ROAD TEST: DUEL TIGA “GTI”

Audi Q3 2.0 TFSi vs Mini Cooper S Countryman All4 vs MercedesBenz GLA 220 4Matic

Auto Bild Indonesia - - CONTENT - 4Penulis: Joachim Staat & Berend Sanders 4Alih Bahasa: Stefanus Yoga & Danang Wasito

MINI adalah mobil yang sangat menyenangkan. Ia sedari dulu berbakat punya handling yang sangat tajam dan itu juga terjadi pada produk SUV-nya ini.

Audi, di awal agak susah mencari keunggulan komparatifnya. Namun kilaunya mulai terlihat ketika mesin turbo modernnya itu beraksi, responsnya singkat dan mendukung pengemudi untuk mendapat keasyikan berkendara.

Kemudian muncul Mercedes-Benzdengan GLA 220. Ia berak- selerasi 0-100 km/jam dalam 7,2 detik dan melesat seperti anak panah lepas dari busurnya, meliuk indah seolah didoping dengan mesin berspesifikasi GTI.

GTI? Ya, sungguh, karena trio uji kami tidak jauh dari citra ideal sebuah hatchback kompak dengan citarasa sporti. Biasanya orang me- nyebut citra hatchback kompak nan sporti itu dengan sebutan GTI. Volkswagen berhasil mengejawantahkan citra GTI itu melalui Golf GTI yang karismanya besar karena kekencangannya.

Audi Q3, Mercedes-Benz GLA dan MINI Countryman memiliki kapasitas mesin 2.000 cc empat

silinder yang sama dengan kelas GTI. Hanya saja, sedikit dijinakkan secara elektronis pada rentang tenaga 180 hingga 192 dk.

Ketiganya punya sistem penggerak all wheel drive dan transmisi otomatis yang hampir bekerja sangat dinamis, untuk itu kami langsung fokus pada bagian kemudinya.

GLA memiliki ketinggian kursi 55 sentimeter yang artinya lebih tinggi daripada rival. Di bagian dalam, pengemudi duduk di belakang kemudi yang tegak lurus, dikelilingi monitor berdesain floating dan kisi AC khas Mercedes-Benz.

Ada kesan ambivalen di sini. Jok belakang terasa sempit dan sistem peredaman kabinnya buruk. Di sisi lain, hanya ia yang sudah dilengkapi knee airbag dan Command Online yang paling modern (dengan tambahan 3.522 euro atau Rp 56,5 juta).

Hal tersebut membuat Audi, selain kualitas pengerjaannya yang hebat, menjadi mobil yang sangat hening. Lalu jika Anda mencari rasa SUV yang sebenarnya, Anda akan menemukan jok sport lebar, layar monitor paling tajam, dan layar yang dapat bersembunyi ke dalam dashboard, setinggi 65 cm.

Audi yang berusia paling tua saat ini dan penerusnya akan muncul pada 2018 nanti, tidak memiliki

peringatan tabrakan atau radar jarak jauh di mobil.

Penderitaan berlanjut lebih jauh. Atap miring menghabiskan ruang di bagian belakang, serta membuat pemuatan barang ke bagasi menjadi tidak praktis.

Apresiasi sebagai SUV mewah secara mengejutkan diberikan kepada MINI. MINI dikenal punya ruang sempit. Tapi dengan nama Countryman sebagai tambahan, membuat pemilik MINI tradisional tercengang.

Ia juga satu-satunya yang dibekali dengan jendela di atap untuk memberikan panorama terbaik - pembelinya bisa menghemat dengan tidak dibebankan oleh kamera parkir yang mahal.

Dengan sopannya, MINI memberikan pintu yang tinggi, dimana ibu Anda akan menyukainya. Sandaran kursi yang dapat dinaikturunkan, dan lebih dari itu, ruang kaki juga cukup memadai untuk menjaga sepatu yang telah disemir.

Sayangnya, para perancang tidak bisa mengubah hal yang merepotkan, yakni lingkaran krom untuk menekan tombol di konsol tengah terlalu jauh ke bawah.

Protes datang untuk bagian belakang tepat setelah Countryman pergi. Bukan karena merupakan SUV terkuat yang punya 192dk, melainkan dari suara knalpot buatan yang berasal dari speaker.

Agak terganggu oleh spek transmisi sportnya (240 euro ekstra atau sekitar Rp 37,6 juta). Ini sama artinya dengan Countryman malah membiarkan diskredit datang kepadanya.

Suspensi itu kaku dan travelinya pendek, tidak sesuai dengan karakter SUV yang butuh kaki luwes untuk menjaga traksi di jalan jelek.

Kami justru mereko mendasikan suspensi standar atau peredam yang bisa disesuaikan meski dengan tambahan harga 500 euro atau sekitar Rp 7,9 juta. Dengan itu, Anda akan mendapat rasa kedamaian yang sama dengan transmisi otomatis 8 percepatannya yang terkenal handal itu.

