ALL NEW MAZDA2

Auto Expert - - Content - Teks & Foto: ADITYA P SIREGAR

Anda melempar sesuatu tepat sasaran sambil menunggang kuda? Saya sudah pasti tidak bisa. Dijamin pasti meleset atau salah sasaran. Lebih parah, bisa saja jatuh gara-gara keseimbangan terganggu dan mempermalukan diri sendiri.

Bagi kita, skill model begitu jelas tidak penting. Tetapi bagi mereka yang menekuni seni terkait berkuda jelas sangat penting. Seni seperti Yabusame, permainan memanah asal Jepang dilakukan sambil berkuda. Mulai muncul pada era Kamakura (1185 – 1333), saat ini Anda bisa menyaksikan pertunjukan Yabusame di beberapa daerah seperti Kamakura dan Kyoto, Jepang.

Selain keterampilan berkuda dan memanah, butuh harmonisasi antara kuda dan penunggangnya agar dapat menguasai Yabusame sepenuhnya. Harus menyatu dan saling percaya. Dalam bahasa Jepang, ini disebut jinba-ittai. Artinya, “Horse and Rider as one”.

Dalam 100 tahun terakhir, fungsi kuda sebagai tunggangan maupun simbol status pria pun sudah dialihkan ke sepeda motor atau mobil. Akan tetapi, hal ini tidak lantas membuat spirit jinba-ittai menjadi luntur. Untuk mendapatkan kesenangan berkendara, Anda harus merasa menyatu dengan mobil.

Yakin bahwa mobil akan berbelok sesuai pergerakan tangan Anda pada kemudi. Percaya akan berhenti tepat pada waktunya ketika pedal rem diinjak. Juga yakin mobil akan berada pada jalurnya saat dipacu.

Umumnya, fokus pada unsur kesenangan berkendara hanya diperhatikan ketika memproduksi sports car. Untuk kategori lain, agak boleh diabaikan. Fokus kepada esensi lain masing-masing kategori. Siapa butuh unsur fun-to-drive dalam MPV, misalnya. Karena akan mubazir, menghadirkan efek samping dan berpengaruh pada biaya pengembangan dan produksi.

Tetapi, bukan berarti jinba-ittai hanya berlaku pada unsur fun-to-drive. Dalam definisi lebih luas, “oneness between car and driver” dapat diartikan sebagai kesenangan sepanjang perjalanan. Juga mobil yang dapat memberikan rasa nyaman dan ketenangan batin.

Inilah yang dilakukan oleh Mazda. Tak hanya menerapkan Jinba-Ittai pada sports car MX-5, baru launching di Paris Motor Show. Tetapi juga pada AllNew Mazda2 yang kami coba akhir Agustus silam di Hokkaido, Jepang.

“Dengan konsep Jinba-ittai kami ingin para konsumen merasakan hubungan yang baik dengan All-New Mazda2 di kehidupan sehari-hari mereka, seperti ketika mereka berpergian mengunjungi keluarga dan teman-teman,” sebut Kengo Fukushima, Deputy Program Manager All-New Mazda2.

Lebih jauh, filosofi ini pun diterjemahkan sebagai basis rancang-bangun untuk menghadirkan karakter pengendaraan sangat halus. Hingga ke detail-detail kecil seperti ayunan kepala saat akselerasi dan deselerasi. At the end, bertujuan menghadirkan Mazda2 sebagai “The ultimate Jimba-Ittai between car and driver for daily use”.

Dan semua ini bukanlah gertak sambal. At least ketika kami menguji-coba Mazda2 di Sirkuit Tokachi,

Jepang. Begitu membuka pintu dan duduk di dalam, Anda akan langsung merasa menyatu dengan kabin. Terlihat dan terasa, All-New Mazda2 hadir dengan kualitas interior di atas rata-rata kelasnya. Tidak sulit melihat darimana tim desainer interior Mazda2 mendapatkan inspirasinya. Tebakan Anda betul, Mercedes-Benz.

Posisi duduk pun nyaman, salah satu syarat membuat pengemudi ‘menyatu’ dengan mobil. “Mazda2 terasa nyaman dikemudikan dalam jarak jauh,” ucap Ayumu Doi, Program Manager All-New Mazda2. Salah satu rahasianya, menggeser posisi pedal gas dan rem digeser 20 mm ke kanan dan mengganti desain pedal gas dengan bentuk pedal organ.

Acara test drive sendiri dibedakan dalam dua sesi. Ada sesi sirkuit dan sesi rute menyerupai jalan raya. Pada sesi jalan-raya inilah filosofi jinba-ittai ala Mazda2 terasa betul. Terlepas g-force muncul sepanjang rute, entah akselerasi, deselerasi, maupun menikung, tubuh Anda praktis tidak tergoyang.

Pada rute inilah, teknologi baru SKYACTIVCHASSIS melakukan tugasnya dengan baik. Body-roll relatif minim, sementara ayunan suspensi terbilang lembut. At a glance, terasa bahwa Mazda2 memiliki karakter pengendaraan terbaik di antara compact hatchback.

Untuk mesin, All-New Mazda2 dibekali unit SKYACTIV-G baru 1,5 liter berdaya 115 dk. Memang, tidak bisa disebut luara biasa. Tetapi, terasa responsif dan bertenaga. Semakin menyenangkan ketika melihat adanya tombol sport di bawah tuas transmisi. Pengaturan ulang sistem manajemen mesin membuat throttle lebih responsif dan perpindahan gigi menjadi lebih lama. Efeknya, mobil pun lebih fun-to-drive.

Salah satu pendorong terciptanya hubungan mesra umumnya diawali dari daya tarik fisik. Love at first sight. Dan All-New Mazda2 memiliki segalanya dalam hal penampilan untuk membuat kita jatuh cinta.

Bodi siluet memang agak mirip Mazda2 lama. Garis-garis bodi lebih kekar membuatnya lebih macho dan pantas dikemudikan pria dewasa. Tampilan belakang agak mirip model lama. Secara dimensi, Mazda2 lebih panjang 147 mm, lebih tinggi 30 mm dengan lebar mobil sama. Wheelbase juga dipanjangkan 80 mm menjadi 2.570 mm.

Menjadi ‘number four’ Mazda dengan desain KODO tidak membuat ia bagaikan CX-5 dikecilkan atau Mazda6 dipendekkan. “Lihat apa yang terjadi jika kita menyusutkan CX-5 dan Mazda6. Terlihat

BODI SILUET MEMANG AGAK MIRIP MAZDA2 LAMA. GARIS-GARIS BODI LEBIH KEKAR MEMBUATNYA LEBIH MACHO DAN PANTAS DIKEMUDIKAN PRIA DEWASA. TAMPILAN BELAKANG AGAK MIRIP

MODEL LAMA.

konyol, bukan?” Ucap Ryo Yanagisawa, Chief Designer AllNew Mazda2. Sembari menunjukkan gambar slide kedua model itu disusutkan menggunakan Photoshop.

Tak sampai satu bulan setelah test drive kami, All-New Mazda2 sudah memperlihatkan sosoknya di Indonesia International Motor Show. Di Indonesia, hadir dalam tiga grade, V, R dan GT dengan rentang harga Rp 235 – 275 juta. Lengkap dengan fitur-fitur andalan seperti i-ACTIVESENSE, i-STOP, MZD Connect dan Active Driving Display.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.