PHNOM PENH

DestinAsian Indonesia - - SKETCHBOOK - —CR

Penjajahan bangsa-bangsa Eropa di Asia Tenggara tak semata meninggalkan luka, tapi juga gedung-gedung tua yang menyimpan banyak cerita. Salah satunya Phsar Thmei di Phnom Penh. Pasar raksasa yang lazim disebut Central Market ini masih merawat gaya arsitektur Art Deco warisan Prancis, negara yang menguasai Kamboja dari 1867-1953.

Motulz (motulz.com), desainer dan ilustrator asal Jakarta, berkunjung ke Phsar Thmei pada 2015 dan menciptakan ilustrasi salah satu sudut pasar. Pendiri Motzter Think Creative ini menampilkan sudut bangunan yang tumpul dan melingkar—elemen arsitektur yang diadopsi dari Prancis dan diterapkan di Kamboja setelah Perang Dunia II. “Saya suka dengan desain bangunan tua di sana yang bergaya Prancis,” ujar Motulz. “Berbeda dari Indonesia yang bergaya kolonial Belanda, atau Singapura dan Malaysia yang bergaya kolonial Inggris.”

Phsar Thmei dikerek pada 1937 di bawah supervisi arsitek Prancis. Sempat koyak di zaman perang dan tergenang banjir, pasar ini sudah beberapa kali direnovasi. Sekarang, ia merupakan salah satu wadah favorit warga dan turis untuk berbelanja.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.