The Spirit of Kartini: Enam Srikandi TI di Indonesia

Chip (Indonesia) - - Tren -

#StartupLokal di Jakarta.

Yessi punya kemampuan teknikal mendalam dan kini dipercaya menduduki jabatan di jajaran direktur kepala di XL. Baginya, apa yang dilakukan Kartini di zamannya itu luar biasa. “Perempuan menuntut mau sekolah bukan hal yang lumrah saat itu,” tuturnya. Untuk itu ia berpesan, “Jangan sia-siakan apa yang sudah dimulai Kartini. Kalau ada kesempatan maju, jalanin aja. There’snosuchthing pekerjaan yang bedain laki-laki dan perempuan. Yang penting punya passion untuk terus maju dan berkarya,” paparnya. Geraldine juga mengingatkan agar perempuan Indonesia harus punya pikiran terbuka, fokus, dan jangan takut untuk gagal. “Dari kegagalan kamu bisa belajar banyak dan tumbuh dari sana,” jelasnya.

Sementara menurut Juliana, “Banyak yang jadi carrier woman setelah punya anak, kita bilang jangan. Saya sendiri baru punya anak kembar,” jelasnya. Perempuan Indonesia menurut Nuniek juga sebaiknya mengoptimalkan potensi diri yang ada. Sementara Marcella, ingin mendedikasikan karyanya di dunia TI untuk bisa memudahkan hidup masyarakat. Ia juga mengajak perempuan Indonesia untuk tidak sekedar jadi pengguna teknologi, Tapi juga aktif jadi pelaku di dalamnya.

Serupa dengan Marcella, Diajeng juga mengajak perempuan Indonesia untuk turut mejadi entrepreneur. “Jika lebih banyak perempuan menjadi entrepreneur, mungkin akan terjadi lebih banyak perubahan sosial lainnya,” ujarnya. Nah, berikut profil keenam srikandi TI ini.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.