Cruises

DestinAsian Indonesia - - LANDMARK -

(dreamcruiseline. com), melayani rute regulernya mulai November 2016. Kapal berbobot 151.300 ton ini berbasis di Guangzhou dan Hong Kong dengan rute terjauh mencakup Ha Long Bay dan Danang di Vietnam. Tarif tergantung periode dan rute perjalanan. Untuk trip dua malam dari dan ke Hong Kong sebelum 31 Maret 2017, harga pembukaan mulai dari HKD1.999 (sekitar Rp3,4 juta) per orang khusus kamar tanpa jendela. Untuk tur-tur darat saat transit, jika tidak nyaman dengan tur sightseeing yang padat bersama rombongan, Anda bisa memesan paket free & easy dari pihak operator. Genting Dream berkapasitas 3.352 penumpang yang ditempatkan di 1.674 kabin dan dilayani oleh 2.016 kru. Ukuran kabin mulai dari 13 hingga 224 meter persegi, mayoritas dilengkapi balkon pribadi. Menginap di tipe suite, penthouse, atau vila, tamu bisa menikmati servis dari sekitar 60 orang Dream Butler.

Lama didominasi oleh Star Cruises, bisnis pesiar di Asia kini makin kompetitif. Pemainnya beragam. Tawarannya lebih variatif. Tentu saja, tren itu tak semata dipicu oleh pertumbuhan ekonomi. Gairah berpaling ke “Timur” sebenarnya juga didorong oleh melempemnya pasar di wilayah lain. Awal tahun lalu, majalah The Economist melaporkan bahwa bisnis pesiar di Eropa sedang kalut akibat terorisme, sementara pasar Amerika mengalami kejenuhan. Bagi banyak operator, berpaling ke Asia mungkin bukanlah sebuah pilihan, melainkan keharusan.

“Tapi kapal ini mungkin agak susah dijual di Indonesia,” ujar Michael, pakar pesiar dari deCruise, yang ikut serta dalam pelayaran perdana Genting Dream. Menurutnya, Genting Dream terlalu fokus pada kasino dan turis Tiongkok. “Fasilitasnya sih banyak, cocok untuk incentive group dan keluarga. Tapi ya itu tadi, mungkin enggak semua orang nyaman dengan gayanya.”

Kekhawatiran Michael beralasan, namun tak akan sirna dalam waktu singkat. Bisnis pesiar memang sedang merekah di Asia, tapi bagi banyak operator kapal, “Asia” sejatinya bersinonim dengan “Tiongkok.”

Berstatus negeri pemasok turis terbanyak, Negeri Tirai Bambu adalah mesin kas utama bagi industri pariwisata dunia. Menurut Oxford Economics, jumlah keluarga di mainland dengan penghasilan lebih dari $350.000 per tahun—syarat dasar untuk berwisata ke luar negeri—tumbuh dari enam juta menjadi 27

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.