Desain

Auto Bild Indonesia - - ROAD TEST -

Honda Brio RS sebagai varian flagship dari klan Brio tampil total. Ia dibekali lampu proyektor, meski masih gunakan bohlam halogen. Bagian bumper juga tampil agresif dengan lekukan yang melebar hingga samping.

Hal yang sama juga ada pada Sirion, ia mengandalkan proyektor dan tampil sama atraktifnya dengan Brio RS jika dilihat dari fascia. Bumpernya punya dimensi lebar dengan panel hitam yang besar.

Spark punya pendekatan berbeda dari kedua rival Jepangnya. Ia satu-satunya yang punya proyektor dan DRL LED. Sementara kesan elegan muncul dari lis krom tipis di sekujur rumah foglamp serta airdam pada bumper depan. Belum lagi pembuka pintu baris kedua yang seakan menyatu dengan pilar kaca, membuatnya terlihat semakin rapi.

Hal positif yang kami suka di bagian samping Brio RS ada pada peleknya. Dengan menggunakan ring berdiamater 15 inci rasanya sangat pas bersanding dengan desain dan kelir dual tone warna gelap.

Ini berbanding terbalik dengan pelek milik Spark. Dimensinya yang hanya 14 inci terlihat kurang proporsional. Tak hanya itu, menurut kami desainnya juga terasa kurang menggugah. Beruntung, Sirion menjadi satu-satunya kontestan yang menggunakan lampu LED di bagian belakang. Ditambah mika yang berwarna bening, semakin terlihat atraktif.

Berlanjut ke bagian dalam. Dasbor Brio RS mirip dengan keluarga Honda lainnya seperti Mobilio. Ia satu-satunya yang menggunakan AC model digital. Selebihnya, Brio RS masih menyajikan desain lama tapi dengan balutan warna hitam.

Spark punya desain dasbor yang sederhana, mewah dan rapi. Ada beberapa detail yang dilapisi krom di pinggiran spidometer serta piano black finish yang menyelimuti layar monitor dan kisi-kisi AC.

Tak ada yang mengesankan saat masuk ke interior Sirion. Desain dasbornya kurang menggugah, ditambah lagi kualitas materialnya menurut kami terasa kurang solid. Misalnya, kenop AC yang sedikit goyah saat diputar.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.