TEST DRIVE: CHEVROLET TRAX LTZ AT

Penyegaran Compact SUV terkencang di Indonesia

Auto Bild Indonesia - - Content - 4Penulis: Aries Aditya Putra

Bisa dibilang, Chevrolet semakin berjaya dengan hadirnya Trax terbaru yang punya fitur dan juga tampilan segar. Apalagi, sampai saat ini belum ada rival di segmen Compact SUV yang mampu menandingi performanya.

Yup, hal itu kami buktikan berdasarkan data yang kami miliki. Honda HR-V 1.8 Prestige CVT sebagai pemain senior hanya sanggup mencatatkan waktu 10,5 detik saat berakselerasi dari 0-100 km/jam.

Mazda CX-3 yang punya kapasitas mesin paling besar di segmen ini bahkan hanya mampu mencatatkan waktu 9,6 detik untuk parameter yang sama. Sementara Trax, bisa berpuas diri dengan mencatatkan angka 8,9 detik.

Hal itu tentu berkat bantuan mesin Ecotec kapasitas 1.364 cc yang diusungnya. Mesin ini menggunakan teknologi forced

induction berupa turbocharger yang juga menjadi satu-satunya mobil di kelas ini yang menggunakan turbo. Mesin empat silinder segaris ini mampu menghasilkan tenaga 140 dk serta torsi besar di angka 200 Nm.

Namun, kami sedikit terganggu dengan turbo lag di mesinnya. Ke- tika kami injak pedal gas secara teratur memang empasan torsi bisa langsung terasa karena bisa dirasakan mulai putaran 1.850 rpm.

Namun, yang jadi masalah ketika kami sedang melaju konstan di kecepatan 40 km/jam misalnya, lantas seketika pedal akselerasi kami tekan dalam-dalam, nah di sini terdapat jeda atau lag tiupan udara ke ruang bakar.

Dari injakan pedal gas tersebut, ada jeda sekitar 2 detik hingga akhirnya mesin menyalurkan tenaganya melalui transmisi otomatis 6 percepatan ke roda depan dengan sempurna. Sayangnya, walau mobil ini punya fitur mode manual tiptronic pada transmisinya, tapi posisi tombol untuk mode manual tidak begitu ergonomis.

Posisinya ada di bagian kanan tuas transmisi. Jika awam terhadap Trax, setidaknya pengemudi harus melihat dulu bagian mana tombol untuk menaikkan gigi transmisi atau menurunkan gigi transmisi. Apalagi di tombol tersebut kami tidak menemukan adanya tanda yang bisa diraba untuk mempermudah.

Begitu juga tidak adanya lampu di tombol tersebut tentu akan menyulitkan ketika berkendara malam hari.

Tapi walau begitu, untuk akselerasi pertengahan Trax tetap lebih baik dibanding Honda HR-V. Ketika akselerasi dari kecepatan 60-80 km/jam sebagai simulasi mendahului kendaraan di tol dalam kota, Trax masih mampu meraihnya dalam waktu 2,2 detik saja. Angka ini lebih cepat dibanding HR-V 1.8 yang mencatatkan angka 2,3 detik.

Biasanya, kalau performa mumpuni akan bertolak belakang dengan efisiensi bahan bakarnya. Tapi tidak untuk Trax. Ia masih mampu mencatatkan konsumsi BBM di angka 13,1 km/l pada rute dalam kota. Sedangkan rute tol bisa meraih angka 17,5 km/l.

Selain kelebihan performa dan efisiensi BBM, yang kami suka dari Trax terbaru yakni berkat fiturfitur yang mempermudah peng-

gunanya. Trax kini dilengkapi dengan

smartkey. Hal ini tentu akan mempermudah penggunanya masuk ke mobil tanpa harus menekan tombol di remote kunci berkat fitur keyless entry. Cukup tekan tombol yang ada di gagang pintu untuk membukanya. Bahkan tidak hanya ada di pintu pengemudi, tombol ini tersedia di keempat pintu.

Selain itu, dengan harga Rp 305 juta di tipe tertinggi, Anda sudah bisa mendapatkan banyak fitur untuk menunjang ke- selamatan selama berkendara.

Sebut saja kontrol traksi serta kontrol stabilitas yang bisa membantu pengemudi supaya mobil kembali ke lajurnya ketika ada gejala melintir. Dan yang tidak kalah menarik, Trax juga dilengkapi Hill Start Assist dan Hill Descent Control. Walau di fitur terakhir sebenarnya tidak terlalu berguna untuk penggunaan dalam kota.

Dengan segala kelebihan yang dimilikinya, wajar saja bila sampai saat ini Trax masih percaya diri untuk bertarung di kelas Compact SUV.

Letak tombol transmisi mode manual kurang ergonomis

Mesin turbocharger yang bertenaga dan efisien

Walau mungil tapi bisa dongkrak kemewahan kabin

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.