MINI DRIVE BANGKOK

Auto Expert - - Content -

selalu memberikan sensasi yang berbeda. Sensasinya bukan menawarkan sebuah kemewahan klasik. Dan bukan juga kenyamanan layaknya sebuah mobil premium. MINI memberikan sensasi kepada siapa pun yang berada di belakang kemudi. Pengalaman berkendara dan keindahan penampilannya menjadi daya tarik The New Original MINI yang tak bisa ditawar.

Untuk lebih memahami hal tersebut, pada pekan terakhir Agustus lalu, MINI Indonesia mengajak Auto Expert dan beberapa media lainnya untuk mencoba MINI terbaru di Thailand. Sempat terbesit mengendarai MINI di tengah kemacetan ibu kota Bangkok yang jauh lebih padat dibanding Jakarta. Namun perjalanan dari

Airport menuju Hotel, memberikan gambaran tindak laku pengemudi di negara ini yang cukup menyejukkan hati. Kendati lalu lintas sangat padat, sopan santun dalam berkendara serta kepatuhan terhadap tata tertib berlalu lintas sangat tinggi.

DRIVING PLEASURE

Berbeda bukan berarti buruk. Untuk pecinta MINI di Indonesia, Anda patut bersyukur karena adaptive LED headlight with cornering light, LED DRL, juga LED fog lamp sudah menjadi standarnya. Semua fitur tersebut tidak kami temui pada MINI Cooper S maupun Cooper D versi Thailand. Upss...Cooper D? Inilah keunggulan yang dimiliki MINI Thailand. Mereka sudah menawarkan Cooper diesel kepada pecinta MINI di Negara Gajah Putih. Semoga saja MINI Indonesia juga segera memasarkan varian ini. I Wish...

Melihat wujudnya, nyaris tak ada perbedaan antara Cooper S maupun D dari sisi eksterior maupun interior. Pembedanya, hanya pada logo Cooper D di buritan. That’s it.

Desain khas mini dengan wheelbase panjang dan overhang depan atau belakang yang pendek bukan tanpa alasan. Hal inilah yang membuatnya menjadi lincah dipadu dengan kendali yang responsif, memberikan kesan mengendarai sebuah GoKart.

Di dalam, lagi-lagi, absennya selektor driving mode juga menjadi pembedanya dengan varian Cooper di Tanah Air. Hanya MINI Visual Boost yang menjadi pusat perhatian. Di tengahnya, dibenamkan layar 6,5 inci yang berfungsi untuk menampilkan berbagai informasi mobil secara real time. Tersedia juga buku panduan digital serta fasilitas multimedia dan MINI Connect yang dapat terhubung dengan aplikasi pada ponsel pintar Anda.

Kendati pengaturan ketinggian kursi secara manual, namun tetap presisi untuk memperoleh posisi duduk ideal. Hal ini sangat penting mengingat perjalanan 175 km menuju Sirkuit Kaeng Krachan, bisa memakan waktu setidaknya 2 jam. Untungnya, sandaran kursi dengan paduan material kulit dan fabric terasa lembut memeluk badan. Lumbar support dan semi bucket menopang badan pengemudi dengan nyaman. Hal ini sangat penting saat mengemudi dalam perjalanan panjang, membuat pengemudi menjadi lebih awas dan tidak cepat lelah.

Sebentar, Sirkuit Kaeng Krachan? Ya, sirkuit yang berada di Provinsi Phetchaburi ini menjadi lahan bagi kami menguji The New MINI Cooper....

Tak lama kami meninggalkan Hotel di kawasan Sukhumvit, kami langsung diarahkan ke jalan bebas hambatan. Untuk perjalanan ini, kami diberikan kesempatan untuk menjajal performa dari MINI Cooper D. Dan benar saja, lalu lintas di akhir pekan itu berbeda dari yang kami bayangkan sebelumnya. Hal ini memberikan kami peluang untuk berkonsentrasi menikmati MINI Cooper D.

Buang jauh-jauh pikiran kenyamanan suspensi ala sedan Eropa. Jujur saja, suspensinya terasa rigid. Efek rigid memberikan feedback kemudi yang spontan. Begitu juga dengan reaksi kemudi saat melakukan sedikit koreksi. Namun justru disinilah letak kenikmatan berkendara bagi kami.

