FIRST DRIVE – KIA GRAND SEDONA ULTIMATE

Dimensi besar plus daya angkut jadi salah satu kelebihan yang dimilikinya

Car & Tuning Guide - - Volume - ARIES ADITYA PUTRA/PHOTOS : ARTHAMIYA

Pada edisi lalu kami sudah berjumpa dengan Kia Grand Sedona di pameran otomotif yang diadakan di ICE, BSD City, Tangerang Selatan. Kali ini kami mendapat kesempatan untuk merasakan langsung mengemudikan MPV yang memiliki dimensi panjang lebih dari 5 meter. Seperti apakah impresi mengendarai generasi penerus Kia Carnival ini?

Sekadar informasi, unit yang kami coba kali ini merupakan varian tertinggi yakni Kia Grand Sedona Ultimate. Namun unit pertama yang datang ke Indonesia ini baru versi uji coba sehingga tak dilengkapi tur panoramic sunroof seperti yang nantinya dijual ke konsumen.

Oke, pertama kali duduk di jok pengemudi rasanya posisi duduk cukup tinggi walaupun jok dengan pengaturan elektrik ini sudah diposisikan paling rendah. Tapi berkat posisi duduk yang tinggi pengemudi jadi lebih mudah memantau ke segala arah. Visibilitas Grand Sedona bisa dikatakan baik sebab kaca depan, samping, maupun belakang tergolong lebar sehingga pandangan ke segala arah tak terhalang.

Terlebih dengan adanya kaca kecil di pilar A yang sangat membantu pengemudi ketika menuju tikungan. Hal ini terjadi karena spion Grand Sedona cukup besar sehingga bisa menghalangi pandangan ke samping. Saat parkir mundur pun Anda akan dibantu kamera mundur yang terhubung ke layar kecil di head unit.

Saat mesin dinyalakan, karakter dari mesin V6-nya tidak terlalu terdengar. Suara

mesin terbilang halus dan minim getaran. Ya, Grand Sedona menggedong mesin yang cukup besar, memiliki kapasitas 3.342 cc dengan kemampuan menghasilkan tenaga 270 ps serta torsi di angka 318 Nm.

Tenaga mesin ini disalurkan melalui transmisi otomatis 6-percepatan yang memiliki tur Shiftronic. Dengan kapasitas besarnya, tenaga di putaran rendah cukup menjanjikan. Dan sewajarnya akan lebih menjanjikan lagi saat melaju konstan di jalan bebas hambatan.

Tak seperti mobil-mobil Kia kebanyakan yang sudah memanfaatkan Motor Driven Power Steering (MDPS), Grand Sedona masih memanfaatkan sistem hidraulis sehingga putaran lingkar kemudinya tidak terlalu ringan.

Sebagai penumpang, duduk di jok belakang Grand Sedona juga terbilang nyaman. Akses masuk lebih mudah berkat electric sliding door di kedua sisi. Proses buka-tutup pintu geser elektrik ini juga bisa dilakukan melalui tombol yang ada di plafon depan, namun untuk membuka pintu dari tombol ini hanya bisa dilakukan ketika tuas transmisi berada di posisi P.

Ciri khas Carnival dan Sedona lama masih tersisa di kabin Grand Sedona yang luas, yaitu sandaran jok tengah di baris kedua dan ketiga bisa dijadikan tempat meletakkan barang atau cup holder saat sedang tidak mengangkut banyak orang. Dengan begitu Anda akan merasa seperti sedang duduk di captain seat. Selain itu jok tengah ini bisa juga dilipat untuk membuka akses penumpang ke baris di belakangnya.

Fitur keselamatan Big MPV Kia ini juga tergolong lengkap. Setiap penumpang akan mendapat seatbelt 3 titik kecuali penumpang tengah di baris kedua, ketiga, dan keempat yang hanya mendapatkan seatbelt 2 titik. Ketersediaan airbag tak hanya untuk pengemudi dan penumpang depan saja, tapi juga curtain airbag yang membentang dari setiap pilar.

Kalau sudah begini, perjalanan jauh pun akan disukai setiap keluarga.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.