SEPUTAR HID AFTERMARKET

Inovasi lampu HID aftermarket masih terus berkembang. Intinya untuk menambah kenyamanan berkendara.

Car & Tuning Guide - - Volume - FAJAR DIVA/PHOTOS: ARTHAMIYA/DESIGN: IPIN

Beberapa tahun ke belakang, pasar aksesori Tanah Air dibanjiri berbagai produk lampu HID (High Intensity Discharge). Padahal, jika menilik 10 tahun lalu, lampu HID masuk dalam kategori “barang mewah”. Kala itu, lampu HID masih dijual dengan harga kisaran di atas Rp 5 jutaan per set-nya. Seiring meningkatnya permintaan konsumen, sekarang lampu HID ditawarkan dengan harga terjangkau. Cukup sediakan anggaran sekitar Rp 1-2 jutaan, Anda sudah bisa mengkonversi lampu tipe halogen menjadi HID. Bahkan, beberapa mobil keluaran terbaru kelas medium pun sudah ditawarkan headlamp HID sebagai perlengka- standarnya.

Virus aplikasi HID pada awalnya dipicu produsen mobil Eropa seperti MercedesBenz, BMW dan Audi yang memasang lampu HID pada line-up produknya. Bukan hanya terlihat ‘mewah’, tapi lebih ke arah daya tahan dan efisiensi lampu. “Pabrikan menyematkan HID agar cahaya lebih terang tapi dengan daya kecil ketimbang lampu halogen,” ujar Kelvin Aliwarga dari

pan DS HID di kawasan Gato Subroto, Jakarta Selatan.

Lantas seperti apa ‘masa depan’ lampu HID aftermarket? Berikut kami jabarkan pergerakan inovasi lampu serta perkembangan ballast lampu HID.

Ballast terkini sudah dalam bentuk slim. Tahan terhadap air,

debu dan guncangan.

Inilah ‘jeroan’ lampu HID Toyota Harrier. Disematkan modul pintar kotak hitam kecil yang mampu mendeteksi pergerakan setir kemudi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.