Pikiran nakal mulai terbesit untuk memacu mobil ini lebih cepat lagi. Tenaga yang diminta, spontan disalurkan mesin TwinPower Diesel berkapasitas 1.596 cc. Kapasitas mesinnya memang tidak terlalu besar dan hanya menghasilkan tenaga maksimum 116 dk saja. Namun dengan torsi puncaknya mencapai 270 Nm di 1.750 rpm, atau lebih kecil 10 Nm dibanding Cooper S. Cukup untuk membenamkan badan Anda, sekaligus memompa adrenalin untuk terus memacu mobil ini.

BUANG JAUH-JAUH PIKIRAN KENYAMANAN SUSPENSI ALA SEDAN EROPA. JUJUR SAJA, SUSPENSINYA TERASA RIGID. EFEK RIGID MEMBERIKAN FEEDBACK KEMUDI YANG SPONTAN. BEGITU JUGA DENGAN REAKSI KEMUDI SAAT MELAKUKAN SEDIKIT KOREKSI. NAMUN JUSTRU DISINILAH LETAK KENIKMATAN

BERKENDARA BAGI KAMI.

Fitur cruise control juga dapat dinikmati sepanjang perjalanan, berkat lalu lintas yang tidak terlalu padat. Kami dapat menggunakan cruise control lebih dari 5 menit sebelum memperlambat kendaraan di jalan non tol dengan lebar 3 lajur. Jalan yang panjang dan lurus memang sedikit membosankan. Untuk menghilangkan rasa kantuk, kembali saya memacu mobil ini sambil menguji kelincahan saat berpindah lajur. Sensitivitas kemudinya sangat tinggi. Sedikit saja koreksi pada kemudi, mobil langsung merespon mengikuti arah input kemudi.

Setelah keluar dari jalan bebas hambatan non tol, perjalanan semakin asik. Sejauh mata memandang, hamparan pepohonan dan gunung menghiasi perjalanan. Dan rombongan MINI justru semakin liar, mengaspal di jalan yang berliku-liku. Padahal road captain telah mengarahkan seluruh peserta untuk mengikuti rombongan sesuai nomor mobil. Dua puluh menit kemudian sampailah kami di Sirkuit Kaeng Krachan.

REAL PERFORMANCE

Kini saatnya menjajal kehebatan MINI Cooper S di sirkuit sepanjang 2,9 km ini. Dan memang benar, sensasi kendali sebuah GoKart itu semakin terasa. Reaksi kemudi yang sigap berkat rasio gigi kemudi yang nyaris 1 banding 1. Setiap tikungan disantap Cooper S hingga batas kemampuan maksimal bannya.

Kontur sirkuit yang memadukan tanjakan dan turunan serta tikungan tajam, sempat membuat pantat MINI Cooper S yang kami uji ikut menari. Hal tersebut tidak membuat mobil ini hilang kendali. Performa mesin 1.998 cc dengan TwinPower turbo secara teoritis sanggup memproduksi 192 dk dengan torsi maksimum 280 Nm di 1.250 rpm.

Dengan mode berkendara SPORT, setiap peserta diizinkan mengitari sirkuit sebanyak 2 lap. Untuk menjaga keamanan setiap peserta, sebuah pace car menjaga kecepatan rombongan di muka. Namun dengan tetap memberikan kesempatan kami untuk menguji kemampuan mobil ini sesungguhnya.

Dengan mengikuti petunjuk racing line dan bracking point pace car, roda kemudi hanya diputar maksimum 180 derajat saja. Artinya tak perlu melepas tangan untuk memutar kemudi. Sensasi mobil kecil ini nyaris menyerupai sebuah sport car.

Setelah berhasil menguras adrenalin saat berpacu di sirkuit, MINI Party menjadi acara puncak. Hotel de la Paix yang berada di kawasan Petchaburi menjadi venue dari acara MINI experience.

Satu hal yang berkesan adalah bagaimana MINI selalu berusaha membuat seluruh experience ini berbeda. Dan party ini menjadi benchmark-nya. Sajian sea food menanti sebagai penutup pertemuan kami dengan MINI. Menikmati mobil mungil di Thailand sangat menyenangkan. MINI berhasil memberikan kesan nyaman dan mewah yang berbeda dari biasanya. The New MINI, The New Original. Kob khun kab....

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.