SKETCHBOOK

DestinAsian Indonesia - - DEPARTMENTS - —CR

Mykonos oleh Vira Tanka.

Dibingkai pantai berpasir putih dan ditaburi hotel romantis dengan dinding yang tak kalah putih, pulau-pulau milik Yunani di Laut Aegean sudah lama tersohor sebagai destinasi bulan madu— terkecuali Mykonos. Kontras dari banyak tetangganya, pulau ini membidik kaum penggemar pesta. Atmosfernya bagaikan kombinasi antara Saint-Tropez dan Ibiza. Kawasan pesisirnya dihuni beragam bar dan kelab yang rutin mengguncang malam, terutama di musim panas. Melihat riwayatnya, semua suguhan itu mungkin suratan takdir. Nama Mykonos diambil dari nama cucu Apollo, dewa musik dan cahaya.

Satu tempat di Mykonos yang menawarkan suasana kontras adalah Little Venice, distrik peninggalan abad ke-18 yang dihuni rumah-rumah megah dengan jendela dan balkon aneka warna yang menatap laut. “Saya tidak sengaja menemukannya” kenang Vira Tanka, salah seorang pengasuh blog Indohoy. “Setelah berjalan-jalan melihat kincir angin, saya tersesat saat mencari jalan kembali ke hotel, lalu menemukan Little Venice. Mykonos memang bisa dengan mudah menyesatkan lantaran gang-gangnya yang berliku dan tampak mirip.”

Turis umumnya mengunjungi Little Venice di sore hari guna menikmati restoran dan bar yang berbaris di tepi pantai—panorama elok yang dituangkan Vira dalam sketsanya. “Bangunanbangunan di tepi laut ini mengingatkan banyak orang pada Venesia di Italia,” jelas Vira, pemilik By Vira Tanka, perusahaan yang menjajakan aksesori berhiaskan sketsa. “Banyak bangunan ini dulunya merupakan rumah para pelaut yang sukses.”

Citra Venesia Barisan rumah tua dan meja makan di Little Venice, distrik romantis di Pulau Mykonos yang mengingatkan orang pada Venesia.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.