JAZZ GENERATION

Auto Expert - - Content - Teks : VIERKO MOVIARTO Foto : NOOR ZAENURI

dari Kohei Hitomi, chief engineer of Honda’s Jazz ini terjadi ketika Honda Jazz generasi kedua meluncur di 2008. Entah dari sudut mana ia merasa pernyataan itu pantas disampaikan, namun setidaknya, ia mengakui terdapat beberapa hal yang menjadi kelemahan Jazz generasi pertama. Apakah Anda memiliki pendapat yang sama? Well….

Honda Jazz menjadi hatchback yang sangat populer di Indonesia. Generasi pertama lahir di 2003. Memanfaatkan kosongnya pasar mobil berukuran kecil, Jazz didatangkan dan langsung merebut perhatian konsumen. Konon, popularitasnya tidak kalah dengan duo small MPV Avanza-Xenia yang memang lebih merakyat. Dimensi mungil, desain menarik, serta memiliki ruang kabin cukup besar menjadi daya tarik visual yang dimilikinya. Cukup percaya diri, PT Honda Prospect Motor mengimbuhkan beberapa teknologi canggih pada hatchback ini. Transmisi CVT yang kala itu belum begitu populer sudah ditawarkan. Ada lagi fitur paddle shift dengan nama resmi Steer-matic yang sudah menjadi standar pada Jazz dengan transmisi otomatis (CVT).

Dua pilihan mesin yaitu i-DSI yang irit bahan bakar dan VTEC yang menawarkan performa dahsyat menjadi alasan lain mengapa konsumen memilih Jazz. Sama-sama berkapasitas 1.497 cc SOHC, Jazz i-DSI dan VTEC diluncurkan dalam selang waktu 2 tahun. VTEC resmi hadir di 2005 memiliki tenaga 110 dk dan torsi 143 Nm. Khusus VTEC, perangkat keselamatannya lebih lengkap. ABS, EBD, BA dan dual airbags sudah menjadi standarnya. Sementara ke empat roda, dilengkapi piringan cakram.

Generasi kedua Jazz meluncur di 2008. Sosoknya terlihat lebih sempurna dan kental dengan nuansa sporty. Dimensinya pun sengaja dibuat lebih besar. Bukan hanya ‘kece’ dari luar, interior Jazz generasi ini juga lebih menarik. Desain dashboard kontemporer ditinggalkan dan diganti dengan desain modern. Peletakan beragam tombol fungsi pun ditata ergonomis, dan memudahkan pengemudi saat meraihnya.

Performa mesin meningkat tajam. 120 dk dan 145 Nm menjadikan Jazz sebagai hatchback 1.5L paling bertenaga di kelasnya. Teknologi mesin pun diperbarui. Engineer Honda menggabungkan teknologi i-DSI dan VTEC menjadi i-VTEC untuk meminimalkan pemakaian bahan bakar. Kencang tapi tetap irit. Paduan unik…

Entah apa alasannya, Honda kembali menggunakan transmisi otomatis konvensional selain manual 5-speed. Teknologi yang bisa konsumen dapatkan pada transmisi ini adalah Shift Hold Control. Klaim Honda menyatakan, teknologi ini mampu menyelaraskan akselerasi untuk menambah kenyamanan saat terjadi perpindahan gigi. Khusus untuk varian RS, tetap tersedia sensasi a la F1 dengan tersedianya paddle shift. Oh ya, untuk transmisi otomatis, Jazz menjadi pelopor untuk penggunaan 5-speed di kelasnya.

2014 menjadi tahun hadirnya generasi terbaru dari Jazz. All New Jazz dibangun berdasarkan ‘Exciting H Design’. Huruf ‘H’ mewakili sisi High Tech, High Tension, dan High Touch yang melingkupi tubuh Jazz terbaru. Jun Murakawa, Fit Exterior Designer

“WE ARE VERY AWARE THAT THE PREDECESSOR WAS A LITTLE FIRM, SO WE SPENT A LOT OF TIME FIXING THAT. BUT WE BELIEVE WE’VE GOT IT JUST RIGHT NOW”

menyatakan, sisi High Tech bisa dilihat dari ‘Solid Wing Face’ yang membentuk sebuah aliran menyatu antara grille dan desain lampu utama.

