EKSPRESI MUSIM BARU

GERAK MODE, EUFORIA DAN BAYANG-BAYANG DEKADENSI.

Esquire (Indonesia) - - Style -

Setiap musimnya, industri mode merumuskan tren demi menjamin siklus permintaan-penjualan. Lewat bantuan jejaring sosial dan dunia digital, mode kembali menemukan bentuk dan makna yang baru. Konsep kemewahan misalnya mulai bergeser lewat harga sepasang sneakers yang sepadan dengan uang muka kendaraan bermotor. Konsumen awam yang kebetulan memiliki daya beli barang-barang mahal juga bisa tibatiba memiliki kekuasaan layaknya buyer dan jurnalis mode. Euforia yang semakin memuncak seharusnya bisa memicu insan kreatif untuk lebih semangat menciptakan inovasi. Namun apa jadinya jika dinamika gaya hidup dan selera

VERSACE sudah tak lagi sebanding dengan daya kreativitas? Rumah mode pun harus berbenah, dan ditunjuklah kemudian direktur artistik baru.

Jika harus berbicara tentang optimisme, Pekan Mode London adalah salah satu cara tang tepat untuk memulainya. Tak hanya sukses membentuk infrastruktur lebih mapan dalam waktu singkat, London masih menjadi titik pijak berbagai desainer muda yang menawarkan berbagai desain menyegarkan. Desainer James Long, Christopher Raeburn dan label Margareth Howell adalah beberapa contoh yang dianggap cukup memberikan ide revolusioner. Jangan lupakan juga kiprah J.W. Anderson yang

“dibesarkan” oleh Pekan Mode London sebelum akhirnya mendapat tawaran untuk membangun label Loewe. Selebihnya, rumah mode Burberry dan Tom Ford masih menjadi pusat perhatian. Kali ini, desainer Christopher Bailey menampilkan deretan busana dengan aksen dekoratif yang kuat untuk Burberry Prorsum. Sedangkan Tom Ford masih konsisten menggarap gaya sartorial dengan siluet dan struktur ramping.

Eksplorasi material mewah seperti kulit dan fur serta fokus pada volume dan struktur busana merupakan beberapa strategi gaya yang terlihat pada Pekan Mode Milan. Di antara kreasi yang menggarap tema hampir seragam, beberapa label mendapat sambutan meriah berkat koleksi yang memperlihatkan “kebaruan”. Stefano Pilati tak salah lagi merupakan energi yang membuat rumah mode Ermenegildo Zegna Couture bergairah kembali, terlihat lewat observasi material, siluet fluid dan kombinasi antara tampilan kasual dan sartorial yang digagasnya. Kejutan hadir lewat oleh citra baru pria Gucci yang diperkenalkan Alessandro Michele: flamboyan, intelektual, dan romantis. Donatella Versace meninggalkan inspirasi romawi dan ornamen dekoratif. Koleksi barunya untuk Versace justru mengusung citra elegan yang kuat. Pada Pekan Mode Paris, terdapat beberapa desainer yang tampak mengalami kebuntuan kreativitas, tersirat dari pengulangan tema atau desain yang diusungnya. Akan tetapi, ada juga beberapa label yang melansir koleksi cukup monumental. Label Comme Des Garcons misalnya menggarap ironi maskulinitas dengan setelan berjas asimetris serta kontradiksi antara motif cetak dan permainan tekstur. Kim Jones membuktikan bahwa ia adalah aset terbaik untuk Louis Vuitton. Koleksi terbarunya memperlihatkan craftsmanship mumpuni

serta desain yang inovatif lewat eksplorasi bahan dan teknik. Meskipun menawarkan ide konstruksi dan volume yang menjadi karakter khasnya, label Lanvin masih mampu menunjukkan keunggulannya lewat deretan celana bervolume dan luaran dengan cutting unik.

Sama halnya dengan London, gairah dan kreativitas dari beberapa desainer dan label independent menjadi energi yang menarik dari Pekan Mode New York. Shimon dan Ariel Ovadia dari Label Ovadia & Sons menunjukkan bahwa material mewah seperti Kashmir, kulit lembu dan sutra bisa dieksplorasi dalam desain praktis dan tidak berlebihan. Di tengah dominasi warna gelap dan kelabu, label Orley memberikan nuansa menyegarkan lewat koleksi penuh palet warna pastel dan motif floral. Desainer Billy Reid menggarap tema bohemian dengan desain yang fokus pada tekstur dan material. Sedangkan label Duckie Brown menggarap karakter edgy khasnya dalam format baru berupa cutting unik, material sutra berkualitas dan siluet fluid yang memesona. Daya beli semakin menguat berkat kondisi perekonomian global yang lebih baik. Perkembangan teknologi juga memungkinkan konsumen mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai label dan komoditasnya. Kini, insan kreatif pun dituntut untuk lebih bekerja keras demi afirmasi eksistensinya. Mau sekadar memenuhi kebutuhan pasar atau memberikan kontribusi besar untuk dunia mode.

TOM FORD

JOHN VARVATOS

GUCCI

LANVIN

ERMENEGILDO ZEGNA

DUCKIE BROWN

LOUIS VUITTON

DIOR HOMME

VALENTINO

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.