Godzilla Reborn!!

HELLO NISSAN GT- R LM NISMO!

Auto Expert - - Halaman Depan - Teks: ADITYA P SIREGAR

DALAM BEBERAPA MINGGU TERAKHIR, SALAH SATU HEADLINE DI SITUS-SITUS OTOMOTIF TERNAMA DUNIA TENTULAH KEHADIRAN REINKARNASI GODZILLA. NISSAN GT-R LM NISMO DENGAN TENAGA MAKSIMUM 1.250 DK! MENANDAI KEMBALINYA NISSAN KE GARDA TERDEPAN ARENA MOTOR SPORT INTERNASIONAL. BAGI NISSAN, DUNIA BALAP SANGATLAH PENTING. SEPERTI PERNAH DIUCAPKAN SHOICHI MIYATANI, CEO NISMO, TIDAK ADA CARA LEBIH BAIK DARI BALAP UNTUK MENGGABUNGKAN UNSUR KEGEMBIRAAN DENGAN PERFORMA. DAN DARI SEKIAN BANYAK CABANG BALAP EKSIS, ENDURANCE RACING DIRASA SEBAGAI TUJUAN PAS. MENGINGAT SIFATNYA YANG MEMBUTUHKAN DAYA TAHAN DAN DAPAT DIAPLIKASIKAN PADA PRODUK JALAN RAYA. MUNCULNYA GT-R LM NISMO MENANDAI KEMBALINYA NISSAN KE BALAP KETAHANAN PREMIER SETELAH 16 TAHUN ABSEN. TERAKHIR KALI, NISSAN TAMPIL AKHIR 1999 DENGAN PROTOTIPE R391. DUNIA BALAP KETAHANAN JELAS BUKAN HAL BARU BAGI PRODUSEN BERBASIS DI YOKOHAMA. IA SUDAH LEBIH DAHULU BERKENALAN DENGAN BALAP PROTOTIPE SEBELUM TOYOTA DAN MAZDA. DALAM ERA GROUP C (1982 – 1993), PARTISIPASI NISSAN TERBILANG MASIF. WALAU SAYANGNYA BELUM MENDULANG HASIL POSITIF. JADI, INILAH DIA... TRIBUTE KAMI TERHADAP KEMBALINYA NISSAN KE BALAP KETAHANAN....

SANG GODZILLA BALAP TELAH KEMBALI. BAGAIKAN VERSI LAYAR LEBAR DI-REBOOT DENGAN UKURAN LEBIH RAKSASA, INKARNASI DI TREK BALAP HADIR DENGAN SEJUMLAH INOVASI MENGGEGERKAN. PERKENALKAN, MONSTER LE MANS DENGAN MESIN 1.250 DK TERLETAK DI DEPAN DAN BERPENGGERAK RODA DEPAN.

Dalam hal pencapaian teknologi, tak salah rasanya jika World Endurance Championship (WEC) utamanya kelas LMP1 (Le Mans Prototype) disebut-sebut sebagai puncaknya olahraga otomotif. Ketika Formula One berjuang mengatasi isu seputar mesin V6, tim kecil terancam bangkrut, atau terlalu banyaknya pembalap karbitan, LMP1 tancap gas dengan terobosan teknologinya. Malah tahun ini kedatangan Nissan sebagai pemain baru.

Partisipasi Nissan di arena WEC bukanlah kabar baru. Sejak Le Mans 24 Hours tahun silam, Nissan sudah mengumumkan niatnya untuk menyerbu arena balap ketahanan dengan LMP1 bernama GT-R LM Nismo. Sesuai dengan keyakinan Nissan dan sayap performanya, Nismo yang melihat relevansi arena balap ketahanan dengan pengembangan produk mereka.

Rumor demi rumor berlalu. Berita soal GT-R LM Nismo pun bagai lenyap ditelan bumi. Bahkan, kami tidak mendapatkan jawaban memuaskan ketika bertemu secara langsung dengan Shoichi Miyatani, CEO Nismo di Nismo Festival Desember silam.

Awalnya ingin diperkenalkan awal Desember, belakangan mundur menjadi Februari. Darren Cox, Global Head Of Brand, Marketing And Sales Nismo memberi petunjuk melalui akun Twitter-nya. Agar pecinta balap menyaksikan iklan Nissan saat jeda event Super Bowl di Amerika Serikat.

Namun, pertanyaan utama belum terjawab. Apakah benar GT-R LM Nismo benar akan mengadopsi layout mesin depan layaknya versi jalan raya. Sampai pada akhirnya blogger Jalopnik membuat geger dengan menampilkan spy shot GT-R LM Nismo di situsnya.