“Look at the tail lights as well. When lit the lines provide an expression characteristic and easily recognizable as the New Fit,”ujarnya. Kami menyetujui paparan dari pria berkacamata itu. Identitas Jazz baru bisa diwakili melalui sisi unik pada desain bagian belakang. Tepi kaca belakang yang diberikan panel merah yang menyatu dengan lampu stop berukuran besar memberikan pandangan berbeda. Lekuk pintu bagasi yang terekspos menjadi sisi menarik lain yang dimiliki pada bagian ini.

High Tension dengan makna designing new framework dan structure, terlihat dari desain atap. Siluet pada bagian ini menggambarkan posisi hewan yang bersiap untuk memangsa korbannya. Sementara High Tension dari sisi interior tampak dari bagaimana Yoshiya Kitajima, Fit Interior Designer, menjadikan pengemudi sebagai obyek utama. ‘Personal Cockpit’ adalah sebutan yang diberikan oleh desainer pengagum Honda NSX itu.

Bila kita lihat, ‘Personal Cockpit’ bisa dirasakan dari bagian tengah dasbor yang mengarah ke posisi pengemudi. Kitajima-san memikirkan sisi ergonomis agar pengemudi mudah meraih beberapa panel yang ada disekitarnya. “The high-quality interior enveloping the cockpit’s structure is beyond what you would expect from a small car,” jelasnya.

High Touch ditampilkan melalui bagaimana kedua desainer menegaskan karakter yang diterjemahkan pada bagian eksterior dan interior. Untuk eksterior, lekukan garis tegas memanjang di bodi samping dibentuk untuk menghasilkan sisi sporty yang dimilikinya. Sedangkan kabin, sang desainer sangat memperhatikan detail pemilihan material yang disesuaikan dengan posisinya.

Varian yang ada di halaman ini adalah versi S Modulo. Versi ini memberikan beberapa perangkat aksesori untuk menegaskan sisi sporty pada luar mobil. Spoiler di bagian bawah bumper depan dan belakang, side skirt, serta spoiler pada pintu bagasi menjadi perangkat yang menempel pada Modulo. Di samping itu, motif pelek antara Modulo dan versi regular pun berbeda. Pembeda lainnya, terdapat juga Door Mirror Garnish, Door Visor dan Back Up Sensor yang menempel pada bumper belakang.

Awalnya kami sempat menduga bahwa fitur All New Jazz akan setara dengan Honda City terbaru. Kenyataannya tidak demikian. Panel A/C digital yang ada pada All New City tidak ditemui. Jazz generasi anyar ini masih mengandalkan panel A/C model putar. Untungnya, peletakan panel pendingin ruangan ini terhitung ergonomis.

Berbeda dengan Jazz RS sebagai varian tertinggi, S Modulo tidak dilengkapi dengan tombol One Push Ignition System. Fitur ini berguna untuk menyalakan maupun mematikan mesin mobil hanya dengan menekan sebuah tombol. Pun begitu dengan Audio Steering Control, Cruise Control, maupun paddle shift. Ketiga fitur ini hanya dimiliki oleh Jazz RS.

All New Jazz mengandalkan mesin yang sama seperti generasi kedua. Mesin 1.5L dengan tenaga 120 dk dan torsi 145 Nm tetap dipercaya untuk memberikan sensasi performa. Hanya saja, transmisi CVT kembali dihadirkan oleh Honda, selain transmisi manual 5-speed.

Khusus transmisi CVT, All New Jazz mengandalkan Earth Dream Technology yang diklaim mampu meminimalisir terjadinya hentakan akibat perpindahan gigi. Teknologi yang juga digunakan pada Honda Mobilio ini diyakini lebih responsif sehingga mampu menciptakan performa maksimal. Selain itu, Earth Dream Technology juga diklaim mampu memberikan efisiensi dalam sisi pemakaian bahan bakar.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.