Dominasi MercedesAMG

Auto Expert - - Nürburgring 24 Hours -

reputasi Mercedes-Benz di arena balap ketahanan tidak seharum Audi, Porsche, atau bahkan Toyota sekalipun. Ini karena pasca insiden terbang menimpa prototipe CLR tahun 1999, Mercedes seperti menjauh dari arena pernah membesarkannya pada akhir dekade 1980-an. Mercedes lebih identik dengan arena F1 ataupun DTM.

Tetapi mungkin hal ini akan segera berubah. Karena apa terjadi di N24 tahun ini menunjukkan bahwa Mercedes masih merupakan kekuatan menakutkan di arena balap ketahanan, utamanya kelas GT.

Tahun 2016 sendiri merupakan salah satu N24 paling dramatis. Hanya lima putaran setelah bendera start dikibaskan, turun hujan sangat lebat mengakibatkan balap dihentikan selama empat jam. “Sungguh gila. Semua orang kehilangan kendali saat melaju hanya 30 – 40 km/jam,” sebut Maro Engel dari tim Black Falcon seperti dikutip dari sportscar365.com.

Tidak siap dengan ban basah, seluruh peserta harus berjuang mengatasi air dengan hanya mengandalkan ban slick. Paling berat, perjuangan peserta GT3. Pada akhirnya, seluruh peserta terdiam di tengah trek tidak bisa melanjutkan balap. Bendera merah pun dikibaskan, menunggu trek kering.

Terjadi drama menegangkan menjelang putaran akhir ketika Mercedes-AMG GT3 dari HTP Motorsport tengah memimpin harus masuk pit. Segera, gap hampir satu menit antara AMG GT3 dikemudikan Christian Hohenadel dengan Engel menipis menjadi tak sampai 10 detik.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.