Konverter MINI mentransmisikan setiap posisi dengan ketenangan yang nyaman. Beda dengan Stronic Audi yang terkadang masih menyisakan jeda.

Lantunan suara di Q3 ditentukan oleh mesin bensinnya yang legit,

dengan stabilitas yang luar biasa, mencitrakan kematangan sebuah SUV. Mesin ini mampu berkitir di 6.500 rpm!

Set suspensi yang bisa disesuaikan (tambahan 980 euro atau setara Rp 15,7 juta) telah membawa Audi yang sebelumnya sangat keras, pada hari-hari tuanya ini kini terasa sopan.

Dia bukan lagi suatu keajaiban yang menghibur. Audi yang bisa dibilang paling menyenangkan, juga karena andil mode berkendara Dynamic yang sama responsifnya dengan MINI.

Seperti kesan fashionable yang melekat pada GLA, dan akomodasi penumpangnya, ia mengejutkan dengan karakter yang berbeda dan tak terduga.

Terutama di suspensi adaptif yang berada di mode Comfort (dengan biaya tambahan 1238 euro atau Rp 19,4 juta) menahan bobot SUV secara merata. Ia juga terasa lembut di atas jalanan yang tak ramah, didukung rasa kemudi yang sekarang bisa ditolerir, dan terasa berlimpah.

GLA adalah mobil yang memberikan hal utama pada kenyamanan. Mesin bensin turbo kembali berjalan sedikit lebih bergelora daripada Audi dan MINI. Transmisi kopling gandanya di mode Sport, beralih dari kelesuan menjadi responsif mengikuti kemauan pengemudi.

Bobotnya pun ringan (1,566 kg) sehingga di jalanan mampu berlari kencang dan efisien dengan konsumsi 12,3 km/l lagi-lagi membuatnya mendominasi.

Cukup mengejutkan adalah value for money MINI yang impresif. Bukan karena harganya yang termurah (31.900 euro atau Rp 500,4 juta), tapi juga melalui garansi tiga tahun dan interval perawatan yang lebih lama. Cooper S hanya melakukan servis setiap dua tahun sekali, GLA 220 bisa setiap tahun.

Dan jika kesenangan dengan pertarungan GTI di atas tanah harus diakhiri, Countryman memiliki nilai akhir tertinggi. Asalkan pembelinya tidak melakukan penambahan banyak aksesoris opsional. u

Audi Q3 2.0 TFSI quattro

180 dk • 11,3 km/l • 37.050 Euro (Rp 589 jutaan) MINI Cooper S Countryman All4 192 dk • 12,3 km/l • 31.900 Euro (Rp 507 jutaan)

Mercedes GLA 220 4Matic

184 dk • 12,3 km/l • 37.146 Euro (Rp 591 jutaan) Berpenggerak empat roda, kapasitas mesin 2.000 cc, transmisi otomatis. Komposisi itu

hadir pada Audi, MINI, dan Mercedes-Benz

Rasanya cukup disayangkan pengaturan posisi setir yang kurang maksimal

Kokpit ditemani monitor yang bertengger di tengah dasbor. Layout sedikit berubah dengan posisi tombol pengaturan AC yang lebih ke bawah

Audi Q3 2.0 TFSI quattro

Teknologi Q3 mulai terasa uzur dan saatnya untuk berbenah diri.

Mercedes GLA 220 4Matic Ini sebuah A-Class? Bukan, tapi GLA, Ia memiliki postur lebih tinggi 6 sentimeter dibanding A-Class. Sayang Mercedes-Benz belum bisa selincah MINI.

Audi memiliki kapasitas bagasi sangat luas, dan saat jok baris kedua dilipat untuk memberi ruang tambahan, pelipatannya tidak rata dengan lantai bagasi. Apakah ini tawaran terbaik?

Performa mesin seolah sama dengan mesin bertenaga antara 156 dk dan 211 dk: GLA 220 berada di celah tersebut

Audi memiliki jok pengemudi yang bagus

Baris kedua di GLA 220 terasa biasa saja

Spidometer kompak, dengan perangkat hiburan monitor yang dibingkai ‘cincin’ krom besar. Anda bisa mengetahui informasi dengan jelas.

Sejak ia dilahirkan, MINI memiliki posisi duduk yang pendek. Apakah MINI tidak mendengar keluhan kami selama ini?

Kami suka dengan ruang kaki bangku belakang MINI Countryman yang lebih lega

Kapasitas bagasi luas, dengan tiga kursi penumpang yang bisa dilipat rata

Emblem S berwarna merah menegaskan jika MINI bertenaga 192 dk berada di antara MINI Cooper dan MINI JCW (136 dk dan 231 dk)

Kompak SUV berkemampuan akselerasi 0-100 km/jam 7 detikan

Ketiganya memiliki desain fascia yang sangat khas

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.