ANTISIPASI ERUPSI

DestinAsian Indonesia - - GOOD TO GO - ATTRACTIONS

Mengantisipasi letusan Gunung Agung, Bali Zoo membentuk tim reaksi cepat untuk mengevakuasi pengunjung dan satwa.—CR

Sejak Gunung Agung “batuk-batuk,” Bali Zoo sebenarnya aman dari hujan abu. Kebun binatang satu-satunya di Bali ini terpisah 52 kilometer dari Gunung Agung, sementara abu muntahan gunung bergerak ke arah Lombok. Bagaimanapun, skenario horor bencana masih membayangi, karena itulah sejumlah langkah antisipasi dipersiapkan.

Khusus pengunjung, Bali Zoo mempersiapkan titik-titik evakuasi dan 1.000 masker tipe N95. Pada 28 September, seluruh staf melakukan pelatihan cara merespons insiden, termasuk dua kali simulasi evakuasi. Sebuah tim crisis center juga telah dibentuk guna memimpin seluruh proses “cepat tanggap” tersebut.

Khusus satwa, langkah mitigasinya lebih kompleks. Bali Zoo membentuk tim reaksi cepat berisi 19 staf yang bertugas merelokasi 500 ekor satwa ke kandang tertutup dalam

waktu delapan menit. Setelahnya, satwa akan dibalut terpal, diberikan vitamin, dan, jika perlu, disuntikkan obat penangkal racun. Itu untuk masalah hujan abu. Untuk gempa, Bali Zoo mempersiapkan amunisi tambahan berupa senapan bius guna menenangkan para predator. “Skenario terburuk adalah jika gempa merobohkan tembok kandang singa atau harimau,” ujar Emma Kristiana Chandra, Public Relations Bali Zoo.

Gunung Agung terakhir kali meletus pada 1963. Bali Zoo, yang diresmikan pada 2002, belum pernah menghadapi bencana sebesar itu. Satu pertanyaan yang sulit dijawab jika erupsi benar-benar terjadi, berapa lama hujan abu akan berlangsung? “Pada 1963, Bali tertutup abu selama delapan bulan,” jelas Made Sugiartha, dokter hewan Bali Zoo, “karena itu kini kami menambah cadangan makanan untuk satwa.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.