuk masingmasing GLC 63 S 4MATIC+ dan GLC 63 4MATIC+. Membuatnya semakin beragam, kedua pilihan mesin ini juga tersedia dalam dua varian yakni SUV dan Coupe.

Hal istimewa lainnya adalah transmisi 9 percepatan yang cekatan sekaligus halus dalam perpindahan giginya. Ia juga memberikan sensasi perpindahan gigi lebih pendek sehingga terasa lebih menyenangkan. Untuk mentransfer tenaga sebesar itu ke aspal, GLC 63 mengandalkan sistem penggerak semua roda milik Mercy, 4MATIC+.

Sistem penggerak ini diklaim sangat pintar. Ia mengatur distribusi torsi ke poros depan dan belakang dengan lebih fleksibel. Bekerja untuk mengoptimalkan traksi dalam kondisi berkendara paling ekstrem sekalipun. Berefek pada cengkeraman melimpah saat bermanuver maupun akselerasi.

Akan sangat menarik jika nantinya Mercedes-AMG GLC 63 masuk ke Indonesia, apalagi ia dapat menjadi pemain tunggal di kelas ini. Namun, belum dapat dipastikan soal kehadirannya di Tanah Air. Mengingat ia baru saja me- langsungkan debutnya April 2017 lalu dan penjualan akan dimulai 16 Juni 2017 untuk pasar global.

Interior identik dengan AMG C 63

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.