Kenyamanan

Auto Bild Indonesia - - ROAD TEST -

Me ski poin kenya mana n bukan hal yang paling dicari dalam kelas Small Hatchback, tetap harus jadi pertimbangan. Pasalnya, mobil di kelas ini biasanya digunakan untuk mengakomodir transportasi harian.

Brio RS punya bantingan suspensi yang paling kaku di sini. Ia jelas tidak nyaman seperti saat melewati jalan berlubang atau kontur berbatu. Penumpang akan cukup terguncang.

Sirion punya bantingan agak kaku meski tidak sekaku Brio RS. Karena lebih lembut, guncangan dan body roll akan terasa saat mobil dipacu cepat di tikungan. Nah, Spark punya keunggulan di sini. Walau handlingnya oke, tapi bantingan suspensi masih mampu memberi kenyamanan optimal pada penumpang.

Transmisi CVT yang digunakan oleh Brio RS dan Spark turut meningkatkan poin kenyamanan. Pasalnya, transmisi tersebut bekerja tanpa ada jeda perpindahan gigi sehingga terasa halus saat berakselerasi. Hanya Sirion yang masih andalkan transmisi otomatis konvensional. Sayang, ketika gas di- kick down masih terasa perpindahan gigi yang berjeda dan mengurangi kenyamanan.

Posisi mengemudi di Brio RS dan Spark terasa mirip. Masing-masing punya posisi duduk yang rendah, sehingga terasa lebih rileks. Beda dengan Sirion yang punya posisi paling sigap, meski punya keuntungan soal visibilitas berkendara paling luas.

Bicara soal kenyamanan penumpang. Sirion punya legroom paling lega di antara para lawannya. Sayangnya, headrest Sirion sama dengan Brio RS yang punya desain menyatu yang membuatnya jadi kurang bisa mengikuti ragam postur penumpang.

Headrest Brio RS menyatu, mengurangi faktor kenyamanan

Meski tidak selega Sirion, Spark punya pengaturan headrest

Sirion punya legroom paling lega

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.