Why You Should Always Be Yourself

Be Yourself

Cosmopolitan (Indonesia) - - CONTENTS -

Orang kerap memberi saran, “just be yourself ”. Kedengarannya memang gampang, tapi bagaimana caranya?

Sudahkah Anda Mengenali Diri Anda?

Semakin umur bertambah, Anda pasti akan menyadari bahwa hal yang paling sulit adalah saat harus menjadi diri sendiri. Ada begitu banyak tuntutan dan peran yang harus Anda lakoni. Sampai kadang Anda lupa menjadi diri sendiri.

Lalu apa yang membuat Anda begitu sulit menjadi diri sendiri? Salah satu alasannya karena Anda kerap menimbang apa yang orang lain pikirkan mengenai Anda, takut tidak disukai, atau dinilai negatif saat menunjukkan jati diri yang sesungguhnya. Ngaku deh banyak yang Anda tampilkan di media sosial itu adalah pencitraan belaka. Ya karena Anda ingin “dipandang” dan diterima oleh para followers. Sampai akhirnya Anda rela memakai “topeng” agar bisa sama atau bahkan lebih dari orang lain.

Sulit Untuk Bahagia Jika Hidup Dengan Terpaksa

Merasa sulit bahagia dan nyaman setiap hari? Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena Anda melakukan segalanya dengan terpaksa. Dipaksa untuk jadi orang lain, memakai “topeng” demi bisa diterima di lingkungan sekitar. Lain halnya bila Anda bisa melakukan halhal yang Anda suka dengan cara Anda sendiri. Ada kepuasan dan kebahagiaan yang tak tergantikan. Bahkan bisa membuat hidup jadi lebih berwarna dan menyenangkan. Well, Cosmo mengerti bahwa banyak hal yang terjadi di luar kendali Anda, tapi ingat apapun kondisi atau masalah yang Anda hadapi berusahalah untuk tetap jadi diri sendiri. Memang sulit tapi dengan begitu, hidup akan terasa lebih bermakna.

Apa yang Sebenarnya Penting Untuk Diri Anda?

Anda bisa mulai dengan menulis apa yang penting bagi Anda. Tapi ingat, jangan membuat daftar kepentingan hanya dalam sekali duduk. Lakukan perlahan saja, mulailah dengan hal sederhana, misalnya: bekerja secara teratur, menghabiskan waktu yang berkualitas dengan the girls dan keluarga, atau belajar memainkan alat musik. Karena dari situ, Anda dapat menemukan hal-hal kecil yang membuat bahagia, dan dapat belajar untuk menikmati saat ini, menjadi terbuka untuk ide-ide yang berbeda, menjadi lebih toleran dan menerima segala hal dengan penuh rasa syukur.

Dalam hidup Anda, perlu melakukan apa yang ingin dilakukan, mengatakan apa yang Anda perlu katakan, dan berpakaian dengan cara yang membuat Anda merasa nyaman.

1

Terima diri sendiri apa adanya. Dengan menerima semua kekurangan, Anda belajar untuk bahagia. Ingat dear, kalau bukan Anda, siapa yang akan menerima diri Anda sebaik Anda?

2

Kenali diri. Menerima segala kekurangan yang dimiliki mungkin menjadikan Anda mampu mengenali diri sendiri. Ajukan pertanyaan: “Apa kekuatan dan kelemahan saya?”, “Apa yang saya sukai dan tidak sukai?”, “Bagaimana cara saya berinteraksi dengan orang lain?”, “Apakah saya bahagia karena uang?”, “Hidup seperti apa yang benar-benar saya inginkan?”, agar Anda lebih mudah mengenali diri sendiri.

3

Jadikan kekuatan Anda sebagai identitas diri. Dengan menjawab beberapa pertanyaan di atas, besar kemungkinan Anda akan tahu kekuatan Anda. Nah, jadikan kekuatan tersebut sebagai identitas Anda. Sebagai contoh, jika kekuatan Anda adalah menulis, jadikan menulis sebagai jati diri Anda. Sampaikan pada sekitar bahwa Anda menikmati menulis dan ingin menjadi penulis ternama atau mencari uang dari tulisan-tulisan Anda.

4

Jangan mengkhawatirkan apa yang orang katakan atau pikirkan. Berpurapura menjadi orang lain biasanya disebabkan oleh rasa khawatir akan apa yang orang katakan atau pikirkan tentang Anda. Nah, mulai sekarang berhenti terlalu memikirkan orang lain. Mengapa? Karena Anda tidak bisa mengendalikan pikiran dan perkataan orang lain. Selain itu, Anda juga tidak mungkin menyenangkan semua orang.

5

Jangan bandingkan diri Anda dengan orang lain. Seiring berjalannya waktu, Anda akan meraih kesuksesan, entah itu kesuksesan kecil maupun kesuksesan besar. Syukuri kesuksesan tersebut, dan jangan bandingkan dengan kesuksesan orang lain. Sebaliknya, jadikan kesuksesan orang lain sebagai motivasi Anda.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.