G-Class Miniature: Mini G Choro-Q: Choro-Choro

VARIAN INI SELALU MENJADI BURUAN KOLEKTOR. BUKAN HANYA BENTUK ASLINYA, SKALA 1:43 DAN 1:18 PUN MASIH MENJADI INCARAN

Auto Expert - - Content -

NAMANYA koleksi, pasti mencari sesuatu unik dan berbeda. Bahkan bagi beberapa orang, mampu mengumpulkan beberapa barang langka menjadi sebuah kenikmatan hidup. Tak terkecuali bagi penggemar diecast. Kali ini, kami memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan para kolektor Mercedes-Benz G-Class yang tergabung dalam MercedesBenz Diecast Club Indonesia (MBDCI).

Cukup sulit untuk mengumpulkan die-cast dari model G-Class. “Tidak semua produsen diecast mengeluarkan diecast GClass,” sahut Roy Ananda, salah satu anggota MBDCI. Skala yang umumnya terdapat model Gelandewagen Class ini adalah 1:43 dan 1:18. Namun skala 1:43 jadi favorit lantaran varian tersedia cukup lengkap.

Produsen pun menciptakan beraneka model seperti sasis panjang, pendek, tuner, hingga G-Class versi reli Dakkar. Tak ketinggalan, versi AMG dan Brabus pun tersedia. Untuk skala 1:18 hanya tersedia dua pilihan model, sasis panjang atau sasis pendek, dan hanya AUTOart saja yang merilis. Dan semua skala 1:18 menggunakan bodi besi dan tak tersedia material resin. “Body resin dan besi hanya ditemui di skala 1:43,” ujar Roy.

Skala 1:43 mendominasi dan kebanyakan berasal dari merk AUTOart dan Spark Models. Bahkan ada pula model G280 “Popemobile”, yakni miniatur G-Class yang

digunakan sebagai kendaraan operasional Paus. Selain itu, juga ada miniatur 280GE buatan Norev yang pernah memenangi reli Dakkar pada tahun 1983, dikendarai oleh Jacky Ickx dan Claude Brasseur.

Masih di skala 1:43, namun kali ini sasis panjang yang umumnya datang dari model G500, 280GE, dan G280. Produsen diecast seperti Minichamps, AUTOart dan Cararama mengeluarkan line-up G-Class sasis panjang.

Namun ketika bicara harga, memang agak gelap lantaran populasinya cukup jarang. Untuk skala 1:43 rentang harga antara Rp 400-800 ribu. Untuk skala 1:18, memiliki harga diatas Rp 1 juta. “Namun itu bukan patokan loh ya, karena harganya bisa naik atau turun tergantung kebetulan modelnya lagi jarang atau banyak disini,” tambah Stanley Suprodjo, salah satu anggota MBDCI yang juga hobi membuat diorama.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.