ESQ&A APRIL

SANDY KARMAN

Esquire (Indonesia) - - Daftar Isi -

APA KESIBUKAN ANDA SAAT INI?

Saat ini saya sedang mempersiapkan pameran untuk ajang International Poster Trienale yang bertempat di Museum of Modern Art di Toyama, Jepang. Pameran ini akan berlangsung selama 3 bulan mulai dari September hingga November tahun ini. Ini akan menjadi partisipasi saya ketiga kalinya di sana. Saya bersyukur bisa menjadi orang Indonesia pertama yang mendapat kesempatan tersebut. Awal tahun depan saya juga diundang untuk pameran di La Fete du Graphisme di Prancis. Acara yang diusung oleh pemerintah Prancis ini akan dihelat di sepanjang jalan Champs Elyses dan seluruh kota Paris.

BIASANYA ADA BERAPA KARYA YANG ANDA SERTAKAN DALAM PAMERAN TERSEBUT?

Tahun ini saya menempatkan 3 karya dengan judul Syahdan (Once Upon A Time). Sedangkan untuk pameran sebelumnya, saya hanya menempatkan 1 karya.

SELAIN PERNAH MELAKUKAN PAMERAN DI JEPANG, APAKAH ANDA PERNAH MEMPERKENALKAN KARYA YANG ANDA BUAT KE NEGARA LAIN?

Tahun lalu saya melakukan pameran di La Fete du Graphisme di Prancis. Selain itu, saya juga pernah pernah ikut dalam pameran bergengsi di beberapa negara lain seperti Finlandia, Korea Selatan, Moskow, Hongkong, Malaysia dan Cina.

DARI SEKIAN JUMLAH KARYA YANG PERNAH ANDA BUAT, KONSEP SEPERTI APA YANG MENJADI BENANG

MERAH SETIAP KREASI ANDA?

Jika untuk pameran, sebisa mungkin saya membuat sebuah karya yang bersifat kontemporer. Untuk bisa terlibat dalam desain grafis dengan skala internasional itu dituntut untuk membuat kreasi dengan ideide yang baru. Sedangkan kita mengetahui bahwa sudah banyak hal yang tidak baru lagi, inilah yang menjadi tantangan para desainer grafis dalam membuat karya yang layak.

BAGAIMANA ANDA BIASANYA MENDAPATKAN INSIPRASI DALAM BERKARYA?

Dulu, saya berpendapat kalau inspirasi itu datang dari luar seperti apa yang kita lihat dan dengar. Belakangan, saya berpikir bahwa inspirasi yang saya dapat justru berasal dari dalam diri. Ada satu waktu di mana saya tiba-tiba ingin membuat satu karya, ada gambaran dalam otak yang muncul sebagai dorongan untuk membuat sebuah karya.

KESULITAN APA YANG ANDA HADAPI DALAM MENEKUNI DUNIA DESAIN GRAFIS DI TANAH AIR?

Mencari keseimbangan antara idealisme dengan realita. Misalnya, apresiasi yang saya rasa masih kurang terhadap seni desain. Maksudnya, banyak orang yang memiliki antusiasme yang tinggi terhadap karya seni, namun masih sedikit orang yang mau menghabiskan uangnya untuk sebuah karya tersebut.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.