S

Auto Expert - - Jaguar Motorsport - Teks: ADITYA P SIREGAR Foto: JAGUAR

ejatinya, Jaguar pantas disebut sebagai salah satu raja Le Mans 24 Hours. Saat ini, menempati urutan ke-4 jumlah gelar dengan total 7 kemenangan. Adapun ketujuh kemenangan diraih dalam dua era berbeda.

Era pertama adalah dekade fifties. Adalah XK-120C menjadi Jaguar pertama memenangkan Le Mans pada 1951. Diikuti C-Type dua tahun kemudian. Dengan D-Type mempersembahkan tiga kemenangan berturut-turut antara 1955 – 1957.

Sayang, kemenangan D-Type tahun 1955 tercoreng insiden kecelakaan parah yang menewaskan 84 orang. Gara-gara menghindari D-Type dikemudikan Hawthorn yang mendadak masuk pit, Lance Macklin yang mengemudikan Austin Healey 100 kehilangan kendali sehingga menghalangi laju 300 SLR dikemudikan Pierre Levegh. Kecelakaan parah pun terjadi. Begitu parahnya sampai membuat tim pabrikan Mercedes mundur dari arena balap.

Pasca D-Type, Jaguar sempat mengembangkan XJ13 untuk bertarung di kategori prototipe. Sayang, kemunculan Ford GT40 dengan mesin 7 liternya membuat Jaguar mengurungkan niatnya. Proyek XJ13 berhenti, mobil pun pindah ke tangan kolektor.

Era kedua kejayaan Jaguar terjadi pada dekade 1980-an. Ketika regulasi Group C menguasai Le Mans. XJR-9LM memenangkan Le Mans 1988, diikuti XJR-12 mendominasi Le Mans 1990.

Pasca Group C, Jaguar sempat berpartisipasi di kelas baru GT. Mengandalkan versi balap supercar XJ220. Melintasi garis finish pertama di kelasnya, meski akhirnya terkena diskualifikasi. XJ220-C masih sempat tampil pada Le Mans 1995, namun tidak adanya dukungan pabrikan membuatnya hanya menjadi penggembira.

Tahun 2010 Jaguar sempat kembali ke Le Mans. Kali ini lewat XKR GT2 racikan Rocketsport Racing. Namun harus puas start paling buncit dan keluar arena pada putaran ke-4.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.