SEJAK BERKECIMPUNG

Auto Expert - - Nürburgring 24 Hours -

lima tahun silam, tak ada kekuatan sanggup menandingi dominasi mesin VK45 milik Nissan di kelas ‘divisi dua’ LMP2 Le Mans 24 Hours. Dari enam kali partisipasi di Le Mans sejak itu, hanya sekali gelar juara LMP2 lepas dari peserta bermesin Nissan. Bahkan tahun ini, 87 persen peserta kelas LMP2 hadir dipersenjatai VK45, apa pun sasisnya.

Tahun ini, giliran Alpine A460 menjadi terbaik di kelas LMP2. Alpine bernomor 36 dikemudikan trio Nicolas Lapierre, Gustavo Menezes dan Stephane Richelmi berhasil mengungguli Oreca dari G-Drive Racing dan BR01 SMP Racing. Betul, keduanya juga menggunakan mesin Nissan. Lebih jauh, 12 dari 13 posisi teratas juga dikuasai VK45. Hanya disela Ligier JS P2 bermesin Honda di posisi ke-9.

Walau digdaya, rupanya kemenangan 2016 menandai tahun terakhir program mesin LMP2 Nissan. Ini karena sesuai regulasi baru 2017, seluruh peserta LMP2 nantinya hanya diperbolehkan menggunakan mesin baru dari Gibson. (Lihat Boks)

Sebelum dipakai di LMP2, unit VK45 merupakan mesin andalan Nissan di kelas GT500 Super GT antara 2007 hingga 2009. Mempersembahkan hasil spektakuler memenangkan tujuh dari sembilan seri Super GT 2008. Tahun 2010 VK45 digantikan oleh VRH34A.

Tidak legalnya mesin VK45 praktis membuat Nissan kehilangan mainan di arena balap ketahanan. Kabar beredar, ada dua jalur mungkin akan dipilih Nissan. Pertama, menyuplai mesin kepada tim privat LMP1. Dan kedua, menjadi konstruktor kelas DPi (Daytona Prototype International) di arena United Sports Car Championship. Hingga detik ini belum ada pengumuman resmi seputar partisipasi mereka tahun depan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.