Nissan Indonesia sajikan dua SUV dengan karakter berbeda

Car & Tuning Guide - - Group Test - TIM CAR & TUNING GUIDE /PHOTOS : RUSLI ILFAN/DESIGN : AARON

Bila mendengar kata hybrid, bisa jadi yang terbersit di benak Anda pertama adalah soal mobil irit bahan bakar. Tak bisa dipungkiri, salah satu tujuan mobil menggunakan sumber tenaga ganda ini adalah supaya penggunaan bahan bakarnya bisa ditekan seminim mungkin, dan berujung pada sifat yang ramah terhadap lingkungan.

Di Indonesia, keberadaan mobil dengan dua sumber tenaga memang belum memiliki pangsa pasar yang besar. Ada banyak faktor penyebabnya. Salah satu alasannya karena harga jual yang jauh lebih mahal dibanding tipe standar, dan juga perhitungan pajak mobil yang kurang bersahabat. Walau memiliki banyak model untuk pasar global, tapi nyatanya belum semua Agen Pemegang Merek (APM) menghadirkan line-up mobil hybrid di Indonesia.

Tapi kini, untuk kali pertama di Indonesia, Nissan menjadi salah satu APM yang menghadirkan mobil hybrid yang dibangun dalam sosok SUV medium. Prinsipal Nissan mengembangkan X-Trail Hybrid yang notebene mengambil basis dari All New X-Trail yang sudah hadir sebelumnya, yaitu versi 2.0 L CVT. Chief Vehicle Engineering Nissan Motor Company, Nobusuke Toukura mengatakan kalau butuh waktu 3-4 tahun agar ide ini dapat terimplementasi.

Kali ini kami sengaja menghadirkan dua line-up All New X-Trail. Pertama versi hybrid sebagai jagoan baru dari SUV Nissan, dan juga All New X-Trail 2.5L yang memiliki kapasitas mesin paling besar di line-up X-Trail. Dengan selisih harga Rp 174,6 juta dibanding tipe 2.5L CVT, kelebihan apa saja yang bisa Anda dapat di X-Trail Hybrid?

JIKA Anda hanya melihat tampilan, baik eksterior ataupun interior, tak banyak perbedaan antara kedua varian ini. Lalu apa yang membuat versi hybrid bisa lebih mahal? Pertama, sebagai mobil hybrid, tentu saja X-Trail Hybrid memiliki teknologi yang jauh lebih canggih.

Hal ini dapat dilihat dari penggunaan motor listrik berkode RM31 yang mampu menghasilkan tenaga 41 hp serta torsi tambahan di angka 160 Nm. Motor listrik ini bekerja ganda, selain sebagai sumber tenaga, juga bisa berfungsi sebagai generator untuk pengisian ulang baterai sistem hybrid-nya.

Lantas yang kedua, X-Trail Hybrid juga dilengkapi Intelligent Dual Clutch Control. Dimana motor listrik diapit dua kopling yang akan menyalurkan tenaga ke CVT. Kopling pertama berfungsi untuk memutar roda ketika motor listrik mulai bekerja. Sementara kopling kedua akan aktif ketika mesin konvensional mulai bekerja. Hal ini memungkinkan pengendara menggunakan EV Mode dalam kecepatan tinggi dan melakukan pengisian ulang secara efisien.

Tak hanya faktor teknologi saja yang menyebabkan All New X-Trail Hybrid memiliki harga lebih mahal. Perhitungan pajak di Indonesia belum mendukung kebijakan mobil hybrid. Di negara maju, setiap pabrikan yang menjual mobil hybrid diberikan insentif karena sudah membantu mengurangi emisi gas buang.

Anehnya di negara kita mobil hybrid justru dianggap sebagai kendaraan yang menggunakan dua sumber tenaga, sehingga pajaknya lebih mahal dibanding mobil konvensional. Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 2013, mobil hybrid termasuk barang mewah dengan pajak 75 persen dari harga jual. Sebagai catatan, pada lembar STNK all new X-Trail Hybrid, biaya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada angka Rp 9,76 juta. Sementara, all new X-Trail 2.5L 'hanya' 6,507 juta rupiah.

Harapannya, semoga pemerintah kita segera merevisi kebijakan lama yang tidak mengikuti tren otomotif dunia. Sehingga bumi Indonesia pun semakin menjadi ramah lingkungan.

Fitur cruise control hanya ditemui pada versi all new X-Trail 2.5L dan versi hybrid belum dilengkapi fitur ini.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.