M

/

Auto Expert - - Jaguar Motorsport - Teks: ADITYA P SIREGAR Foto: JAGUAR

elalui video dengan adegan mirip dalam film Tron, Jaguar mengumumkan dimulainya program balap mereka pasca era F1 Jaguar Racing. Juga program perdana setelah pergantian kepemilikan ke Tata Motors. Bukan Formula 1 seperti terakhir kali mereka lakukan. Juga bukan program balap sports car seperti era 1950-an dan 1980-an. Melainkan Formula E.

Langsung, pengumuman ini pun mengundang pro dan kontra. Banyak pihak berharap Jaguar akan memilih balap sports car, entah arena Le Mans Prototype (LMP), maupun GT racing mengingat mereka baru saja meluncurkan sports car mumpuni bernama F-Type.

Bagi pabrikan yang baru saja menyusun langkahlangkah kebangkitan, apa yang dilakukan Jaguar sangatlah tepat. Image Jaguar saat ini jelas tidak sama dengan pada masa-masa kejayaan mereka di Le Mans 24 Hours. Bagi Jaguar, sangatlah tidak masuk akal mencurahkan sumber-daya untuk bertarung dengan Porsche, Toyota dan Audi di Le Mans.

Pun dengan opsi Formula 1. Boleh dibilang pendulum tengah berayun ke arah berlawanan dengan F1. Popularitasnya merosot. Mobilnya pun tidak lagi bisa dibanggakan sebagai terhebat di muka bumi. Masih bergelimang kejayaan, tetapi lagi-lagi menghabiskan sumber-daya di F1 jelas tidak bijak. Belum bicara trauma Jaguar Racing, program F1 mereka yang gagal total.

Formula E dipilih karena arena ini dianggap sejalan dengan rencana Jaguar ingin meluncurkan mobilmobil listrik pada masa mendatang. Jaguar yakin dalam waktu dekat EV akan mulai memasyarakat. “Saya yakin bahwa dalam lima tahun mendatang kita akan menyaksikan lebih banyak perubahan dibandingkan 30 tahun terakhir. Di masa depan, semua akan terkoneksi dan berkelanjutan. Elektrifikasi dan teknologi ringan akan semakin ringan,” ucap Nick Rogers, Group Engineering Director Jaguar Land Rover. Menjelaskan alasan dibalik pemilihan Formula E.

Apalagi banyak pihak yakin bahwa dalam waktu dekat popularitas Formula E akan menandingi F1. Konsep bebas emisi dan minim polusi suara, ditambah aksi trek spektakuler bebas skandal maupun sensasi membuat publik mulai melirik Formula E. Bahkan, terdapat model audience engagement berupa Fanboost. Yakni penggemar bisa memilih mobil mana berhak mendapatkan tambahan tenaga ekstra.

Sebagai partner Jaguar Formula E Team, dipilih Williams Advanced Engineering. Melanjutkan kerjasama sebelumnya pada sistem plug-in hybrid konsep Jaguar C-X75. Belum jelas apa mobil akan digunakan Jaguar. Pengembangan dari mobil sekarang buatan Spark Racing Technology, atau benar-benar baru. Satu hal pasti, regulasi Formula E mengizinkan setiap tim untuk mengembangkan sasis maupun powertrain masing-masing.

Selamat datang Jaguar...

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.