FIRST DRIVE – TOYOTA FORTUNER 2.5 G A/T DIESEL 4x4

Berbekal mesin diesel VNT yang memiliki torsi besar dan Full Time 4x4 System, Fortuner menjelma menjadi SUV berpenggerak empat roda yang powerful

Car & Tuning Guide - - Volume - BOY BEDING/PHOTOS: NOOR ZAINURI/DESIGN : AARON

Penampilannya nyaris sama dengan Fortuner 2.5 G VNT yang sudah dikenal sejak 2012. Bahkan jika stiker 4x4 yang ada di pilar C ditanggalkan, tak banyak orang yang mengeta- hui bahwa SUV Toyota berkelir Super White ini adalah versi berpenggerak empat roda.

Memang benar, secara kasat mata hanya beberapa detail saja yang membedakan eksterior Fortuner 4x4 dengan model 4x2nya. Smoked headlamp, chrome foglamp bezel, smoked rear combination lamp, dan velg dark grey adalah beberapa bagian yang merupakan ciri varian terbaru Fortuner diesel ini.

Bahkan perbedaan juga belum terlihat jika Anda membuka kap mesin yang dilengkapi air scoop di atasnya. Di dalam engine bay tetap terpasang mesin D-4D Toyota berkapasitas 2.494 cc dengan Variable Nozzle Turbo (VNT) yang sama dengan model sebelumnya.

Perbedaan baru dapat diketahui jika Anda menyempetkan diri melongok ke bagian kolong. Setelah transmisi terdapat transfer case dan center differential yang membagi tenaga ke poros depan dan belakang sebagai ciri mobil 4x4. Terdapat pula propeller shaft serta drive shaft yang menyalurkan tenaga ke kedua roda depan.

Ground clearance yang tinggi membuatnya tampak siap untuk diajak menaklukkan berbagai permukaan jalan maupun trek off-road, meski ban standar yang digunakan menunjukkan bahwa SUV ini juga banyak melaju di atas aspal.

Interiornya masih sama seperti Fortuner yang kita kenal, dengan kombinasi warna beige, cokelat, dan hitam. Yang membedakan hanyalah tuas transfer di depan kiri tuas transmisi untuk mengatur sistem gerak empat rodanya.

Mesin 2 KD-FTV dengan Variable Nozzle Turbo (VNT) serta intercooler yang digunakannya

mampu menghasilkan tenaga cukup besar, 144 PS di putaran mesin 3.400 rpm. Namun yang menonjol adalah torsi puncak sebesar 343 Nm dan bisa dicapai pada putaran 1.600 rpm hingga 2.800 rpm.

Berkat torsi yang besar di putaran rendah akselerasinya tak terasa banyak perbedaan meski mesin harus menggerakkan keempat roda terus menerus. New Fortuner 4x4 pun dengan mudah bergerak lincah di kepadatan lalu lintas. Siulan halus terdengar saat mobil berakselerasi, menandakan turbo bekerja optimal memam- patkan udara yang masuk ke silinder.

Di putaran tinggi, tenaga yang dikeluarkan terbilang kuat saat digunakan mendahului kendaraan lain di jalur bebas hambatan. Mobil merespons injakan pedal gas dengan berakselerasi cukup cepat namun lembut. Kenyamanan berkendara ini diperoleh berkat penggunaan transmisi otomatis 4-percepatan Super ECT yang perpindahannya dikontrol oleh komputer.

Sistem four wheel drive full time yang dimilikinya membuat Fortuner tetap sakti melahap rute

aspal mulus karena tenaga selalu tersalur ke keempat roda. Bahkan sistem ini membuat kami lebih percaya diri saat melaju cepat di jalan menikung.

Dibanding versi 4x2, gerakan setir Fortuner 4x4 di atas aspal terasa sedikit lebih berat akibat adanya tenaga yang tersalurkan ke roda depan. Namun hal ini justru membuat kemudinya lebih mantap, terutama di kecepatan tinggi.

Meski belum sempat membawanya ke medan off-road sesungguhnya, kami sempat mencoba Fortuner 4x4 ini di trek tanah. Sistem four wheel drive­nya terasa membantu mobil mendapatkan traksi optimal. Begitu pula perfoma suspensi standar yang masih mampu meredam trek berkontur dalam kecepatan moderat. Mengingat ban standar yang digunakan masih merupakan tipe jalan raya, penggantian ban berprofil kasar akan sangat membantu performanya saat penggunaan di medan berat.

Setelah mencobanya, tak sabar kami untuk melakukan tes lebih lengkap termasuk membawa New Fortuner 4x4 ke medan off-road sesungguhnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.