Be The Best Version Of Our Self

Chip (Indonesia) - - Tren -

sarjana sosial politik dan seorang muslim, Diajeng Lestari sepakat dengan ajaran Nabi Muhammad dan cita-cita para pendiri bangsa. Cita-cita untuk mewujudkan keadilan dan makmur menurut Diajeng kini dilakukannya lewat bidang ekonomi, khususnya e-commerce.

“Kalau politik kan memang bisa memengaruhi kemakmuran masyarakat dengan kebijakan. Tapi saya pikir itu juga bisa dilakukan dengan membangun ekonomi dengan berbisnis,” terang perempuan lulusan Universitas Indonesia itu. “Saat ini tantangannya adalah bagaimana caranya untuk bisa mencapai kemerdekaan ekonomi,” tambahnya lagi. Salah satu sektor yang menurutnya bisa jadi potensi adalah ekonomi kreatif. Sebab, sektor ini terbukti tahan banting ketika terjadi krisis. Ekonomi kreatif pula yang dipercaya Diajeng menjadi bisnis yang bisa memberi nilai tambah. Nilai tambah bagi bahan mentah yang banyak dimiliki Indonesia. Sehingga, negara-negara Amerika dan Eropa menurutnya sekarang berlomba mengembangkan industri kreatif mereka. “Berbisnis beda dengan berdagang. Dagang cuma menjual yang ada. Bisnis menambah nilai. Misal dari kayu, dibuat apa untuk menambah nilai jualnya.”

HijUp adalah salah satu portal e-commerce busana muslim pertama di Indonesia. HijUp menghubungkan para perancang busana muslim dengan konsumen. Diajeng berharap dengan berdirinya HijUp bisa membantu pelaku UKM di Indonesia. Terutama untuk mempercepat terciptanya nilai ekonomi tersebut. “Kita sudah punya semua, designer banyak, raw material ada, pasar besar. Jadi, dari hulu ke hilir kita harusnya kuat di industri fashion, terutama fashion muslim,” ujarnya beralasan.

Lewat HijUp Diajeng mengaku kini berhasil merangkul dua ratus perancang busana muslim. Dibanding ketika awal HijUp berdiri yang hanya memayungi 14 perancang saja. Jika dihitung nilai bisnisnya, pertambahannya diklaim tumbuh lima kali lipat dalam setahun. Dengan demikian Diajeng yakin HijUp sedikitnya sudah mampu berkontribusi.

Tangan Tuhan

Inspirasi membuat HijUp diaku Diajeng berawal ketika ia mulai berhijab, dan menyadari kalau pilihan berbusana muslim yang tepat saat itu terbatas. Banyak berinteraksi dengan Ahmad Zaki (yang kini menjadi suaminya) yang telah menjalankan Bukalapak, menguatkan keinginan Diajeng untuk keluar dari pekerjaannya dan memulai startupnya sendiri.

Berhasil membesarkan HijUp sejak 2011 hingga saat ini, bagi Diajeng tak lepas dari doa dan usaha. Diakuinya, salah satu faktor pendukung keberhasilan HijUp didukung dengan talenta karyawan yang ada di dalamnya.

Namun, menemukan talenta yang tepat seringkali bukan perkara mudah. “Mencari karyawan sama kayak cari jodoh,” ujar Diajeng sambil tertawa kecil. “Cari jodoh kan kita berdoa juga minta ditunjukkan kepada Allah, apakah dia orang yang tepat buat kita. Mencari karyawan juga seperti itu,” tambahnya lagi. “Alhamdullilah kita selalu dapat yang terbaik.”

Dari Kecil

Berbisnis sedikit banyak ternyata sudah dilakoni sejak kecil. Saat masih duduk di bangku SD, ia sudah berjualan cincin mainan yang dibuat dari kabel telepon. Kabel telepon ini banyak yang tergeletak tak terpakai di rumahnya. Sebab, bisnis sang ayah yang saat itu berjualan telepon rumah tengah lesu. “Saya jual seribu. Untuk warna ungu yang lebih jarang saya jual lebih mahal,” paparnya.

Selain itu, sang ibu juga mendukung ketika ia mengutarakan niatnya untuk keluar pekerjaan, dan mendirikan usaha sendiri. “Ibu saya ternyata mendukung. Beliau bilang karena saya anaknya susah diatur, memang mendingan jadi bos saja,” ujarnya sembari terkekeh.

Menjadi entrepreneur atau pekerja, menurut Diajeng itu tergantung dari orangnya. “Semua balik ke hati, pilih yang nyaman, yang Kita harus menjadi the best version of our self. Masing-masing orang kan punya tipikal berbeda,” tuturnya lagi. Dalam berbisnis, Diajeng termasuk hati-hati. “Burning rate kita ga setinggi e-commerce lain,” jelasnya. Meski awal mendirikan HijUp dilakukan secara bootstrap, namun menuerut Diajeng HijUp punya pemasukan sampingan dari iklan majalah yang

ia buat.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.