THE COST OF EVOLUTION

Car & Tuning Guide - - Contents - Aditya P. Siregar Editor in Chief

alam dunia otomotif, inovasi merupakan mantra wajib yang harus diagung-agungkan setiap produsen. Frase “Hari ini harus lebih baik dibandingkan kemarin” diejawantahkan menjadi perbaikan tanpa henti untuk setiap produk akan diluncurkan ke pasar. Model baru harus lebih bertenaga, lebih nyaman, lebih aman, juga lebih memanjakan penghuninya. Lalai menerapkan hal ini, dijamin akan dilibas rival-rivalnya.

Dimana-mana, yang namanya penambahan apapun pasti diringi kedatangan ‘tamu tak diundang’. Alias biaya ekstra. Tidak ada yang gratis. Ujung-ujungnya berimbas pada kenaikan harga. Lakukan dalam beberapa tahapan evolusi, umumnya produk bersangkutan akan naik kelas. Pindah ke segmen lebih tinggi.

Contoh nyata adalah Toyota Kijang. Berawal dari mobil niaga serbaguna, saat ini inkarnasi terkininya telah masuk rentang segmen premium. Ya, varian teratas Kijang Innova Q Diesel AT dibanderoli Rp 400 juta lebih.

Diakselerasi faktor ekonomi seperti inflasi, belakangan ini kenaikan segmen terjadi jauh lebih cepat. Jika Kijang membutuhkan setidaknya 30 tahun untuk naik segmen, mobil seperti Honda Jazz atau Avanza hanya perlu 10 tahun sebelum brand pembuatnya harus memikirkan produk baru demi mengisi ceruk pasar ditinggalkan. Posisi Jazz sebagai entry level sudah digantikan Honda Brio. Sementara Avanza, well, kami rasa kehadiran sang adik tinggal menunggu waktu.

Salah satu segmen baru hadir sebagai hasil fenomena ini adalah SUV 1.500 cc. Makin lama makin ramai. Kini mengisi ceruk Rp 200 – 300 juta yang dulu diisi model bermesin 2.000 cc. Dimana, model terkini adalah Chevrolet Trax dan Honda BR-V. Keduanya bisa Anda saksikan pada edisi ini. Juga dapat Anda lihat videonya pada kanal Youtube kami, Car & Tuning Guide.

D

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.