Tentu, jauh panggang dari api jika ada yang memprediksi kejatuhan ‘orde lama’ yaitu industri otomotif tradisional. Butuh tahapan panjang dalam melahirkan mobil teruji dan siap pakai

Auto Expert - - Editorial - Aditya P. Siregar aditps@gramedia-majalah.com

Dalam beberapa waktu ke depan, bukan tidak mungkin kemapanan pemain tradisional industri otomotif global akan mendapatkan ujian. Akibat munculnya pemain-pemain baru, tidak memiliki tradisi otomotif, melainkan membawa nilainilai Silicon Valley.

Dimulai oleh Tesla. Sesuai nama, sudah jelas brand dimiliki taipan IT Elon Musk ini mengandalkan dapur pacu alternatid, yaitu energi listrik murni. Awalnya bermain dengan roadster, belakangan merambah ke sedan mewah, SUV, hingga proyek terbarunya berupa ‘affordable EV’ bernama Tesla Model 3.

Meski saat ini kesuksesannya masih dibilang setengah semu, andai berhasil Tesla berhasil membuktikan bahwa mereka berhasil menuntaskan apa yang tidak berhasil dilakukan pemain tradisional. Memasyarakatkan EV dan meng-EV-kan masyarakat.

Tesla tidak sendiri. Google dan Apple dikabarkan tengah mematangkan serbuannya ke industri otomotif. Bekal utamanya, isu konektivitas dengan filosofi mobil sebagai ‘gadget-on-wheels’. Dijamin, fitur atau teknologi yang dulu hanya terpikir oleh penulis skrip fiksi-sains akan muncul disana.

Tentu, jauh panggang dari api jika ada yang memprediksi kejatuhan ‘orde lama’ yaitu industri otomotif tradisional. Butuh tahapan panjang dalam melahirkan mobil teruji dan siap pakai. Apa pun hasilnya nanti, pertarungan antara ‘old vs new’ menjadi sangat menarik untuk disimak.

Dalam lingkup lebih kecil, kita di Indonesia juga tengah menunggu aksi Esemka yang sempat di-endorsed sebagai cikal bakal industri mobil nasional. Beritanya sudah muncul dimana-mana, meski situs resminya sampai detik ini belum muncul ketika di-search di Google.

Seperti terjadi di lingkup global, perjalanan Esemka jelas masih sangat jauh. Patut dipikirkan matang-matang segmen apa yang diincar. Celah mana yang dibutuhkan untuk mendukung motorisasi Indonesia. Jika itu bisa disasar dan mendapatkan respons positif, tinggal membuktikan sebagus apa daya tahan dan kualitas produknya...

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.