BIR

DestinAsian Indonesia - - GOOD TO GO -

museum terdapat sebuah pujasera berlantai dua yang dihuni sembilan kedai ramen dari sembilan daerah, mulai dari Miraku asal Hokkaido hingga Yuji yang dirintis di Brooklyn. Ruangan pujasera ini didesain menyerupai stasiun kereta di Tokyo pada 1958—tahun ditemukannya mi instan oleh Nissin. Satu hal yang mungkin menjadi pertanyaan Anda dari Raumen Museum adalah namanya. Kenapa “Raumen”? Kata staf museum, pilihan itu disebabkan keterpaksaan, sebab kata “ramen” sudah dipakai oleh museum lain.

Industri bir Jepang berutang banyak pada Yokohama. Kota inilah yang pertama kali melahirkan bir lokal modern pertama. Syahdan, tak lama setelah Yokohama merekah sebagai kota bandar internasional pada abad ke-19, sejumlah pengusaha bir asing datang untuk melebarkan sayap bisnisnya. Pada 1870, William Copeland, pria asal Amerika Serikat, mendirikan pabrik Spring Valley Brewery. Setahun sebelumnya, hadir Japan Brewery.

Berkat sejarah itu, menenggak bir Jepang kini menjadi pengalaman kuliner khas Yokohama. Menyusuri jalan-jalan kota, ada banyak kedai yang menjajakan bir lokal. Salah satu kedai terpopuler di sini adalah Yokohama Brewery, restoran mencakup pabrik bir yang didirikan pada 1995. Tawaran utamanya sesi tasting yang terdiri dari lima varian: bohemian pilsner,

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.