Desain

Auto Bild Indonesia - - Road Test -

Meski berbeda spesies, kedua mobil ini memiliki bahasa desain serupa. Terlebih soal fascianya yang didominasi grill besar berhias lampu utama LED tiga titik khas Lexus kontemporer. Pun begitu ketika daytime running lights (DRL) menyala, seakan menegaskan identitas mobil yang mengenakan emblem L ini.

Garis bodi RX dibuat lebih tegas untuk mendongkrak kesan tangguh mewakili sebuah SUV. Bagian paling menarik darinya adalah siluet atap yang merunduk. Pilar C berlapis kaca menguatkan kesan atap mengambang sehingga tampilan futuristis juga berlanjut ke bagian belakang.

Berbeda dengan RX, GS lebih mengedepankan sosok seorang yang bersahaja lewat desainnya. Setelah diperhatikan lebih mendetail, kami merasa GS punya garis bodi yang lebih lembut dibanding RX. Ia berhasil tampil elegan sekaligus sporti di lain sisi. Buritan adalah salah satu yang paling menarik perhatian dari GS. Berkat lampu belakang LED 3 lapis, ia juga terlihat futuristis tanpa harus berlebihan.

Keunikan juga tertuang di bagian interior keduanya. Lexus RX menggunakan tata ruang yang lebih berkesan modern jika harus dibandingkan dengan GS. Dasbor melandai dirasa menunjang visibilitas ke depan meski berada pada posisi mengemudi terendah. Lengkap dengan head unit berukuran 12,3 inci berdiri tegak di tengahnya. Membuatnya makin istimewa adalah panoramic dan sunroof berukuran besar yang membentuk nuansa lebih luas.

Berbeda dengan GS yang mengusung tata ruang klasik ala Lexus. Desain yang digunakan tergolong lebih konservatif saat dikomparasi. Ia hanya dibekali sunroof berukuran sedang ditambah head unit tertanam di dalam dasbor.

Desain interior GS terasa lebih moderat

Sementara RX mengandalkan desain futuristis bertingkat

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.