Di sinilah kesintingan Nissan dimulai. “Kami diperintah untuk tidak sekadar membuat tiruan dari Audi. Untuk itu, kami mulai dari selembar kertas kosong,” ucap Cox. Dan pengalaman didapat dari proyek DeltaWing dan ZEOD RC memberikan pijakan sempurna untuk konsep baru ini.

Perkenalkan Ben Bowlby, Prinsipal Tim dan Direktur Teknik proyek LMP1. Ialah sosok berada di balik desain kontroversial DeltaWing dan ZEOD RC. Belum lagi bicara tuntutan hukum diajukan kepadanya akibat dituding mencuri desain DeltaWing dan mengaplikasikannya di ZEOD.

Jawaban sesungguhnya pun muncul saat iklan Super Bowl 1 Februari 2015. Disusul rilis resmi Nissan, mengumumkan wajah sesungguhnya dari GT-R LM Nismo. Benar sekali. Ia bermesin depan.

Sebuah pendekatan yang bisa disebut luar biasa. Tampak betapa Nissan ingin membuyarkan semua teori dan pemahaman berlaku di balap prototipe. Sampai saat ini, dunia mobil berperforma tinggi meyakini bahwa konsep layout MR (mesin tengah – penggerak belakang) merupakan resep utama. Alasan utamanya, distribusi bobot tepat untuk menjamin pengendalian sempurna. Lihat saja supercar atau hypercar terdahsyat di muka bumi. Dua kategori puncak dunia balap yaitu Le Mans Prototype (LMP) dan Formula One sama-sama mengadopsi konfigurasi MR. F1 bermesin depan terakhir memenangkan GP tahun 1961. Dan di Le Mans, terakhir kali mobil bermesin depan menjadi pemenang adalah tahun 1962.

Bahkan di jalan raya, Chevrolet terang-terangan menyatakan bahwa sports car andalan mereka Corvette akan menempuh jalur mesin tengah pada generasi berikutnya. Alasannya, mereka tidak bisa lagi

“Kami diperintah untuk tidak sekadar membuat tiruan dari Audi. Untuk itu, kami mulai dari selembar kertas kosong,” ucap Cox. Dan pengalaman didapat dari proyek DeltaWing dan ZEOD RC memberikan pijakan sempurna untuk konsep baru ini.

menyajikan performa lebih dahsyat dari model terkini jika tetap dengan mesin depan.

Meski populasinya sudah sangat langka, prototipe bermesin depan belum punah sepenuhnya. Panoz GTR-1 (1997) dan LMP1 (1999) telah membuktikan bahwa sports prototype bermesin depan dapat juga kompetitif.

LAYOUT PENGGERAK DEPAN!

Tapi tunggu dulu karena kesintingan Nissan, atau menurut istilah mereka, inovasi, belum berhenti sampai di sini.

Sebelum lanjut, mari melihat grand tourer ataupun sports car bermesin depan paling dahsyat ada di pasaran. Selain GT-R R35 tentunya. Paling sangar tentu Ferrari F12berlinetta dengan daya 731 dk. Berikutnya ada Bentley Continental, Mercedes AMG GT atau Corvette Stingray. Mesin mereka di depan, tetapi menyalurkan tenaga raksasanya ke roda belakang.

Pernahkah Anda menemukan sports car dengan penggerak roda depan (FF)? Saat ini, FF terkuat ada di pasaran yang akan segera muncul adalah Honda Civic Type R berdaya 290 dk. Bahkan, Ford memilih jalur AWD pada Focus RS terbaru dengan daya 315 dk. Memberikan daya raksasa kepada roda yang juga bertugas belok dirasa terlalu berat.

Anda menangkap arah pembahasan kami? Betul sekali. “Menurut pemahaman berlaku di dunia otomotif, GT-R LM Nismo adalah mobil berpenggerak depan. Mesin akan menyalurkan tenaganya ke roda depan,” bunyi pernyataan resmi Nissan.

Ini menjadikan GT-R LM Nismo sebagai satu-satunya prototipe sepanjang sejarah yang menganut konfigurasi FF. Sejak konfigurasi ini populer era 1970-an, belum pernah sekalipun ada peserta di kelas puncak Le Mans yang hadir dengan FF.

Mesin sendiri menggunakan unit yang benar-benar baru. Diberi kode VRX 30A. Berkonfigurasi V6 dengan kapasitas 3,0 liter dan dilengkapi twin turbo dan direct injection. Daya maksimum? Sekitar 500 dk. Diposisikan membujur dengan girboks terletak di depannya.

Bagaimana dengan torque steer yang berpotensi mengganggu pengendalian? Nissan meyakini bahwa kunci untuk mengatasinya terdapat pada distribusi torsi tepat antara kedua roda. “Kami memiliki driveshaft dalam ukuran sama dan menyetel geometri suspensi dengan setir dan lain-lain,” jelas Bowlby.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.