BUYER’S GUIDE: HARGA MOBKAS TERKINI

Dampak hadirnya Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero

Auto Bild Indonesia - - CONTENT - 4Penulis: Ivan Casagrande Momot

Pasar mobil bekas (mobkas) jenis Low MPV seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, dan Honda Mobilio masih jadi primadona. Alasannya sederhana, konsumen Indonesia butuh mobil multifungsi dengan tiga baris tempat duduk yang sanggup membawa hingga 7 penumpang.

Pergerakan harga mobkas Low MPV saat ini seru dicermati. Ini karena hadirnya dua pemain baru, yaitu Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero S. Pertanyaan utamanya adalah apakah kemunculan kedua mobil ini mempengaruhi harga jual mobkas Low MPV.

“Untuk saat ini pergerakan harga mobil bekas Low MPV belum terlalu kelihatan. Soalnya, Mitsubishi Xpander belum memulai pengiriman. Biasanya orang baru menjual mobil lamanya setelah mendapatkan mobil baru atau dekat waktu pengiriman mobil,” ujar Edward Kilian Suwignyo, Chief Marketing Officer OLX.co.id.

Menurut penelusuran Auto Bild, Mitsubishi Xpander ditargetkan akan diterima konsumen paling cepat Oktober 2017. Ini untuk konsumen yang memesan Xpander pada 10-24 Agustus 2017. Sampai akhir Agustus 2017, tercatat sudah 11.000 unit Xpander yang dipesan konsumen.

Dengan angka penjualan yang besar ini membuat Xpander menjadi faktor utama yang akan mem-

pengaruhi harga mobkas Low MPV hingga akhir 2017. Soalnya, penjualan Confero dan Confero S tidak sebesar Xpander. Usai pameran GIIAS 2017 kedua mobil tersebut hanya terjual 624 unit.

Koreksi harga di beberapa model

Penelusuran Auto Bild di beberapa sentra mobkas di Jakarta menemukan beberapa Low MPV bekas harga jualnya terkoreksi. Namun, ada juga yang tidak terpengaruh atau stabil.

“Untuk beberapa model seperti Suzuki Ertiga dan Nissan Grand Livina harganya memang cukup terpengaruh dan turun,” ujar Ir- pan dari showroom mobkas Aprilia Mobilindo, Pasar Lama, CileungsiCibubur. Ia mencontohkan, harga Suzuki Ertiga GL MT 2015 kini harganya Rp 120-135 juta. Padahal sebelumnya ia berani buka harga Rp 140-150 juta.

Hal serupa juga disampaikan oleh Akiong dari Fit Mobilindo, Cibubur Point Automotive Center. “Hadirnya Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero, membuat kita memang harus menyesuaikan harga Low MPV yang ada. Paling turun ya memang di Nissan Grand Livina.”

Akiong mengatakan bahwa Nissan Grand Livina 1.5 Ultimate AT 2010 kini ia tawarkan Rp 108 juta. Padahal sebelumnya ia berani buka harga Rp 112-115 juta. “Livina memang sepi peminat. Untungnya paling hanya Rp 3-5 juta. Jadi harga Rp 108 juta tadi masih bisa turun sampai Rp 102 juta,” tambah Akiong.

Duet maut tetap stabil

Walau begitu, masih ada Low MPV bekas yang saat ini harga jualnya belum terpengaruh. Anda tentu bisa menebaknya. Yup, siapa lagi kalau bukan “duet maut” Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia.

“Saya ambil contoh Avanza 1.5 G atau 1.5 S tahun 2010 harganya masih stabil di Rp 105-110 juta. Bahkan untuk Avanza G 2015 kisarannya Rp 140-150 jutaan. Pokoknya Avanza- Xenia penyusutannya masih tetap di Rp 5 juta per tahun,” samber Irpan dengan semangat. Hal senada juga disampaikan oleh Akiong.

Avanza dan Xenia sudah sejak lama menjadi primadona di pasar mobkas. Populasi yang banyak dan demand yang tinggi membuat harga jual keduanya relatif stabil dan mudah dijual oleh para pedagang.

Namun, bukan berarti enggak bakal mengalami penurunan harga di masa depan. Pasalnya, banyak konsumen yang masih belum mau melepas Avanza atau Xenia miliknya. Mereka masih menunggu untuk melihat keunggulan atau kelemahan Confero dan Xpander.

Jadi ini baru gertakan awal saja. u

Untuk beberapa model seperti Suzuki Ertiga dan Nissan Grand Livina harganya memang cukup terpengaruh dan turun

nyusutan harga Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia masih tetap Rp 5 juta per tahun

Belum nampak pergerakan penurunan harga mobkas Low MPV di situs jual beli online

Konsumen masih menahan diri menjual mobil lamanya

Sepi peminat, harga Grand Livina 1.5 Ultimate AT 2010 bisa turun sampai Rp 102 juta

Avanza dan Xenia masih menjadi primadona di pasar mobkas. Tak heran harga masih stabil

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.