92 TEMPLE OF THE RED DOT

Auto Expert - - Snapshot - Teks & Foto: MAHAENDRA GOFAR

Menelusuri hubungan antara fotografi dan dunia otomotif

LEICA ADALAH PERUSAHAAN BERLOGO TITIK MERAH YANG MEMPRODUKSI KAMERA PREMIUM. LOGO TITIK MERAH INI DI JERMAN SENDIRI BOLEH DIBILANG SETARA DENGAN LOGO BINTANG TIGA DARI STUTTGART, EMPAT CINCIN DARI INGOLSTADT, DAN PROPELER DARI MUNICH. TAPI, APA HUBUNGANNYA DUNIA FOTOGRAFI DENGAN DUNIA OTOMOTIF? SILAKAN SIMAK PERJALANAN KAMI BERIKUT.

BERKAT bantuan dari Leica Camera Asia Pasific, saya berkesempatan berkunjung ke Leitz Park, markas baru Leica Camera AG, beberapa waktu lalu. Markas tersebut terletak di sebuah kota kecil bernama Wetzlar, kurang dari sejam perjalanan dari kota Frankfurt, Jerman.

Matahari tengah hari terasa cukup terik ketika itu, walau pun suhu di luar masih menunjukkan belasan derajat Celcius. Setelah 40 menit perjalanan dari Frankfurt ditempuh melalui Autobahn, etape terakhir yang harus ditempuh melalui jalan desa. Jalan desa menuju Wetzlar cukup lengang. Satu dua kali terlihat traktor melintas, menyeberangi satu ladang ke ladang lainnya.

Kira-kira 10 menit kemudian, terlihat plang kuning batas kota “Wetzlar, Lahn-Dill-Kreis” dengan deretan kawasan industri ringan. Pada bundaran pertama memasuki kawasan tersebut, sebuah bola dunia raksasa setinggi 5 meter menyambut para pengunjung sekaligus menandai jalan masuk ke kawasan Leitz Park.

Sesaat kemudian terlihat pelataran parkir Leitz Park yang cukup kosong. Sebagian besar pelat nomor mobil berasal dari luar kota. Beberapa bahkan dari negara tetangga seperti Perancis, Austria dan Italia. Di depan gedung utama Leitz Park terlihat tiga Audi A6 model terbaru diparkir di tempat dengan label “Vorstand” atau Dewan Direksi. Tidak heran karena beberapa tahun terakhir ini Leica banyak bekerja sama dengan pabrikan mobil asal Ingolstadt ini.

Kerja sama Leica dengan Audi berawal di tahun 2010. Ketika itu Walter da Silva, Chief Designer Volkswagen Group (yang mencakup berbagai merk seperti Porsche, SEAT, Skoda, Bentley, Lamborghini, Bugatti dan Audi), beserta tim dari Audi Design menginterpretasi ulang rancangan kamera Leica M9. Desain ini diwujudkan dalam bentuk Leica M9 Titanium. Hanya 500 unit dari kamera berlapis titanium ini diproduksi sebagai edisi khusus.

Setelah itu di tahun 2013, Audi Design turut andil dalam styling kamera pocket Leica C. Akan tetapi kolaborasi terbesar antara Audi dan Leica adalah dalam pengembangan kamera mirrorless terbaru, Leica T. Kamera ini merupakan

tonggak baru dalam sejarah Leica, yakni pengembangan konsep yang sama sekali baru.

Sejalan dengan konsep dan core competence Audi, Leica T dirancang menggunakan frame unibody yang dipotong dari satu blok aluminium utuh. Leica T diproduksi di Wetzlar, dalam pabrik baru di Leitz Park yang khusus dibuat untuk produksi kamera tersebut.

Seluruh kompleks Leitz Park seluas 27.000 m2 ini mencakup museum, ruang pameran, toko Leica, studio foto, pabrik dan kantor di mana 700 karyawan Leica bekerja. Elemen desain paling jelas merujuk ke Leica masa lalu dan sekarang adalah bagian luarnya, yang berbentuk seperti lensa. Atau, bahkan mungkin seperti rol film 35 mm apabila dilihat bangunan kompleks Leitz Park ini secara keseluruhan.

Memasuki gedung utama Leitz Park serasa memasuki museum desain. Sangat Jerman, tentunya. Arsitekturnya modern dan fungsional, merajuk ke style Bauhaus-nya Walter Gropius. Di lobby telah menunggu Holger Thurm, Head of Corporate Communications untuk membawa kami keliling kompleks ini. Secara kebetulan, ternyata Holger juga pernah bekerja untuk Volkswagen AG di Wolfsburg beberapa tahun silam.

