SINEMA

TREN FILM HOROR DI HOLYWOOD.

Esquire (Indonesia) - - Daftar Isi -

Thriller, gore, supernatural, dan horor. Tahukah Anda perbedaan antara semuanya? Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya Esquire mengajak Anda untuk menyederhanakan genre film yang sudah terlalu beragam. Pada dasarnya, genre film sesuai terbagi menjadi ketiga, film drama, komedi, dan tegang. Dan kali ini, kami akan membahas tentang film yang akan kami asumsikan sebagai film horor (alih-alih “tegang”) yang menjadi “bapak” dari semua film yang menimbulkan rasa takut.

Ada dua jenis film horor yang belakangan ini sedang digandrungi Hollywood, yaitu film bertemakan zombie serta yang diproduksi oleh Jason Blum. Demam film bertema zombie sudah dimulai pada awal dekade 00’an dengan Resident Evil dan 28 Days Later. Belakangan ini, tema zombie tak hanya ada di film layar lebar, namun juga hadir lewat serial TV seperti The Walking Dead dan I, Zombie.

Untuk film layar lebar, tema zombie yang menegangkan pun akhirnya melebar ke genre lainnya seperti komedi atau drama. Film komedi romantis Warm Bodies yang tayang 2 tahun lalu menampilkan sepasang remaja beda spesies (manusia dan zombie). Sementara itu film terbaru bertema zombie yang tayang bulan ini di Amerika adalah Cooties yang menampilkan zombie anak-anak (astaga, apakah Hollywood mulai kehabisan ide?). Film komedi ini dibintangi Elijah Wood yang juga berperan sebagai produser, Alison Pill (serial TV The Newsroom), dan Jack Mcbrayer (30 Rock).

Jenis film lainnya, yang diproduksi oleh Jason Blum, adalah generasi yang (kalau boleh) bisa disamakan dengan Judd Apatow dengan geng The Frat Pack-nya. Apatow terkenal sebagai sineas yang konsisten membuat film komedi dengan aktor yang secara bergiliran bermain dalam filmnya. Sementara itu Blum secara konsisten membuat film horor seperti Paranormal Acitivity, Insidious, dan Sinister. Berbagai film tadi menampilkan entitas varian yang kurang lebih sama: kerasukan serta music score yang mendentum. Film terbaru dari Blumhouse Production (rumah produksi miliknya) adalah The Visit yang disutradari sineas yang juga dikenal sebagai spesialis sineas horor, yaitu M Night Shyamalan.

Kedua jenis film tadi seakan menggantikan jenis film horor yang sebelumnya merajai Hollywood, yaitu remake dari film horor Asia, seperti The Eye dan Ju On (The Grudge). Bagi penonton Indonesia, film remake tadi tentu saja tidak mendapat sambutan cukup baik, mengingat film versi aslinya lebih mendekati kehidupan sehari-hari kita. Film bertema zombie masih diterima cukup baik di Indonesia, apalagi serial Walking Dead. Sementara itu pesona film dari Blumhouse Production sudah mulai memudar karena bentuk makhluk halus yang tidak menakutkan serta music score yang berlebihan. Pertanyaan selanjutnya: tema horor apa lagi yang akan dikeluarkan oleh Hollywood?

“Menulis buku itu seperti masturbasi. Membuat film itu bagaikan pesta seks.”

Clive Barker, penulis

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.