WANGAN DAN TOUGE DALAM BUDAYA POPULER

Auto Expert - - Feature -

Meskipun dinilai ilegal, wangan dan touge berhasil meraih kepopuleran berkat peran berbagai judul komik dan video game yang menyoroti kisah pembalap-pembalap muda di Jepang. Shigeno Shuichi menciptakan karakter Takumi Fujiwara dengan AE 86 dalam komik Initial D.

Konon, sosok Takumi terinspirasi dari Keiichi Tsuchiya yang mengawali karir balap dari touge racing. Kisah balap jalanan di Shuto Expressway ditulis ulang oleh Michiharu Kusunoki dalam komik Wangan Midnight. Kisah pembalap touge dari kaum hawa juga bisa dibaca dalam komik Over Rev! karangan Yamaguchi Katsumi. Di Indonesia, komik Over Rev! bisa dibeli di toko buku terdekat.

Selain komik, keseruan balap jalanan ini juga bisa dinikmati dalam berbagai judul video game. Wangan Midnight Maximum Tune (WMMT) series adalah judul game arcade yang sangat sering ditemui di pusat game arcade mall. Selain WMMT, ada judul lain seperti Battle Gear dan Initial D Arcade Stage (IDAS) series untuk kategori arcade game.

Untuk console dan PC game, ada banyak judul yang menampilkan kedua kultur balap tersebut, seperti Shutokou Battle dan Kaido Battle Series. Game arcade racing kenamaan Need for Speed juga banyak menampilkan kompetisi highway dan touge racing. Jika dirasa kedua jenis game tersebut belum cukup, simulator racing game seperti Gran Turismo juga memiliki mobil dan sirkuit untuk wangan maupun touge racing.

So, daripada balapan jalanan yang bisa menimbulkan kerugian, lebih baik meluapkannya dalam video game, bukan?

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.