Ruang pameran utama saat ini sedang menggelar “10×10 Exhibition” yang menampilkan karya 10 fotografer yang kariernya sedang lepas landas seperti

Dominic Nahr, Julia Baier, dan Evgenia Arbugaeva. Juga dipamerkan di galeri utama adalah “36 Aus100,” pilihan dari 36 foto ikonik dari 100 tahun Leica, serta menampilkan model kamera Leicahistoris yang digunakan oleh fotografer.

Di belakang ruang pameran utama terdapat pintu masuk ke sebuah lorong panjang sinematik yang memberikan pengunjung sekilas ke lantai pabrik. Pengunjung dapat melihat berbagai pekerjaan yang sedang dilakukan, dari perakitan lensa sampai inspeksi akhir kamera. Setiap jendela memiliki layar sentuh yang menyediakan informasi tambahan tentang proses pembuatan kamera Leica, yang semuanya hand made buatan Jerman.

Mungkin tampak bahwa arsitektur Modernisme tidak berdampak banyak pada eksterior bangunan. Bangunan ini sebetulnya memanfaatkan kemajuan teknologi baru, jelas Holger. Seperti penggunaan bahan yang memungkinkan bangunan menjadi ‘hijau’ dan efisien. Air hangat bersuhu 22° C mengalir melalui pipa-pipa di dinding, langit-langit, lantai, dan kolom, mendinginkan gedung di musim panas dan memanaskannya di musim dingin. Hal ini, dikombinasikan dengan pipa geothermal di bawah tempat parkir dan panel foto voltaik di atap memungkinkan Leitz Park menghasilkan sebagian besar listriknya sendiri secara berkelanjutan.

Pada akhir tur kompleks, sebagai tujuan utama, kami dipersilakan untuk mengunjungi lantai pabrik perakitan. Perakitan kamera dan lensa Leica dilakukan

Di belakang ruang pameran utama terdapat pintu masuk

ke sebuah lorong panjang sinematik yang memberikan pengunjung sekilas ke lantai

pabrik. Pengunjung dapat melihat berbagai pekerjaan

yang sedang dilakukan

dalam kawasan clean room untuk menghindari kontaminasi debu dan partikel lainnya. Kami pun diharuskan memakai overall serta tutup kepala, dan memakai sepatu khusus sebelum memasuki ruang perakitan.

Di sinilah berbagai kamera dan lensa Leica dirakit. Satu jalur produksi merakit kamera medium format Leica S, sebelahnya jalur kamera rangefinder Leica M and M-E, dan di belakangnya beragam lensa M. Saat kunjungan sore itu memang sebagian besar karyawan sudah pulang (produksi satu shift saja), tetapi satu jalur produksi tetap bekerja, yakni jalur Leica T, produk terbaru keluaran Wetzlar. Tentunya untuk memenuhi daftar pesanan yang sudah menumpuk.

Kebetulan kamera kami adalah Leica T juga, jadi cukup menarik melihat bagaimana kamera tersebut ‘dilahirkan’. Sebagian besar dari pekerja jalur Leica T ini adalah wanita. Hal ini kerap ditemui di pabrik elektronik dan komponen presisi lainnya. Konon pekerja wanita lebih telaten dan cekatan untuk pekerjaan presisi seperti ini.

Usai tur pabrik, kami langsung menuju Café Leitz di halaman Leitz Park, tepat di depan pintu utama. Di sana Stefan Daniel, Product Manager Leica Camera AG, telah menunggu dengan

secangkir kopi dan Leica T miliknya. Stefan sudah berkarier selama 30 tahun di Leica, berawal dari magang di departemen mekanika presisi, ia pindah ke bagian servis dan reparasi menjadi mentor terpercaya. Akhirnya menjabat di posisi kunci dalam pengembangan produk-produk konsumen Leica. Kami membahas Leica dan kerja sama dengan Audi Design, serta berbagi pengalaman manggunakan Leica T.

Tidak terasa hari sudah semakin larut. Cangkir-cangkir kopi kosong menemani dua Leica T di meja. Setelah mengambil foto bersama di depan gedung utama dan berpamitan dengan Stefan dan Holger, hanya tinggal satu hal yang masih harus dilakukan di Temple of Worship ini. Mengunjungi butik Leica!

Special thanks to Sunil Kaul and Gracia Yap at Leica Camera Asia Pacific, and Stefan Daniel and Holger Thurm at Leica Camera AG.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.