TEST DRIVE – HONDA NEW BRIO RS CVT

Car & Tuning Guide - - Volume - ARIES ADITYA PUTRA/PHOTOS : ARTHAMIYA

Ada yang beranggapan kalau penggunaan Continuously Variable Transmission (CVT) membuat akselerasi mobil jadi kurang responsif. Tapi kelebihannya, transmisi jenis ini minim entakan yang diakibatkan perpindahan gigi. Selain itu, banyak pabrikan sudah menerapkan CVT untuk mengejar e siensi bahan bakar.

Honda merupakan salah satu pabrikan di Indonesia yang melengkapi hampir semua varian mobilnya dengan transmisi yang menggunakan sabuk baja untuk menghubungkan puli ini. Bahkan kini, semua line up New Brio bertansmisi otomatis tak lagi mengandalkan model konvensional melainkan CVT. Bagaimana rasanya setelah mesin L12B dipadukan CVT?

Tetap responsif. Itulah kata yang pertama keluar setelah mencoba mengemudikan New Brio RS. Sedikit saja pedal gas ditekan, mesin langsung responsif menyalurkan tenaganya ke roda depan. Mungkin bagi yang belum terbiasa, kondisi ini justru membuat mobil seperti ‘liar’ di putaran bawah.

Sekadar informasi, mesin L12B yang ada di Brio varian tertinggi ini sudah mengalami peningkatan tenaga. Output maksimum yang tadinya 88 ps di Brio 1.2 A/T kini melonjak hingga 90 ps pada putaran 6.000 rpm. Torsinya juga bertambah 1 Nm menjadi 110 Nm tapi di putaran yang lebih tinggi, 4.800 rpm. Ini menjadikannya New Brio RS jadi city car yang paling bertenaga dibanding para rivalnya.

Tak hanya tenaganya yang melonjak, rasio nal gear ternyata juga dibuat lebih besar. Perbandingan gigi akhir yang tadinya 4,562 di Brio 1.2 A/T kini diubah menjadi 4,680 untuk mengimbangi penggunaan CVT.

Hasilnya cukup mengejutkan ketika mobil seharga Rp 175,2 juta ini diajak berakselerasi. Dipacu dari berhenti hingga kecepatan 100 km/jam, mobil yang memiliki berat kosong hanya 965 kg ini bisa membukukan waktu 12,5 detik! Jauh melesat dari Brio 1.2 A/T yang mencatatkan waktu 15,1 detik. Artinya ada peningkatan yang cukup signi kan.

Catatan dari 0 km/jam hingga 60 km/jam pun menunjukkan

hal yang positif. Angkanya bisa melonjak 0,3 detik dari yang tadinya mencatatkan waktu 6,2 detik.

Kombinasi penggunaan CVT dan rasio nal gear lebih besar justru membuat putaran mesin lebih rendah ketika melaju konstan pada kecepatan 100 km/jam. Di Brio 1.2 A/T, melaju konstan di kecepatan 100 km/jam, jarum takometer menunjukkan angka 2.300 rpm. Sementara di New Brio RS CVT ini justru lebih rendah yakni 2.200 rpm.

Hal-hal yang sudah disebutkan di atas tentu berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Misalnya saja saat kondisi perjalanan dalam kota yang kerap kali stop and go, pengemudi jadi tak perlu menginjak pedal gas dalam-

dalam. Hasilnya konsumsi bahan bakar New Brio RS ini bisa mencapai 13,8 km/liter untuk penggunaan di dalam kota.

Hal serupa juga terjadi ketika melaju di jalan bebas hambatan. Karena putaran mesin lebih rendah saat melaju konstan, mobil berwarna Passion Red Pearl ini bisa melaju sejauh 20,3 km untuk setiap liter bahan bakarnya.

UBAHAN menyeluruh pada bentuk dasbor yang lebih sporty juga turut mengubah suasana mengemudi. Apalagi pada varian paling tinggi ini seluruh kabin diberi nuansa hitam yang dipadu kombinasi warna oranye pada bagian jok menambah aura sporty.

Tapi penggunaan nuansa hitam di seluruh kabin juga berpengaruh ketika Anda mengemudikannya saat malam hari. Ketika mau masuk gerbang tol dan ingin mencari uang akan kesulitan. Apalagi posisi lampu kabin ada di tengahtengah plafon. Saran kami, Anda bisa menambahkan lampu penerangan di plafon antara sunvisor milik BR-V misalnya agar saat menyalakan lampu lebih mudah dijangkau.

Begitu pula dengan tuas transmisi yang tidak dilengkapi penerangan. Bagi yang tidak terbiasa mungkin akan kebingungan untuk melihat tuas sedang berada di posisi apa. Tapi sebenarnya, Anda cukup melihat ke Multi Information Display (MID) untuk melihat posisi transmisi.

Oh ya, di panel dasbor yang juga digunakan pada Mobilio terbaru ini tak tersedia indikator saat mesin kondisi dingin. Jadi ketika mobil baru dinyalakan saat pagi hari, tak akan ada indikator yang menyala kecuali putaran mesin yang berada di atas 1.000 rpm.

Selain itu, ketika kondisi siang hari ataupun malam hari, iluminasi panel instrumen tak akan berubah meski lampu utama sudah dinyalakan. Untungnya, dominasi warna putih dan oranye tidak terlalu silau yang membuat mata cepat lelah ketika malaju malam hari. Selain itu terdapat indikator lampu kecil dan fog lamp untuk memberi tanda saat lampu dinyalakan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.