Tiga restoran baru yang menyegarkan lanskap kuliner Jakarta.

Tiga restoran baru yang memiliki tempat khusus dalam peta kuliner Ibu Kota.

DestinAsian Indonesia - - DEPARTMENTS - OLEH YOHANES SANDY

HENSHIN Gelarnya saja sudah lebih dari cukup guna memikat tamu: restoran tertinggi di Jakarta. Henshin, kreasi baru The Westin Jakarta, bertengger di lantai 67-69, menawarkan panorama kota dari ketinggian menembus 300 meter. Tapi Henshin tak ingin semata menjual gelar. Amunisi lain restoran ini adalah konsep masakannya yang terbilang langka di Indonesia: nikkei, kuliner yang diciptakan pada abad ke-19 oleh pekerja migran Jepang di Peru. Selain Henshin, nikkei sementara ini hanya ditawarkan oleh Fat Shogun di Jakarta dan Above Eleven di Bali. “Hidangan Peru kaya bumbu. Pedas. Tak sulit diterima lidah orang Indonesia,” ujar Hajime Kasuga, koki Henshin. Beberapa kreasi andalannya adalah pulpo, gurita yang dimasak dengan api kecil; asado de tira, iga sapi dengan wasabi; dan lomo azul, tenderloin saus teriyaki. Berstatus restoran tertinggi, Henshin tentu dilengkapi wadah kongko: bar yang mengoleksi koktail unik, salah satunya hajime the sensei yang diracik dari arak kelapa, wiski, dan vermouth. westinjakarta.com.

AB STEAK Koki Akira Back kembali berekspansi. Usai membuka restoran Akira Back dan Ristorante Da Valentino, pria asal Kanada itu meresmikan AB Steak pada Juni silam. Restoran ini mengusung konsep steakhouse Amerika dengan tambahan beberapa menu fusi Korea. Bahan utamanya daging sapi yang diproses mandiri memakai sistem dry-aged selama 21-90 hari. “Semakin lama, cita rasanya semakin berkarakter,” tutur Astrid Suryatenggara, staf pemasaran AB Steak, “karena itu kami tak menyarankan tamu menyantapnya dengan saus, melainkan cukup memakai garam.” Ada lima opsi garam yang bisa dipilih, di antaranya garam Himalaya, garam sriracha, hingga garam yang dicampur truffle. Berbeda dari banyak restoran steik, AB Steak memasak daging langsung di meja tamu. absteakjakarta.com.

KAUM Sebelum dibuka di Jakarta, restoran Indonesia ini lebih dulu hadir di Hong Kong dan Bali. “Misinya memperkenalkan kuliner Indonesia ke pasar global,” kata Lisa Virgiano, Brand Director Kaum. Menyesuaikan ketersediaan bahan masak di tiap tempat, ketiga restoran Kaum itu menyuguhkan spesifikasi menu yang berbeda. “Di Bali ada sayur bobor. Di sini [Jakarta] ada juga, tapi bahannya bukan daun kelor, melainkan bayam merah,” lanjut Lisa. Buku menu Kaum minim menu populer. Alih-alih, kita disuguhi nomenklatur yang asing di telinga seperti gohu tuna asal Maluku dan sate udang kupas Lombok. Kaum juga menawarkan ruang kongko yang dilengkapi meja DJ. Sentuhan atraktif dihadirkan lewat benda seni karya perupa ternama yang diperbarui secara berkala. Pada masa awal pembukaan, kita bisa menyaksikan instalasi karya Jompet Kuswidananto. kaum.com.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.