Delica & Sumatera

Menikmati keindahan alam Sumatera sambil merasakan performa MPV terbaru Mitsubishi

Car & Tuning Guide - - Test Drive - VIERKO MOVIARTO/PHOTOS: DAVID SRIHANOKO/DESIGN: AARON

Salah satu destinasi wisata di Indonesia adalah Sumatera. Lebih mengerucut, Sumatera Barat menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara, utamanya mereka yang berasal dari Belanda. Pengaruh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) ketika menjajah Tanah Air memiliki pengaruh terhadap kunjungan turis ke wilayah ini.

Cukup banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi di wilayah Sumatera Barat. Mulai dari Padang sebagai ibukota, hingga beberapa daerah kabupaten lain- nya menyimpan potensi wisata berlimpah. Lebih menarik lagi, ketika Anda memiliki kesempatan berada di daerah ini, maka suguhan yang tersaji bisa dikatakan komplet.

Seperti yang kami rasakan ketika mendapat undangan dari PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors selaku pemegang merk kendaraan Mitsubishi di Indonesia. Undangan yang dirasa spesial, karena kami bukan hanya dapat menikmati beragam keindahan yang tersaji di daerah Minangkabau. Car & Tuning Guide mendapat pula kesempatan untuk menjajal MPV terbaru Mitsubishi yaitu Delica.

Padang – Bukittinggi

Inilah rute perjalanan di hari pertama kami. Lepas dari Bandara Internasional Minangkabau, kami yang menempati Delica bernomor 2, langsung menuju

destinasi pertama, Danau Singkarak. Bagi pecinta sepeda, nama Singkarak tentu tidak asing. Tour de Singkarak, balap sepeda yang sudah diselenggarakan mulai tahun 2009 menjadi penyebabnya.

Dari kota Padang menuju danau kedua terbesar di pulau Sumatera itu, kondisi jalannya sungguh menantang. Kelokan tajam dan jalan perbukitan menjadi handicap dalam perjalanan ini. Bertindak sebagai navigator, saya menyaksikan bagaimana rekan kami harus lincah memutar kemudi. Dalam pandangan mata, tampak bahwa Delica cukup lincah dalam menghadapi medan tersebut.

Menjadi penumpang dan duduk di bagian depan, saya merasakan bahwa baris pertama Delica memiliki ruang memadai untuk bergerak. Dasbor pun dilengkapi perangkat audio 2DIN dengan layar 7 inch touch screen yang memainkan beragam format musik. Selain itu, head unit ini juga dilengkapi fitur pintar ‘Finger Gesture Recognition’.

Setelah melewati patung Ayam di kabupaten Solok, kami pun tiba di Danau Singkarak. Di sini, kami rehat sejenak sambil menikmati danau seluas 11.200 hektare tersebut. Suasana di wilayah ini cukup tenang.

Dari Singkarak, kami menuju Padang Panjang. Aspal mulus menjadi teman perjalanan kami. Masih sebagai navigator, saya merasakan bahwa suspensi dari mobil dengan slogan ‘Sport Utility MPV’ ini cukup nyaman. Pun begitu dengan pendapat teman yang duduk di baris kedua. Hingga akhirnya, kami makan siang di sebuah restoran yang sangat terkenal, Sate Mak Syukur. Mak nyusss…..

Saat melalui rute Padang Panjang menuju Bukittinggi, kami

sempat singgah di salah satu lokasi industri tenun, Pandai Sikek. Mampir di sebuah gerai, kami bisa melihat bagaimana indahnya kain tenun yang dihasilkan oleh pengrajin di daerah ini. Perjalanan pun dilanjutkan menuju Puncak Lawang. Harapan kami, di lokasi ini kami bisa menikmati keindahan Danau Maninjau dari atas perbukitan. Sayangnya, sore itu kabut turun cukup tebal.

Dan perjalanan sore itu pun berakhir di Bukittinggi. Sambil menikmati kota berhawa sejuk itu, Delica pun tebar pesona di Jam Gadang, sebagai salah satu ikon Bukittinggi. Masyarakat di kota kedua terbesar di Sumatera Barat tersebut berhasil dialihkan perhatiannya.

Bukittinggi – Pekanbaru

Hari kedua. Inilah waktunya bagi saya untuk merasakan performa Delica dari balik kemudi. Dari Bukittinggi, rombongan yang terdiri dari 6 Delica menuju Istano Pagaruyung yang berada di daerah Batu Sangkar. Kondisi jalan cukup sempit dengan tikungan cukup tajam kami temui sepanjang perjalanan.

Lingkar kemudi Delica cukup gesit untuk menaklukan berbagai tikungan. Hanya saja, pilar A terasa sedikit membatasi pandangan, utamanya pandangan pengemudi di bagian kanan depan. Setelah 45 menit perjalanan, kami pun tiba di Istano Pagaruyung sebagai istana yang merepresentasikan budaya Minang.

Dari Istano Pagaruyung, rute selanjutnya menuju Lembah Harau, sebuah kawasan wisata nan

eksotis akibat adanya tebing batu yang terhampar sangat panjang. Di lokasi ini, terdapat juga air terjun dan beberapa arena wisata lainnya. 30 menit kemudian, seluruh rombongan kembali bergerak. Tujuannya adalah Pekanbaru melalui jembatan Kelok 9.

Menuju ibukota Provinsi Riau itu, Delica kembali diajak bekerja keras. Rute jalannya sangat bervariasi. Jalan cukup lebar dengan aspal mulus, tikungan tajam, kondisi jalan naik-turun mendominasi rute ini. Dalam kondisi ini, kami merasakan performa dari mesin 4J11 berkapasitas 1.998 cc. Inilah rute sesungguhnya untuk membuktikan ketangguhan mesin dengan tenaga 150 hp dan torsi 191 Nm tersebut.

Dengan transmisi INVECS III CVT, terasa bahwa mesin diharuskan bekerja ekstra keras untuk menghela bodinya yang cukup besar. Hal ini kami rasakan ketika melalui tanjakan cukup curam. Untungnya, Delica dilengkapi paddle shift dan transmisi mode Sport (DS). Mainkan paddle shift maka Anda akan merasakan performa layaknya sebuah mobil yang menggunakan transmisi manual.

Turunan tajam menjadi handicap berikutnya. Hadirnya Active Stability Control (ACT) dan Traction Control (TC) memudahkan pengemudi ketika melibas setiap tikungan. Ground clearance tertinggi di kelasnya, tidak mengganggu kenyamanan suspensi. Diajak menikung dalam kondisi ekstrem, body roll mobil terasa minim. Sementara saat melalui jalan bekas longsor, suspensi pun tetap terasa nyaman. Jujur, kami kaget dengan kelincahan dari MPV ini. Sayangnya kami belum merasakan keampuhan dari Hill Start Assist yang dimiliki Delica.

Masuk kota Pekanbaru dalam keadaan ramai, kami baru bisa merasakan fitur Auto Stop & Go yang sudah menjadi standarnya. Overall, test drive kali ini sungguh berbeda. Menikmati beberapa lokasi wisata sekaligus mencoba MPV terbaru menjadi paduan unik dan menarik. Usul kami kepada Mitsubishi, akan lebih baik apabila Delica memiliki fitur kontrol audio di kemudi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.