NEXT STOP

DestinAsian Indonesia - - NEWS -

Tiga perayaan besar yang membuat Lucerne kian memikat tahun ini.

Lucerne dijuluki “mini Switzerland” lantaran kota ini menawarkan segala hal yang mencirikan Swiss: gunung, danau, salju, ski, gondola, serta butik cokelat dan arloji. Tawaran lengkap itu jugalah yang membuat Lucerne digemari turis, termasuk kaum sosialita seperti Ratu Elizabeth II dan Sophia Loren. Banyak hotel tua di Lucerne tekun merawat memorabilia peninggalan para tamu agungnya itu.

Tahun ini, Swiss memperingati satu dekade keanggotaannya dalam liga Schengen —keputusan yang turut berjasa melecut arus pelancong ke negara ini. Akan tetapi, bagi Lucerne, 2018 punya makna yang lebih dalam dan beragam. Setidaknya ada tiga momen emas yang akan dirayakannya.

Pertama, ulang tahun ke-20 Culture & Convention Centre (KKL). Sejak diresmikan pada Agustus 1998, bangunan ini langsung melambung sebagai ikon baru kota. Lokasinya di samping stasiun utama, persis di tepi danau yang senantiasa direnangi angsa dan diarungi perahu-perahu wisata.

KKL dirancang oleh Jean Nouvel, arsitek kondang asal Prancis. Khas Nouvel, fasad bangunan ditaburi jendela kotak dengan dimensi yang asimetris, sementara sebagian tubuh bangunan dibalur warnawarna gelap seperti biru tua, hijau, dan cokelat. Konon, pemilihan warna itu disengaja agar kaca-kaca gedung bisa lebih jernih memantulkan permukaan danau di depannya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.