Teladani Ki Hajar Dewantara

Chip (Indonesia) - - Tren -

ebelas tahun setia meniti karir di operator telekomunikasi XL Axiata, karir Yessy D. Yosetya terus menanjak. Perlahan tapi pasti, jabatannya terus naik hingga sekarang menduduki Director Service Management. Jabatan ini satu tingkat di bawah jabatan CEO yang juga dipegang oleh seorang wanita di XL, Dian Siswarini.

Sebagai sarjana teknik elektro, Universitas Satya Wacana, Salatiga, Yessie memang mengaku punya di dunia teknis dan matematika. “Dari 260 mahasiswa, hanya 10 yang perempuan,” jelasnya. Lulus kuliah, ia setia pada profesi terkait elektro, dan memilih karir di dunia telekomunikasi. Mulai dari Lucent, hingga

SHuawei, hingga masuk ke divisi teknikal di XL, semua pekerjaannya itu sangat kental dengan unsur teknis. “Sebelumnya di vendor yang jualan perangkatnya. Sekarang di operator yang pakai equipment-nya,” jelasnya.

Tantangan terbesarnya justru ketika ia diminta untuk menangani bisnis pada 2011. Yessy yang sangat dalam pengetahuan teknikalnya, harus masuk ke dunia baru yang sama sekali asing. “Saat itu saya dikasih untuk membangun bisnis baru, (XL Tunai). Dari teknikal saya tiba-tiba harus membangun produk, harus bisa memasarkan, membangun ekosistem, dst. Jadi itu pengalaman yang paling berharga untuk saya,” jelasnya.

Perubahan memang tak pernah mudah. “Setelah delapan tahun di IT, pasti kita sudah punya comfort zone sendiri. Kalau ada masalah apa, kita langsung tau solusinya.”

Terus Belajar

Yessi mengakui bahwa sebagai pemimpin, belajar tak pernah berhenti. “Masuk dunia baru, tentu harus punya keterbukaan. Dalam arti kita boleh berhenti belajar, boleh malu bertanya. Ya, mungkin ada pertanyaan-pertanyaan bodoh. ginian aja ditanyain? Tapi namanya tahu, ya tanyain aja.”

Keterbukaan hati dan pikiran menurutnya sangat diperlukan di masamasa ini untuk bisa menerima masukan. Selama kepemimpinannya, Yessi bangga layanan XL Tunai berhasil menambah hingga satu juta Dari situ, ia kemudian dipercaya juga untuk mengembangkan portfolio lain. Seperti

IoT, dan layanan

“Baru 2015 kemarin saya diminta kembali untuk memimpin dunia teknis, untuk pimpin network dan TI di XL,” ujarnya. Nah, pada Maret 2016 lalu, Yessi kembali dipromosikan di divisi yang sama. Hanya saja jabatannya menjadi Direktur Independen atau Chief Director untuk Service Management XL Axiata.

Tanggung jawab pada jabatan baru ini, untuk membawa tim jaringan dan IT di XL sebagai service enabler bagi strategi perusahaan. Artinya, Yessi mesti memimpin tim yang menyediakan jaringan dan layanan TI yang tepat untuk penuhi strategi perusahaan. Salah satu misi Yessi adalah untuk membawa efisiensi pada jaringan dan TI perusahaan, berbekal pengalamannya di divisi digital.

“Jadi seringkali yang saya tanya ke tim apakah yang kita lakukan sekarang sudah cukup efisien? Akankah kita punya proses baru? .manual proses yang harus diotomatisasi? Pola pikir kita harus

tuturnya.

Prioritas

Sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga, Yessi mengakui bahwa terjadi konflik kepentingan. “Saya ambilnya pragmatis aja. Adalah bohong kalau bilang saya antara kerjaan dan rumah tangga. Pasti ada

Sebab, saya kerja lebih dari 8 jam

sehari.”

Untuk menyiasati tanggung jawab yang berat di kantor, dan tanggung jawab di rumah, resep jitu Yessi adalah

. Jangan permasalahkan hal-hal kecil. “Jangan nambah stress yang

perlu,” tuturnya. Tips lain adalah prioritas. Yessi biasanya menetapkan dulu tujuan di setiap harinya. Pilah yang penting dan darurat. Kerja sebagai tim, ketika ada anggota yang melakukan kesalahan jangan berlama-lama menyalahkan, segera bangkit dan perbaiki.

Soal tips kepemimpinan, Yessi menilai hal itu sudah disarikan dengan baik oleh Ki Hajar Dewantara. Ingngarsosung tulodo (didepan memberi teladan), ing madya mangunkarso (ditengah memberi semanagat), dan Tutwurihandayani (di belakang memberi dukungan). “Jadi pemimpin memang harus turun lapangan, bisa cuma di balik meja.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.