Le Garage: Surga Kecil di Roppongi

SALAH SATU TEMPAT WAJIB MAMPIR BAGI PARA AUTOMOTIVE ENTHUSIAST

Auto Expert - - Content - Teks & Foto: RENDY SURYA

Tokyo boleh jadi salah satu kota di Jepang yang punya berbagai tempat dengan kategori ‘must visit places’ bagi antusias otomotif. Saya yang kebetulan ditugaskan meliput gelaran Tokyo Auto Salon 2015, awal Januari lalu pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Setelah acara selesai, saya bikin jadwal sendiri untuk mengeksplorasi Tokyo dan sekitarnya.

Bukan sombong, beberapa kali ditugaskan ke Tokyo, saya makin paham jalan-jalan utama dan juga jalur kereta. Seminggu lebih di Tokyo, transportasi utama saya adalah kereta. Ini adalah mode paling nyaman bagi bag packer atau walker alias pejalan kaki seperti saya. Sehingga, ketika membuat itinerary menjelajahi tempat-tempat bernuansa otomotif, mestilah pahami lebih awal soal rute kereta menuju lokasi tersebut.

Salah satu ‘train friendly’ memang History Garage di pulau buatan, Odaiba. Biasanya jadi tempat wajib buat saya. Diorama dan mobil-mobil tua, serta banyak merchandise unik jadi alasan utamanya. Buat pencinta berbagai barang dan nuansa vintage retro seperti saya, wajib hukumnya untuk mampir. Boronglah beberapa enamel dan diecast, yang jarang ditemui di manapun.

Nah, kalau opsi pertama belum memuaskan hasrat belanja Anda, ada baiknya mampir ke tempat satu ini. Lokasinya malah lebih dekat dari pusat kota Tokyo. Nama tempatnya Le Garage. Hmm, sekilas memang ada ada nuansa Prancis ya.

Jujur saja, ini pertama kalinya saya ke tempat ini. Tak ada jadwal di itinenary selama di Tokyo. Bahkan hari itu, jadwal saya packing, karena jadwal kembali ke Jakarta malam harinya. Tapi pagi harinya, saya sempat mengintip akun instagram Mark Arcenal, pemilik brand fashion Fatlace yang mampir ke tempat ini. Beberapa

hari sebelumnya kami sempat bertemu di parkiran Hard Rock Cafe, Roppongi untuk hadiri acara Porsche RWB Meet. Dan ternyata Le Garage juga ada di Roppongi.

Le Garage ternyata hanya berjarak sekitar 600 meter dari stasiun kereta Roppongi. Keluar stasiun, belok kanan menuju jalan Gaien Higashi alias Gaien Higashi Dori, 10 menit saja kalau jalan kaki santai. Bahkan saya melewati Hard Rock Cafe yang beberapa hari sebelumnya saya datangi.

Bangunannya berada di kanan jalan. Kompleks gedungnya bernama 1-Axis. Le Garage tak terlihat dari luar. Anda harus masuk ke dalam kompleks gedung. Alamat lengkapnya 1F Axis Bldg, 5-17-1 Roppongi, Minato-ku, Roppongi. Sebaiknya jangan berharap Le Garage seperti History Garage. Luasnya tak lebih besar dari mini market. Namun ini boleh jadi salah satu surganya pencinta vintage motorsport di Jepang.

Dari luar, nuansa vintage motorsport Eropa sudah begitu terasa. Di balik kaca, terlihat pajangan sebuah motor MV Agusta dan Morris Minor pickup keluaran 1950-an. Begitu masuk ke toko, mata saya langsung tertuju pada ornamen-ornamen khas motorsport yang begitu mendominasi. Sebut saja plat enamel reklame bergambar logo vintage beberapa brand oli dan bahan bakar seperti Castrol Motor Oil, BP, dan Shell.

Di dekat Morris Minor merah, dipajang berbagai kaleng oli bekas. Sebagian dijual, sebagian hanya untuk dipandangi saja. Untungnya saya menutup cukup rapat dompet, kala itu. Kalau tidak, jujur saja perasaan kalap, pusing kepala kadang terjadi. Kaleng oli bekas dan plat reklame tua sungguh menggoda. Padahal sebagian dinding dan garasi rumah sudah mulai terisi pajangan seperti ini.

Biar tambah pusing, saya coba bocorkan harga beberapa diantaranya. BP Steel bootle atau wadah penakar oli merek BP harganya 27.000 Yen. Masih dari BP, ada botol kaca bekas oli BP Energol seukuran teh botol seharga 41.000 Yen. Kalau kaleng kotak bekas oli merek Shell

atau Esso (Exxon Oil), misalnya bekas Shell X-100 yang legendaris ukuran 2,5 liter dijual sekitar 21.600 Yen.

Sekilas pandangan saya alihkan menuju sisi lain toko. Tepatnya ke bagian apparel. Bagian ini juga bikin galau. Brand terkenal di dunia balap vintage seperti Gulf Oil, Martini Racing serta Porsche sungguh mendominasi. Sepertinya barang-barang Porsche Driver’s Selection mulai dari windbreaker, jaket, sepatu, tas hingga miniatur mobil yang ada di www.porsche. com/shop nyaris semua dipajang di sini.

Masih bicara apparel, Le Garage ternyata menyediakan banyak barang-barang fashion dari merek premium terkenal, Chapal. Brand asal Paris, Prancis ini bisa disamakan dengan brand Jaguar dan Bugatti. Apparel Chapal lebih didominasi bahan kulit seperti jaket, goggle, serta helm kulit untuk balap mobil antik.

Dekat rak apparel, Le Garage memajang berbagai peranti untuk premium car care. Sepertinya memang sengaja disediakan bagi para kolektor mobil yang ingin merawat sendiri mobil-mobil koleksinya.

Tak aneh kalau sang empunya toko ini menamai Le Garage, sesuai banyaknya barang-barang bermerek dari Inggris, Jerman terutama Prancis. Sayang begitu sayang, sang empunya toko tak lancar berbahasa Inggris. Begitu pula dengan saya yang hanya tahu bicara ‘Arigato Gozaimas’ dan beberapa kata sapaan biasa dalam bahasa Jepang.

Tak ada brosur sama sekali mengenai sejarah berdirinya toko ini. Dalam situs resminya di legarage. jp punya filosofi sebagai car life media shop sejak 1981. Informasi lebih lengkapnya malah bisa didapatkan di akun facebooknya: legarage.jp.

Saya sempat bingung sejenak, apakah antusiasme di Tokyo mengenai vintage motorsport begitu besar? Sehingga Le Garage berani membuka toko yang benarbenar spesifik bagi para antusias otomotif dengan niche yang sangat sempit.

Saya pun tersadar, kalau Le Garage berada di daerah Roppongi, salah satu daerah elit dengan jumlah kaum ekspatriat cukup besar. Distrik dengan hiburan malam paling digemari oleh para gaikokujin. Sebutan untuk orang asing dari luar Jepang.

LE GARAGE

1F Axis Bldg, 5-17-1 Roppongi, Minato-ku, Roppongi, Tokyo Telp: +03 3587 2785 Fax: +03 3586 5246 www.legarage.jp

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.