AUTO FOCUS: BMW S1000SR

Sport adventorous

Auto Bild Indonesia - - Content -

Dalam dinasti roda 2 BMW (Motorrad), nama yang paling besar dalam lini produk adventure adalah GS. GS harum tak hanya di kompetisi reli Dakar, tapi juga di kepemilikan perorangan dengan lansekap pemakaian yang sangat luas di seluruh dunia.

Nah, motor yang Anda lihat ini bukan GS, melainkan S 1000 XR. Keduanya memiliki 1 kesamaan yaitu sama-sama berjenis adventure yang terjemahan bebasnya adalah motor untuk bertualang. Terlihat dari perawakan yang semampai dengan

ground clearance tinggi. Begitu juga kakikaki kekar untuk menghantam batu dan posisi duduk tegak namun rileks. Tipikal motor yang selalu siap untuk dipacu di beragam medan. Sebut saja aspal, berbatu, pasir hingga tanah berlumpur yang ada di daerah terpencil.

Lantas apa yang menjadi pembeda S 1000 XR dari serial GS? Tentu saja, sumber tenaganya. S 1000 XR mengadopsi mesin 4 silinder segaris milik S 1000 RR yang notabene sportbike murni. Sementara GS yang paling mewah - R 1200 GS Adeventure, memakai unit 2 silinder dengan konfigurasi boxer. Di titik ini, mulai jelas terlihat betapa S 1000 XR adalah sosok yang lebih temperamen untuk di- tantang beradu kencang.

Jika R 1200 GS melecut maksimal di tenaga 125 dk, S 1000 XR bisa mencapai 160 dk. Itupun sudah ‘diperlunak’ karena saat menempel di rangka S 1000 RR, mesin ini bisa meraih 198 dk secara instan. Tapi memang S 1000 XR meraih tenaga sebesar itu di putaran lebih tinggi. Tepatnya di 11.000 rpm yang tentu jadi tidak terlalu luwes saat ‘stop and go’ atau merayap di medan off-road.

Dan itu lah yang kami rasakan. Motor ini besar, tinggi dan berat. Postur tester yang tergolong rata-rata Asia, 168 cm, harus jinjit cukup tinggi saat motor ini ber-

henti. Lalu ditambah bobot yang mencapai 228 kg, menaklukkan motor ini di kemacetan Jakarta adalah sebuah perjuangan.

Itu saja? Tentu tidak. Tuas kopling yang sangat berat plus hawa panas yang menjalar dari mesin ke arah paha sukses menambah penderitaan kami. Sesaat kami iri melihat ekspresi pengendara Toyota Calya yang melaju santai dengan kenyamanan ruang ber-AC.

Namun semua ujian itu berakhir ketika S 1000 XR menemui jalan lengang. Tenaga mesin yang sangat besar itu seperti meledak tiba-tiba saat putaran mesin melewati 7.000 rpm. Motor ini seperti mengajarkan kami, jika ingin gas penuh, pastikan tangan dan punggung stand by untuk menahan beban. Dorongannya sangat kuat. Full throttle dengan sedikit memainkan kopling, ban depan mudah terangkat ( wheelie) dan itu jelas menuntut konsentrasi penuh.

Oh ya, S 1000 XR dilengkapi fitur transmisi HP Shift Assistant Pro. Rumitnya cara kerja justru menghasilkan aplikasi yang sederhana. Intinya Anda bisa menaikturunkan gigi ( shifting) tanpa menarik tuas kopling. Dan mesin menjaga kehalusan perpindahannya dengan menaikkan putaran secara otomatis saat turun gigi ( shift down) agar motor tidak terlontar.

S1000 XR memiliki 3 pilihan mode berkendara yaitu Rain, Road dan Dynamic. Rain untuk penyaluran tenaga yang lebih smooth sementara Dynamic adalah set di mana Anda mengerahkan semua potensi yang ia punya. Kami lebih suka pilih Road yang moderat.

Motor adventure umumnya punya suspensi empuk yang nyaman untuk jalan jelek. Namun S 1000 XR sedikit berbeda. Bantingannya cukup keras karena karakternya yang memang lebih dinamis. Tapi ini jadi konsekuensi positif pada

handling aspalnya. Kendati jangkung, tapi menikung rebah adalah hal yang mantap ia lakukan. Barulah ketika ketemu permukaan kasar atau berbatu, ia jadi sedikit kikuk dan berguncang.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.