Storage Keluarga

Chip (Indonesia) - - Editorial -

Dulu, ketika memotret masih didominasi oleh kamera-kamera dengan film fotografi berbahan plastik dan emulsi gelatin bisa dijamin Anda harus hemat memotret. Dengan jumlah terbatas (satu film untuk 36 frame) artinya memotret obyek musti berpikir panjang. Tak bisa asal cepret, apalagi jika hanya sekadar mereplikasi. Bagi sebagian pemotret, bahkan musti penuh waspada ketika hendak mengabadikan obyek yang jarang terjadi.

Setelah itu, Anda juga harus pergi ke studio foto untuk mencuci klise. Kalau uang cekak, Anda pun musti memilih foto-foto yang akan dicetak. Habis itu, selesai membawa klise, Anda pun harus menyimpan baikbaik di tempat dan ruang yang bersih tak mudah terkena jamur.

Revolusi digital mengubah semuanya. Termasuk “membunuh” industri produk film fotografi itu sendiri. Bahkan membuat Anda berpikir untuk memindai seluruh foto agar tak lapuk oleh penyimpanan yang tak terawat.

Dokumentasi adalah kata kunci dari industri fotografi masa kini. Anda boleh dan bebas memotret sejumlah berapapun foto dengan kamera digital atau smartphone. Tetapi pendokumentasian adalah sebuah makna setelah bejibunan fotodigital itu lalu kian memenuhi ruang simpan.

Bicara tempat simpan ada beragam cara. Namun belakangan ini tempat-tempat yang semula disediakan (apakah kartu memori, flash disk, dan hard disk) kian tak bisa memberi jaminan. Selain daya tahan, sistem dan keunggulan komponen maupun kerahasiaannya tak terjaga benar.

Padahal, sekarang memotret di lingkungan keluarga adalah bagian tak terpisahkan dari guyubnya Anda bersama kerabat. Lihat saja, bahwa memotret (termasuk selfie) sama derajatnya dengan makan-makan, ngobrol-ngobrol, atau doa-doa bersama. Masuk sub acara ritual kumpul keluarga.

Ke mana Anda akan simpan koleksi ratusan atau ribuan foto dengan momen-momen yang tak bisa terlupakan itu?

Sistem penyimpanan baik lewat hardware maupun maya telah dihadirkan sebagai sebuah alternatif. Dalam format hardware ada SSD (Solid-state Drive), sedang untuk bentuk maya ada cloud storage yang banyak ditawarkan secara free maupun berbayar. Inilah model penyimpanan data atau file yang tengah jadi tren saat ini. Masingmasing memiliki keunggulan yang melampaui moda penyimpanan kemarin hingga membuat mereka ketinggalan zaman. Tentu juga ada kekurangan sebagai produk teknologi.

Moda baru ini tentulah merujuk pada dukungan sistem lainnya. Sebut saja misalnya kualitas jaringan nirkabel yang semakin membaik, sehingga sangat menguntungkan penyimpanan awan. Sebab, Anda bisa menyimpan atau membuka file di mana saja. SSD memiliki durabilitas yang mengaca pada HDD yang dianggap memiliki beberapa minus.

Teknologi penyimpanan data terus berkembang. Bahkan tak hanya Intel yang concern, Samsung pun menumbuhkan bisnis perangkat storage. Artinya, dalam konteks bisnis, ada permintaan akan perangkat ini. Nah, Anda perlu siap dan pelajari kekhasannya. (*)

Andra Nuryadi

Editor in Chief

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.